THALGAU, POSNEWS.CO.ID – Raksasa teknologi Sony mengubah arah bisnis manufaktur fisik secara drastis menjelang akhir dekade ini.
Investasi Besar untuk Transisi Era Digital
Sony mengucurkan dana segar sebesar USD 35 juta atau sekitar Rp 629 miliar. Perusahaan menggunakan dana tersebut untuk mengubah fungsi pabrik cakram mereka di Thalgau, Austria.
Fasilitas Sony DADC tersebut selama ini memproduksi sekitar 600 ribu cakram setiap hari. Cakram tersebut meliputi game PlayStation, Blu-ray, hingga compact disk (CD).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, volume produksi akan menurun tajam karena Sony berencana meninggalkan format game fisik. Pihak manajemen mengumumkan restrukturisasi pabrik kepada seluruh karyawan pada hari Rabu kemarin.
Menghindari PHK Melalui Pelatihan Ulang Staf
Keputusan besar ini tidak akan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. CEO Sony DADC Dietmar Tanzer memastikan seluruh staf tetap aman bekerja di sana.
Saat ini, produk PlayStation menyumbang sekitar 50 persen dari total produksi pabrik. Adapun pesanan game baru berkontribusi sebesar 20 persen dari volume tersebut.
Tanzer memprediksi kontribusi game fisik tersebut akan menyusut hingga sisa 10 persen pada 2028. Oleh karena itu, Sony melatih ulang staf untuk mengoperasikan mesin-mesin teknologi baru.
Mengalihkan Fokus Manufaktur ke Teknologi Mikro Optik
Sony mengalihkan fungsi lini produksi pabrik dari cakram fisik ke komponen mikro optik. Kepala Mikro Optik Sony DADC Markus Streibl menjelaskan potensi besar teknologi masa depan ini.
Mikro optik memfokuskan dan mengarahkan cahaya dalam ruang yang sangat sempit. Industri otomotif biasanya menggunakan teknologi ini untuk memproyeksikan lampu sein mobil ke aspal.
Karyawan pabrik mulai menguji peralatan baru tersebut sejak pertengahan pekan ini. Sony menargetkan produksi massal mikrolensa optik ini berjalan sepenuhnya mulai tahun depan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












