79 Kampus Digandeng Polri, 31 Sudah Punya Pusat Studi Kepolisian

Rabu, 9 September 2026 - 19:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peresmian Pusat Studi Kepolisian Universitas Hasanuddin bersama Polri di Makassar. (Posnews/Humas Polri)

Peresmian Pusat Studi Kepolisian Universitas Hasanuddin bersama Polri di Makassar. (Posnews/Humas Polri)

MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID โ€“ Persoalan masyarakat semakin kompleks. Kejahatan berkembang, teknologi berubah cepat, sementara tantangan keamanan muncul dalam bentuk yang semakin beragam.

Karena itu, Polri tidak ingin menghadapi semua persoalan hanya dengan pendekatan penindakan. Dunia akademik kini digandeng untuk mencari solusi berdasarkan data, riset, dan ilmu pengetahuan.

Langkah tersebut ditandai dengan peresmian Pusat Studi Kepolisian Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Rabu (9/9/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada saat yang sama, Polri juga memperkuat kerja sama akademik dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan sambutan secara virtual dari Jakarta. Ia menilai perguruan tinggi merupakan mitra penting untuk memperkaya perspektif kepolisian.

Menurutnya, pengalaman polisi di lapangan perlu bertemu dengan kekuatan riset kampus. Dari pertemuan itu diharapkan lahir kebijakan yang lebih tepat dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Bukan Sekadar Seremonial

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan Pusat Studi Kepolisian tidak boleh berhenti sebagai lembaga administratif.

Pusat studi tersebut diharapkan menjadi ruang hidup bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan kepolisian untuk berdiskusi sekaligus menguji berbagai gagasan.

Dengan begitu, teori yang lahir di kampus tidak berhenti di ruang kelas. Hasil penelitian bisa diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca Juga :  Tragedi Musala Al Khoziny, Presiden Prabowo Instruksikan Periksa Semua Ponpes

Unhas bahkan mendorong kajian terhadap persoalan destructive fishing atau penangkapan ikan menggunakan bahan peledak. Masalah tersebut dinilai tidak cukup diselesaikan hanya dengan penegakan hukum.

Diperlukan pendekatan lintas disiplin untuk memahami akar persoalan sekaligus menemukan solusi yang bisa diterapkan di lapangan.

UMI Bawa Teknologi dan Kecerdasan Buatan

Kolaborasi juga diperkuat Universitas Muslim Indonesia.

UMI memiliki sumber daya akademik dari berbagai bidang, mulai dari hukum, teknologi, kecerdasan buatan, keamanan siber, ekonomi, energi, kesehatan, lingkungan, agama hingga ilmu sosial.

Keragaman itu menjadi modal penting untuk membangun kajian kepolisian yang lebih luas.

Sebab, kejahatan saat ini tidak lagi hanya terjadi di jalanan. Dunia digital, kecerdasan buatan, keamanan siber hingga persoalan lingkungan juga menghadirkan tantangan baru bagi aparat penegak hukum.

Pusat Studi Kepolisian UMI sendiri telah masuk dalam agenda resmi universitas dan diresmikan pada 9 September 2026.

Polisi Tak Lagi Bekerja Sendiri

Wakapolri mendorong pendekatan evidence-based policing, yakni praktik kepolisian yang bertumpu pada data, penelitian, serta pengujian ilmiah.

Pendekatan tersebut membuat pengalaman polisi di lapangan dapat diuji dan diperkaya melalui metodologi akademik.

Hasilnya diharapkan bukan hanya berupa penelitian. Lebih jauh, riset dapat melahirkan rekomendasi kebijakan dan inovasi yang bisa diterapkan langsung.

Di sinilah mahasiswa juga memiliki peran besar.

Pemikiran kritis generasi muda dapat menjadi sumber gagasan baru untuk membaca perubahan sosial, memetakan risiko, sekaligus mencari cara pencegahan sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

Baca Juga :  Indonesia Dikepung 3 Siklon, BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem dan Gelombang Tinggi

Jejaring Makin Lebar

Kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi juga terus diperluas.

Data terbaru yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menyebut Polri telah menjalin kerja sama dengan 79 perguruan tinggi. Dari jumlah itu, 31 perguruan tinggi telah membentuk pusat studi kepolisian.

Di lingkungan internal Polri, pusat studi juga dikembangkan dengan beragam fokus, antara lain kemasyarakatan, antikorupsi, terorisme, siber, sumber daya manusia, teknologi kepolisian, forensik, keamanan nasional, keadilan restoratif, transformasi konflik hingga intelijen.

Artinya, arah yang dibangun bukan sekadar memperbanyak kerja sama.ย Polri ingin membangun jaringan pengetahuan yang saling terhubung.

Dari Kampus untuk Masyarakat

Kerja sama polisi dan kampus pada akhirnya harus kembali kepada masyarakat.

Riset yang kuat diharapkan membantu polisi membaca persoalan lebih awal. Sementara itu, kampus memperoleh ruang untuk memastikan ilmu yang dikembangkan benar-benar memberi dampak.

Karena itu, keberhasilan Pusat Studi Kepolisian tidak semestinya diukur dari banyaknya acara atau jumlah kerja sama.

Ukuran yang lebih penting adalah apakah penelitian mampu melahirkan solusi, memperbaiki kebijakan, mencegah kejahatan, dan membuat pelayanan kepolisian semakin profesional.

Langkah Unhas dan UMI ini menjadi pengingat bahwa menghadapi persoalan zaman tidak cukup hanya dengan kekuatan aparat.

Ilmu, data, teknologi dan keberanian berpikir kritis juga harus menjadi bagian dari kekuatan kepolisian. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI
Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti
Kapolri Ungkap 92 Kasus Karhutla Naik Penyidikan, Korporasi Mulai Didalami
Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya
Dana untuk Korban Bencana Diduga Diselewengkan, KPK Usut 5 Tersangka BNPB
25.600 Hektare Lahan Terbakar, 9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla
Kapolri Suyudi: Jangan Hanya Jaga Keamanan, Dengarkan Keluhan Warga
KPK OTT BNPB, Sestama Rustian Ikut Diamankan, Uang Rp1,4 Miliar dan Emas Disita

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Prabowo Lantik Maruli dan Tandyo, Ini Jabatan Baru Dua Jenderal TNI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Kristomei Sianturi Resmi Pimpin BNPB, Tantangan Bencana Menanti

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:26 WIB

Bupati Gowa Husniah Talenrang Resmi Diberhentikan, Ini Langkah Selanjutnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Dana untuk Korban Bencana Diduga Diselewengkan, KPK Usut 5 Tersangka BNPB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:49 WIB

25.600 Hektare Lahan Terbakar, 9 Korporasi Sawit Jadi Tersangka Karhutla

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB