Bos Jaringan Narkoba Australia Ditangkap di Bali, Angelo Pandeli Masuk Interpol Blue Notice

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Bareskrim Polri bersama Imigrasi dan Bea Cukai mengamankan buronan narkoba internasional Angelo Pandeli di Terminal VIP Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, setelah terdeteksi dalam Interpol Blue Notice. (Posnews/Ist)

Petugas Bareskrim Polri bersama Imigrasi dan Bea Cukai mengamankan buronan narkoba internasional Angelo Pandeli di Terminal VIP Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, setelah terdeteksi dalam Interpol Blue Notice. (Posnews/Ist)

DENPASAR, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggagalkan pelarian seorang buronan narkoba internasional yang diduga menjadi pengendali jaringan penyelundupan narkotika ke Australia.

Pria tersebut diketahui bernama Angelo Pandeli, warga negara Australia yang masuk dalam pantauan aparat penegak hukum internasional.

Penangkapan dilakukan dalam operasi gabungan antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, serta Bea Cukai Bali, NTB, dan NTT di Terminal VIP Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi itu berawal dari informasi intelijen yang diterima dari Australian Federal Police (AFP) dan Drug Enforcement Administration (DEA) terkait keberadaan Angelo Pandeli yang diduga menjadi pengendali pengiriman prekursor narkoba ke Australia.

Terbongkar Saat Hendak Kabur dengan Jet Pribadi

Petugas awalnya memeriksa keberangkatan pesawat privat CAPA Jet dengan nomor penerbangan N917CJ yang akan terbang dari Bali menuju Maputo, Mozambik, pada Sabtu malam, 6 Juni 2026.

Saat memeriksa dokumen penumpang, petugas menemukan kejanggalan pada seorang pria yang menggunakan identitas George Anderson Mota Correia, warga negara Brasil.

Data keimigrasian menunjukkan tidak ada catatan perlintasan masuk maupun izin tinggal yang sesuai dengan identitas tersebut. Temuan itu langsung memicu kecurigaan petugas Imigrasi.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Timur 22 Maret 2026: 46 RT Terendam, Air Capai 80 Cm Akibat Hujan Deras

Ketika proses pemeriksaan berlangsung, empat penumpang justru masuk ke dalam pesawat tanpa izin. Situasi semakin mencurigakan saat pesawat bersiap lepas landas meski pemeriksaan belum selesai.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan otoritas bandara untuk menghentikan keberangkatan pesawat dan memerintahkannya kembali ke Terminal VIP.

Sembunyi di Toilet Pesawat

Setelah pesawat kembali ke terminal, petugas melakukan pemeriksaan ulang. Saat menghitung jumlah penumpang, petugas menemukan satu orang hilang dari kabin.

Pemeriksaan menyeluruh akhirnya mengungkap fakta mengejutkan. Pria yang sebelumnya menggunakan identitas warga Brasil ternyata bersembunyi di dalam toilet pesawat.

Petugas langsung mengamankan pria tersebut dan melakukan pemeriksaan lanjutan.

Hasil pendalaman mengungkap identitas sebenarnya sebagai Angelo Pandeli, warga negara Australia yang diduga menggunakan dokumen perjalanan palsu untuk menghindari pengejaran aparat internasional.

Pengecekan melalui jaringan kerja sama internasional kemudian menunjukkan nama Angelo Pandeli masuk dalam Interpol Blue Notice dengan tingkat kecocokan mencapai 100 persen.

Diduga Tokoh Besar Jaringan Narkoba Internasional

Berdasarkan informasi AFP, Angelo Pandeli merupakan tokoh penting dalam kejahatan terorganisasi lintas negara dan diduga memiliki keterkaitan dengan geng motor internasional Hells Angels.

Aparat Australia meyakini Angelo bertanggung jawab atas sejumlah penyelundupan narkotika skala besar yang masuk ke Australia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga :  Misteri WN Jepang Tewas di Hotel Bali, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

AFP juga menduga Angelo sengaja menghilang sejak Oktober 2025 untuk menghindari penangkapan. Ia disebut berusaha melarikan diri ke kawasan Asia Tenggara menggunakan identitas dan paspor yang diperoleh secara ilegal.

Bareskrim Sita Dokumen dan Uang Dolar

Petugas menyita ponsel, kartu identitas, kartu bank, kartu SIM, dua paspor berbeda, dan uang tunai 600 dolar AS.

Penyidik juga memeriksa tiga warga negara asing asal Portugal, Brasil, dan Italia yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Penyidik masih mendalami keterkaitan ketiganya dengan aktivitas pelarian Angelo Pandeli maupun dugaan jaringan narkotika internasional yang lebih luas.

Koordinasi dengan AFP untuk Deportasi

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan AFP dan otoritas terkait untuk proses hukum selanjutnya.

Saat ini Angelo Pandeli telah diamankan bersama barang bukti di Bali. Pemerintah Indonesia juga membuka opsi deportasi ke Australia guna menghadapi proses hukum yang menantinya di negara tersebut.

Pengungkapan ini menjadi salah satu operasi internasional terbesar pada 2026 dan memperlihatkan kuatnya sinergi Polri, Imigrasi, Bea Cukai, AFP, DEA, dan Interpol dalam memburu jaringan narkoba lintas negara.. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebijakan Keras Donald Trump Targetkan Pengungsi
Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen HUT Jakarta 2026, Cek Syarat dan Caranya
Portugal dan Dua Puluh Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ciduk 2 Kurir Narkoba di Tamansari, Sita 2,07 Kg Sabu
Mahasiswa Kepung Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih
Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:22 WIB

Bos Jaringan Narkoba Australia Ditangkap di Bali, Angelo Pandeli Masuk Interpol Blue Notice

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:57 WIB

Kebijakan Keras Donald Trump Targetkan Pengungsi

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:59 WIB

Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen HUT Jakarta 2026, Cek Syarat dan Caranya

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:51 WIB

Portugal dan Dua Puluh Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:09 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ciduk 2 Kurir Narkoba di Tamansari, Sita 2,07 Kg Sabu

Berita Terbaru

Sikap optimistis yang memicu kecaman. Presiden Donald Trump menuai kritik tajam setelah secara terbuka menyatakan kecintaannya pada inflasi Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kebijakan Keras Donald Trump Targetkan Pengungsi

Kamis, 11 Jun 2026 - 17:57 WIB

Desakan kemanusiaan bagi Gaza. Portugal bersama dua puluh negara lainnya mendesak Israel untuk mematuhi hukum humaniter internasional dan menjamin kelancaran pasokan bantuan. Dok: Istimewa

INTERNASIONAL

Portugal dan Dua Puluh Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:51 WIB