3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Antar Bantuan, Amran: Mereka Pahlawan Pangan

Kamis, 10 September 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.
(Posnews/Ist)

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Niat membawa bantuan pangan untuk masyarakat di pedalaman Papua Pegunungan justru berakhir tragis.

Tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak saat menjalankan tugas di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Ketiga korban merupakan bagian dari rombongan petugas yang menjalankan kegiatan bantuan pangan dan pertanian. Mereka menjadi sasaran penembakan saat perjalanan setelah menjalankan tugas di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar duka itu langsung mendapat perhatian Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

Amran menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menyebut ketiga petugas tersebut sebagai pahlawan pangan yang gugur ketika menjalankan tugas untuk masyarakat.

“Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia, membawa bantuan ternak untuk saudara-saudara kita di pedalaman Papua,” kata Amran melalui keterangan resmi, Kamis (10/9/2026).

Baca Juga :  PWI-LS Desak Pemprov DKI Kaji Ulang Status Cagar Budaya Makam Mbah Priok

Menurut Amran, para petugas tersebut tidak membawa ancaman. Mereka datang untuk menjalankan program pemerintah dan memastikan bantuan pangan serta ternak sampai kepada masyarakat.

Karena itu, ia menilai penembakan terhadap petugas yang sedang menjalankan misi kemanusiaan tidak semestinya terjadi.

Tiga Nyawa Melayang di Tengah Tugas

Penembakan terjadi sekitar pukul 15.53 WIT. Berdasarkan keterangan terbaru Satgas Operasi Damai Cartenz, rombongan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya berjumlah 11 orang.

Rombongan sebelumnya bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah. Setelah kegiatan selesai, mereka kemudian hendak kembali ke Wamena.

Namun, dalam perjalanan, rombongan diduga dihadang kelompok bersenjata. Tiga pegawai kemudian menjadi korban penembakan.

Ketiga korban yang telah dievakuasi ke RSUD Wamena masing-masing berinisial AR (49), AAM (35), dan WM (25).

Sebelumnya, informasi mengenai kondisi korban sempat berubah. Salah seorang korban awalnya dilaporkan kritis. Namun, korban tersebut akhirnya meninggal dunia sehingga jumlah korban tewas menjadi tiga orang.

Pelaku Diduga KKB Kodap III Ndugama

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Baca Juga :  KPK Periksa 350 Biro Haji, Kasus Dugaan Korupsi Kuota 2024 Masih Bergulir

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aparat menduga penembakan dilakukan anggota KKB Kodap III Ndugama. Meski begitu, polisi belum memastikan identitas setiap pelaku maupun peran mereka dalam serangan tersebut.

“Dari hasil penyelidikan sementara diduga pelaku penembakan adalah anggota KKB Kodap III Ndugama namun siapa pelakunya masih didalami,” kata Faizal.

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya telah melakukan penanganan dan penyelidikan di lokasi. Aparat juga mengevakuasi seluruh korban ke RSUD Wamena.

Amran Minta Aparat Usut Tuntas

Amran meminta Satgas Operasi Damai Cartenz bersama TNI-Polri mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Ia juga meminta negara memastikan petugas lapangan yang menjalankan program pangan dan pertanian mendapat perlindungan memadai.

“Program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua tidak boleh berhenti karena ancaman kekerasan. Negara harus hadir lebih kuat, melindungi setiap pahlawan pangan yang bertaruh nyawa demi menjamin kecukupan pangan rakyat Papua,” tegas Amran.

Amran memastikan program bantuan pangan dan ternak di Papua Pegunungan tetap berjalan. Menurutnya, masyarakat di pedalaman tetap berhak mendapatkan bantuan pemerintah meski situasi keamanan menjadi tantangan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan
79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian
Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Laut
SAR Perluas Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Arus Jadi Kendala
Maulid Nabi di Mabes Polri, Wakapolri Dedi: Saat Rakyat Diuji, Polisi Harus Hadir
Black September Mengintai? Wakapolri Siagakan 5.582 Personel Jelang 24 September
Nigeria dan Indonesia Tolak Kebijakan Sertifikasi Sawit Uni Eropa

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 10:40 WIB

3 ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Saat Antar Bantuan, Amran: Mereka Pahlawan Pangan

Kamis, 10 September 2026 - 09:38 WIB

87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian

Rabu, 9 September 2026 - 10:00 WIB

Proyeksi Harga CPO Indonesia 2026 Berpotensi Naik

Rabu, 9 September 2026 - 08:49 WIB

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Laut

Berita Terbaru

Petugas mengawal pemindahan 87 narapidana high risk dari Lapas Cipinang menuju Nusakambangan. (Posnews/Ist)

NASIONAL

87 Napi High Risk dari Jakarta Dipindahkan ke Nusakambangan

Kamis, 10 Sep 2026 - 09:38 WIB