Artefak Papua Pulang ke Indonesia, Dibawa Langsung Direktur FBI Kash Patel

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur FBI Kash Patel membawa artefak budaya Papua yang dipulangkan dari Amerika Serikat saat bertemu Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/BPMI Setpres)

Direktur FBI Kash Patel membawa artefak budaya Papua yang dipulangkan dari Amerika Serikat saat bertemu Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/BPMI Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Sebuah babak penting dalam upaya mengembalikan warisan budaya Indonesia kembali terbuka.

Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat Kash Patel membawa sejumlah artefak budaya Indonesia saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Artefak-artefak itu sebelumnya berada di Amerika Serikat. Namun, melalui kerja sama pemerintah Indonesia dan FBI, benda-benda tersebut kini kembali ke negara asalnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan proses pemulangan dilakukan setelah pemerintah menelusuri asal-usul setiap benda melalui provenance research.

โ€œArtefak budaya ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI. Benda-benda yang sebelumnya diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat, setelah diteliti asal-usulnya, kemudian dikembalikan,โ€ kata Fadli Zon.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Mantan Menag Gus Yaqut, Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik

Jejak Suku Dani, Asmat, hingga Danau Sentani

Fadli menjelaskan, artefak yang dipulangkan berasal dari Papua. Benda-benda tersebut berkaitan dengan kebudayaan Suku Dani, Suku Asmat, serta masyarakat di kawasan Danau Sentani.

Bagi masyarakat Papua, benda-benda itu tidak hanya memiliki nilai ekonomi. Lebih dari itu, artefak tersebut menyimpan jejak identitas, tradisi, dan perjalanan sejarah yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Karena itu, pemerintah menilai repatriasi tersebut menjadi langkah penting untuk mengembalikan warisan budaya kepada masyarakat Indonesia.

โ€œIni adalah bagian dari upaya untuk mengembalikan kedaulatan budaya kita,โ€ ujar Fadli.

Akan Dipamerkan agar Masyarakat Bisa Belajar

Setelah melalui proses penanganan dan administrasi, artefak tersebut akan dibawa ke Museum Nasional Indonesia.

Pemerintah berencana memamerkan benda-benda itu agar masyarakat dapat melihat langsung warisan budaya Indonesia yang sempat berada di luar negeri.

Selain masyarakat umum, para peneliti juga dapat memanfaatkan artefak tersebut sebagai sumber pembelajaran mengenai sejarah dan kebudayaan Papua.

Baca Juga :  Tragedi Musala Al Khoziny, Presiden Prabowo Instruksikan Periksa Semua Ponpes

Menurut Fadli, kerja sama antara Indonesia dan FBI dalam pemulangan benda budaya telah berlangsung beberapa kali.

Sebelumnya, kerja sama tersebut juga membantu mengembalikan berbagai artefak penting, termasuk arca perunggu dan benda bersejarah dari sejumlah situs budaya.

Mengembalikan Artefak, Menguatkan Identitas Bangsa

Repatriasi artefak menjadi bagian dari upaya Indonesia memulihkan warisan budaya yang hilang atau dibawa keluar negeri melalui jalur ilegal.

Kerja sama dengan lembaga penegak hukum internasional menjadi penting karena perdagangan ilegal benda budaya sering melibatkan jaringan lintas negara.

Dalam konteks ini, pemulangan artefak bukan sekadar proses mengembalikan benda.

Setiap artefak membawa cerita tentang masyarakat yang menciptakannya, tanah tempatnya berasal, dan sejarah yang melekat di dalamnya.

Karena itu, ketika sebuah artefak kembali ke tanah air, Indonesia tidak hanya menerima benda bersejarah. Indonesia juga memulihkan bagian dari cerita dan identitas bangsanya.ย **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI
Prabowo Turun Tangan, 11 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda
Teror di Kantor Komnas HAM Papua, Pigai Desak Polisi Ungkap Pelaku
BNN Minta Garuda Larang Vape, 1.716 Sampel Terdeteksi Narkotika
3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Antar Bantuan, Amran: Mereka Pahlawan Pangan
87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan
79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian
Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:23 WIB

Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI

Kamis, 10 September 2026 - 13:03 WIB

Teror di Kantor Komnas HAM Papua, Pigai Desak Polisi Ungkap Pelaku

Kamis, 10 September 2026 - 12:50 WIB

BNN Minta Garuda Larang Vape, 1.716 Sampel Terdeteksi Narkotika

Kamis, 10 September 2026 - 10:40 WIB

3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Antar Bantuan, Amran: Mereka Pahlawan Pangan

Kamis, 10 September 2026 - 09:38 WIB

87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan

Berita Terbaru