Misi Washington: PM Sanae Takaichi Siapkan Dialog Terbuka dengan Trump Soal Krisis Iran

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Luka sejarah yang terbuka kembali. Presiden Donald Trump memicu kemarahan publik Jepang setelah menggunakan narasi serangan Pearl Harbor 1941 untuk membela keputusannya menyerang Iran tanpa pemberitahuan kepada sekutu. Dok: Reuters.

Luka sejarah yang terbuka kembali. Presiden Donald Trump memicu kemarahan publik Jepang setelah menggunakan narasi serangan Pearl Harbor 1941 untuk membela keputusannya menyerang Iran tanpa pemberitahuan kepada sekutu. Dok: Reuters.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, bersiap untuk mengadakan dialog “jujur dan terbuka” dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pertemuan tingkat tinggi ini bertujuan untuk menyelaraskan pandangan kedua negara pasca-serangan militer masif terhadap Iran.

Takaichi menyampaikan rencana tersebut dalam sidang komite parlemen pada Selasa (3/3/2026). Kunjungan resmi ke Washington ini petugas jadwalkan berlangsung pada 19 Maret mendatang di Gedung Putih. Oleh karena itu, pertemuan ini akan menjadi ujian penting bagi kedekatan personal Takaichi dan Trump di tengah ketidakpastian keamanan global.

Posisi Jepang dan Penilaian Hukum

Hingga saat ini, pemerintah Jepang memilih untuk bersikap netral terkait legalitas serangan udara AS-Israel. Takaichi menegaskan bahwa Tokyo belum bisa memberikan penilaian hukum secara definitif terhadap operasi militer tersebut.

“Pemerintah memerlukan informasi yang lebih mendetail sebelum menarik kesimpulan,” ujar Takaichi di hadapan para anggota parlemen. Meskipun demikian, Jepang secara tegas mendesak Teheran untuk segera menghentikan pengembangan senjata nuklir. Tokyo juga meminta Iran mencari solusi diplomatik guna mencegah perluasan konflik ke negara-negara tetangga yang dapat melumpuhkan kawasan.

Keamanan Maritim dan Selat Hormuz

Ketegangan di perairan Timur Tengah langsung memicu respon cepat dari otoritas maritim Jepang. Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menginstruksikan seluruh kapal milik perusahaan Jepang untuk segera menjauhi wilayah Teluk Persia.

Kementerian Transportasi menyarankan kapal-kapal yang sudah berada di kawasan tersebut untuk segera bersandar di lokasi yang aman. Pasalnya, terdapat indikasi kuat mengenai gangguan atau penutupan jalur di Selat Hormuz pasca-serangan balasan Iran. Hingga saat ini, pemerintah belum menerima laporan mengenai kerusakan pada kapal-kapal yang berafiliasi dengan Jepang. Jepang sangat bergantung pada Selat Hormuz karena sekitar 90 persen pasokan minyak mentahnya berasal dari wilayah tersebut.

Baca Juga :  Trump Salahkan Staf Atas Video Rasis Obama, Nama Natalie Harp Mencuat

Dampak Ekonomi dan Subsidi Energi

Sidang Diet (parlemen) juga membahas dampak perang terhadap ekonomi domestik Jepang. PM Takaichi mengeklaim bahwa konflik yang sedang berlangsung belum memberikan dampak instan pada harga listrik dan gas di dalam negeri.

Namun demikian, pemerintah menghadapi tantangan terkait kebijakan subsidi energi. Program subsidi tagihan listrik dan gas untuk rumah tangga dijadwalkan berakhir pada 31 Maret mendatang. “Kami belum berada pada tahap untuk memutuskan keberlanjutan subsidi tersebut,” tegas Takaichi. Pemerintah akan terus memantau fluktuasi harga energi global sebagai variabel utama dalam pengambilan kebijakan fiskal di kuartal kedua tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Berita Terbaru

Hakim federal menolak permintaan Pemerintahan Trump untuk menghentikan penghitungan 20 ribu surat suara di California.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Okt 2026 - 12:42 WIB

Menhan AS Pete Hegseth memecat perencana militer utama Pentagon Letjen Brett Sylvia. Simak kaitannya dengan rencana serangan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:39 WIB

Ilustrasi, Biaya Perang Iran melonjak hingga 47,1 miliar Dolar AS. Simak rincian pengeluaran amunisi Pentagon dan dampaknya pada Pemilu. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:42 WIB

Tabrakan kereta cepat RENFE dan IRYO di Toledo Spanyol menewaskan 68 orang. Simak kronologi kegagalan sinyal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:40 WIB