Penurunan Harga Minyak Bumi Gagal Goyang Stabilitas Pasar

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daya tahan pasar pangan. Meskipun harga minyak mentah dunia merosot, pasar minyak nabati global tetap menunjukkan stabilitas tinggi berkat kuatnya permintaan musiman. Dok: Istimewa.

Daya tahan pasar pangan. Meskipun harga minyak mentah dunia merosot, pasar minyak nabati global tetap menunjukkan stabilitas tinggi berkat kuatnya permintaan musiman. Dok: Istimewa.

KUALA LUMPUR, POSNEWS.CO.ID – Penurunan harga minyak bumi belum menekan pasar minyak nabati secara signifikan. Permintaan aktif dan pasokan musiman menjaga stabilitas harga sebagian besar minyak nabati.

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak Agustus turun 2,6 persen dalam sepekan lalu. Kini, harga komoditas itu bertahan pada level 77 dolar AS per barel. Nilai itu hanya 11 persen lebih tinggi daripada level sebelum perang Amerika Serikat-Iran.

Namun, pelaku pasar tidak memproyeksikan penurunan harga yang tajam berikutnya. Banyak negara dan perusahaan tetap memperkuat cadangan minyak strategis mereka. Langkah ini mengantisipasi risiko kegagalan gencatan senjata yang rapuh antara Washington dan Tehran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penguatan Konsisten Pasar Minyak Sawit

Pasar minyak sawit terus mempertahankan momentum kenaikan harga saat ini. Kontrak berjangka minyak sawit Agustus pada Bursa Malaysia naik 1,9 persen pekan ini. Harga komoditas itu kini menyentuh level 4.658 ringgit atau sekitar 1.126 dolar AS per ton.

Mata uang ringgit Malaysia yang menguat sukses menstabilkan kuotasi dolar AS secara efektif. Asosiasi mencatat kenaikan ekspor minyak sawit Malaysia sebesar 19 hingga 25 persen. Peningkatan pengiriman itu berlangsung sepanjang periode tanggal 1 hingga 20 Juni lalu.

Baca Juga :  Evolusi Pertanian yang Mengubah Wajah Peradaban Barat

Pasar mengabaikan penurunan harga minyak mentah dunia karena permintaan domestik yang sangat kokoh.

Tekanan Harga pada Pasar Minyak Kedelai

Sebaliknya, pasar minyak kedelai masih menghadapi tekanan harga yang cukup berat. Kontrak berjangka minyak kedelai Juli pada bursa Chicago merosot 3,5 persen pekan ini. Nilai komoditas itu telah kehilangan 12 persen sejak awal Juni lalu.

Koreksi pasar minyak mentah mengurangi daya tarik sektor bahan bakar nabati dunia. Meskipun begitu, harga minyak kedelai Amerika Serikat masih 15,6 persen lebih tinggi. Angka ini mengacu pada harga sebelum konflik senjata di Timur Tengah meletus.

Pasokan bahan baku yang sedikit di Amerika Serikat menyokong harga lokal itu. Sementara itu, pasokan melimpah asal Amerika Selatan membatasi potensi pemulihan harga global.

Pasar Asia mempertahankan stabilitas harga minyak kedelai secara konsisten pekan ini. Bursa Dalian di Tiongkok mencatat transaksi stabil pada kisaran 1.225 hingga 1.230 dolar AS per ton. Kondisi serupa berlangsung pada pasar spot Brasil dengan harga kisaran 1.210 hingga 1.230 dolar AS per ton.

Ketegangan Pasokan Minyak Bunga Matahari

Pasar minyak bunga matahari menyajikan situasi yang lebih tegang akhir-akhir ini. Penyusutan pasokan musiman dari wilayah Laut Hitam memicu ketegangan pasar.

Harga permintaan di India melonjak 10 dolar AS menjadi 1.425 hingga 1.435 dolar AS per ton. Sebaliknya, harga minyak bunga matahari Rusia merosot 10 hingga 15 dolar AS per ton. Kini harga komoditas Rusia berada pada kisaran 1.280 hingga 1.290 dolar AS per ton.

Baca Juga :  Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Peningkatan pasokan minyak kanola panen baru menekan pergerakan harga minyak Rusia. Di Ukraina, harga minyak bunga matahari naik 10 hingga 15 dolar AS per ton dalam sepekan. Harga pelabuhan Laut Hitam kini menyentuh kisaran 1.325 hingga 1.330 dolar AS per ton. Rendahnya pasokan biji bunga matahari di pasar domestik menyokong kenaikan harga itu.

Penurunan Bertahap Harga Minyak Kanola

Pasar minyak kanola terus melanjutkan tren penurunan harga secara bertahap. Di Uni Eropa, harga minyak kanola turun menjadi 1.450 dolar AS per ton. Mata uang euro yang melemah menghadapi dolar AS menambah tekanan bagi pasar.

Petani bersiap menyambut musim pengolahan kanola baru pada bulan Juli hingga Agustus mendatang. Pasokan kanola baru akan mengompensasi penyusutan musiman pasokan minyak bunga matahari.

Analis memproyeksikan peningkatan hasil panen bunga matahari pada musim mendatang. Proyeksi panen melimpah ini menekan pasar kontrak berjangka secara nyata.

Penjual menawarkan minyak bunga matahari panen baru seharga 1.200 dolar AS per ton di pelabuhan Laut Hitam. Angka ini mencerminkan ekspektasi pasokan yang lebih aman untuk musim mendatang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir
Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah
Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa
Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Berita Terbaru

INTERNASIONAL

Kesepakatan Oman soal Selat Hormuz Memasuki Tahap Akhir

Selasa, 11 Agu 2026 - 14:00 WIB

Eropa Barat mengalami periode Juni-Juli terpanas yang pernah tercatat akibat perubahan iklim, memicu gelombang panas, kekeringan, dan kebakaran hutan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas Sepanjang Sejarah

Selasa, 11 Agu 2026 - 13:48 WIB

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menolak peta jalan 15 poin usulan Donald Trump untuk Gaza. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Netanyahu Tolak Rencana Damai Gaza Terbaru dari Trump

Selasa, 11 Agu 2026 - 12:00 WIB