Korupsi Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, Kerugian Negara Capai Rp5 Triliun

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bareskrim Polri. 
(Posnews/Ist)

Gedung Bareskrim Polri. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dugaan korupsi pengadaan pasokan batu bara untuk sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) periode 2018–2026 menjadi sorotan.

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri menduga penyimpangan tersebut mengganggu pasokan batu bara hingga memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Kortas Tipidkor Polri Brigjen Robertus Yohanes De Deo mengatakan gangguan pasokan batu bara diduga berdampak pada blackout di Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terganggunya pasokan batu bara berdampak terhadap terjadinya blackout atau pemadaman listrik di sejumlah wilayah Indonesia,” kata De Deo, Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Prabowo Lawan Karhutla dengan 1.000 Perwira dan Ubi Bombing

Selain mengganggu pasokan listrik, penyidik mengindikasikan dugaan korupsi tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara dan perekonomian sekitar Rp5 triliun.

Namun, angka itu masih bersifat sementara karena penyidik masih berkoordinasi dengan BPK RI untuk melakukan audit investigatif.

Selanjutnya, penyidik akan memeriksa saksi, meminta keterangan ahli, serta menelusuri alat bukti guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik individu maupun korporasi.

Naik ke Tahap Penyidikan

Sebelumnya, Kortas Tipidkor Polri menaikkan kasus dugaan korupsi dan TPPU pengadaan pasokan batu bara PLTU ke tahap penyidikan.

Baca Juga :  Pilkades Bekasi 2026 Kondusif, 12.261 Personel Kawal hingga Penghitungan Suara

Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto mengatakan penyidik menemukan dugaan penyimpangan pengadaan pasokan batu bara yang melibatkan PT OBP dan PT OBA.

Penyidik menduga terjadi manipulasi dokumen kualitas batu bara, manipulasi volume pasokan, serta penyimpangan pembayaran yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Dugaan tersebut kini menjadi fokus penyidikan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum.

Polri menegaskan penyidikan masih berlangsung. Perkara telah naik ke tahap penyidikan. Penyidik kini mengumpulkan bukti untuk menetapkan pihak yang bertanggung jawab sesuai hukum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika
32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan
Operasi Narkoba Serentak, Kampung Ambon dan Boncos Digerebek Polisi
Urus Perpanjangan Izin Tinggal di Jaksel, Buronan Dugaan Suap Thailand Malah Diciduk
PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Adukan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK
Biaya Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Ternyata Cukup Siapkan Sekitar Rp23 Juta
Prabowo Beri Taklimat 800 Pati TNI-Polri, Tekankan Sinergi dan Kesiapan
Profil Letjen TNI Iwan Setiawan, Pangkostrad Baru Penakluk Everest

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Lapas Penuh Dua Kali Kapasitas, Pemerintah Siapkan Rehabilitasi Korban Narkotika

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35 WIB

32 Komputer Ditemukan di Rumah Dinas TNI Cijantung, Seorang Letkol Ditahan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Operasi Narkoba Serentak, Kampung Ambon dan Boncos Digerebek Polisi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Urus Perpanjangan Izin Tinggal di Jaksel, Buronan Dugaan Suap Thailand Malah Diciduk

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:18 WIB

PCNU Sekadau Kembalikan Uang dan Adukan Dugaan Politik Uang Muktamar NU ke KPK

Berita Terbaru

Ilustrasi, prakiraan cuaca Jabodetabek Minggu 11 Oktober 2026, potensi hujan lebat dan petir di Bogor.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Warga Jabodetabek Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Bogor

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:22 WIB

Donald Trump mengecam keras Norwegia dan Komite Nobel usai gagal meraih Hadiah Nobel Perdamaian. Simak laporan lengkapnya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Komite Nobel dan Norwegia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 23:17 WIB