614 Pedagang Kramat Jati Direlokasi, Pasar Segera Direvitalisasi

Rabu, 2 September 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penataan pedagang dan kawasan Pasar Kramat Jati Jakarta Timur menjelang revitalisasi 2027. (Posnews/Kominfo)

Penataan pedagang dan kawasan Pasar Kramat Jati Jakarta Timur menjelang revitalisasi 2027. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, bersiap memasuki babak baru. Perumda Pasar Jaya menargetkan revitalisasi pasar dimulai pada 2027.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan. Setelah persiapan matang, pembangunan ditargetkan berjalan tahun depan.

Rencana itu muncul bersamaan dengan penataan kawasan Kramat Jati. Pemprov DKI ingin mengembalikan fungsi trotoar dan jalan tanpa memutus mata pencaharian pedagang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

614 Pedagang Dipindahkan

Penataan kawasan berlangsung pada 24–31 Agustus 2026. Pemprov DKI menyiapkan tempat bagi 614 pedagang yang sebelumnya berjualan di ruang publik.

Sebanyak 331 pedagang ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7. Kemudian, 193 pedagang ikan diarahkan ke Lokbin Kramat Jati.

Selain itu, 45 pedagang kue ditempatkan di Lokbin Cililitan. Sebanyak 45 pedagang lainnya dipindahkan ke pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Hari Ini Didominasi Berawan, BMKG Peringatkan Hujan Ringan

Namun, proses penataan belum sepenuhnya selesai. Pemprov DKI masih menyiapkan lokasi tambahan bagi pedagang yang belum tertampung.

Lokasi tersebut berada tidak jauh dari Pasar Kramat Jati. Pemprov masih menunggu kesiapan tempat sebelum mengumumkannya secara resmi.

Tak Sekadar Memindahkan Pedagang

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan penataan harus dilakukan secara humanis.

Menurutnya, aktivitas perdagangan di kawasan Kramat Jati sudah berlangsung lebih dari 50 tahun.

Karena itu, pemerintah tidak ingin menyelesaikan persoalan hanya dengan menggusur pedagang. Mereka tetap membutuhkan ruang yang layak untuk mencari nafkah.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi upaya mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik. Dengan begitu, kepentingan pedagang dan kenyamanan warga dapat berjalan beriringan.

Retribusi Digratiskan Enam Bulan

Pemprov DKI juga memberikan keringanan bagi pedagang yang direlokasi ke Lokbin Kramat Jati.

Retribusi bagi 193 pedagang ikan digratiskan selama enam bulan. Setelah masa pembebasan berakhir, tarifnya ditetapkan sekitar Rp180.000 per bulan atau Rp6.000 per hari.

Baca Juga :  PPATK Ungkap Aliran Dana SDA di Sumatera Rp36 Triliun, Dugaan Kejahatan Rp11 Triliun

Selain itu, fasilitas Lokbin akan dibenahi. Perbaikan mencakup saluran air dan sirkulasi udara. Pemprov DKI juga berencana memasang kipas angin agar aktivitas jual beli lebih nyaman.

Pasar Lama, Wajah Baru

Revitalisasi bukan sekadar mempercantik bangunan. Pasar harus menjadi tempat yang aman, bersih, nyaman, sekaligus tetap menghidupkan ekonomi warga.

Bagi pedagang, perubahan ini diharapkan membuka ruang usaha yang lebih tertata.

Sementara bagi masyarakat, kawasan pasar diharapkan menjadi lebih nyaman dan tidak lagi mengganggu fungsi jalan serta trotoar.

Dengan demikian, penataan Kramat Jati tidak hanya berbicara tentang bangunan baru.

Lebih jauh, proyek ini menjadi upaya mempertemukan kebutuhan pedagang, pejalan kaki, pengguna jalan, dan warga sekitar dalam satu kawasan yang lebih tertib.

Kini, mata warga tertuju pada 2027. Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, Pasar Kramat Jati akan memasuki fase baru setelah puluhan tahun menjadi salah satu pusat aktivitas perdagangan Jakarta Timur. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jabodetabek Diprediksi Panas, Hujan Lokal Mengintai Bogor
KJMU Bermasalah, 6 Mahasiswa Terancam Tak Bisa Lanjut Kuliah
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Terik Siang, Hujan Lokal Berpotensi Turun
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, Suhu Jabodetabek Bisa Tembus 36°C
Angkut Sampah Tanpa Izin Sesuai Ketentuan, 11 Perusahaan Kena Sanksi
Tragedi Cikarang: Ledakan Gas Lukai 6 Orang, Ayah dan Anak Meninggal
Minggu Cerah di Jabodetabek, Bogor Berpotensi di Guyur Hujan
Viral! Antrean Sembako di Polsek Penjaringan Bikin Netizen Bertanya-tanya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:37 WIB

614 Pedagang Kramat Jati Direlokasi, Pasar Segera Direvitalisasi

Rabu, 2 September 2026 - 05:46 WIB

Jabodetabek Diprediksi Panas, Hujan Lokal Mengintai Bogor

Selasa, 1 September 2026 - 06:22 WIB

KJMU Bermasalah, 6 Mahasiswa Terancam Tak Bisa Lanjut Kuliah

Selasa, 1 September 2026 - 05:30 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Terik Siang, Hujan Lokal Berpotensi Turun

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:39 WIB

Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, Suhu Jabodetabek Bisa Tembus 36°C

Berita Terbaru

Estimasi biaya ganti layar dalam iPhone Ultra mencapai Rp20 jutaan, lebih mahal dari Galaxy Z Fold 8, jelang peluncuran resmi Apple pada 9 September 2026. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Estimasi Biaya Ganti Layar iPhone Ultra Tembus Rp20 Juta

Rabu, 2 Sep 2026 - 10:00 WIB

Microsoft mengakui bug pada update Windows 11 KB5120998 yang mengubah tampilan kursor dan wallpaper, serta menyarankan pengguna menghapus update tersebut untuk sementara. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Akui Bug Kursor pada Update Windows 11 KB5120998

Rabu, 2 Sep 2026 - 07:34 WIB