JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebahagiaan akhirnya menyelimuti pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani.
Setelah sembilan tahun menanti momongan dan berjuang melawan infertilitas, keduanya akhirnya dikaruniai putra pertama bernama Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi.
Bayi laki-laki itu lahir dengan berat 2,45 kilogram dan panjang 45 sentimeter melalui program bayi tabung (IVF) di Smart Fertility Clinic dan proses persalinan di Primaya Evasari Hospital.
IVF Jadi Satu-Satunya Harapan
Pasangan tersebut memilih program IVF setelah Yulia mengalami gangguan serius pada saluran reproduksi hingga harus menjalani operasi pengangkatan kedua tuba falopi atau salpingektomi.
Kondisi itu membuat kehamilan alami maupun inseminasi tidak memungkinkan dilakukan.
Karena itu, program bayi tabung menjadi satu-satunya harapan pasangan tersebut untuk memiliki buah hati.
Sempat Konsultasi ke 7 Dokter dan Profesor
Rifky mengungkapkan perjuangan mereka tidak mudah. Setelah operasi, mereka mencari berbagai referensi medis sebelum akhirnya mantap menjalani program IVF.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, pasangan ini sempat berkonsultasi dengan tujuh dokter dan satu profesor sebelum memilih Smart Fertility Clinic.
“Perjalanan mendapatkan anak tidak mudah. Kami belajar tetap kuat, pasrah, tetapi tidak menyerah,” ujar Rifky.
Program IVF mulai dijalani pada Februari 2025 melalui prosedur Ovum Pick Up (OPU). Selanjutnya, embrio ditanam lewat Frozen Embryo Transfer (FET) pada September 2025.
Dua minggu setelah transfer embrio, tanda kehamilan akhirnya muncul.
Hanya Satu Embrio yang Berhasil
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Primaya Evasari Hospital, Darma Syanty, menjelaskan IVF menjadi pilihan terbaik untuk pasien dengan kerusakan tuba permanen.
Menurutnya, perjalanan Rifky dan Yulia sangat menginspirasi karena tetap optimistis di tengah kondisi sulit.
“Dalam kasus ini hanya ada satu embrio yang berhasil, sehingga kehamilan ini menjadi anugerah yang sangat berarti,” jelasnya.
Persalinan Gunakan Metode ERACS
Selain sukses menjalani IVF, proses persalinan Yulia juga memakai metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) yang dikombinasikan dengan TAP Block untuk mempercepat pemulihan pascaoperasi.
Rifky mengaku bersyukur karena bisa mendampingi langsung proses persalinan sang istri.
“Ini jadi momen paling berharga bagi kami. Setelah persalinan, istri saya juga mendapat pendampingan selama masa pemulihan,” katanya.
Jadi Inspirasi Pejuang Garis Dua
CEO Smart Fertility Clinic, Laura Leandra Setiawan, berharap kisah Rifky dan Yulia bisa menjadi semangat bagi pasangan lain yang masih berjuang mendapatkan keturunan.
Sementara itu, Direktur Primaya Evasari Hospital, Wily Kurniady, menegaskan layanan kesehatan ibu dan anak harus dilakukan secara menyeluruh, mulai program kehamilan hingga masa pemulihan setelah melahirkan.
Menurutnya, layanan fertility dan maternal terintegrasi kini menjadi harapan baru bagi pasangan yang sedang berjuang memiliki buah hati. **
Editor : Hadwan












