PPATK Ungkap Aliran Dana SDA di Sumatera Rp36 Triliun, Dugaan Kejahatan Rp11 Triliun

Rabu, 17 Desember 2025 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Transaksi keuangan mencurigakan. (Posnews/NET)

Ilustrasi, Transaksi keuangan mencurigakan. (Posnews/NET)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membongkar transaksi keuangan mencurigakan di sektor sumber daya alam (SDA) Sumatera.

Sepanjang 2024, perputaran dana menembus Rp36 triliun, dengan dugaan tindak pidana sekitar Rp11 triliun.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menegaskan, angka tersebut hanya berasal dari Sumatera dalam satu tahun. Karena itu, ia menilai potensi pelanggaran di sektor SDA masih sangat besar dan membutuhkan pengawasan ketat. Pernyataan itu disampaikan Selasa (16/12/2025).

Selanjutnya, PPATK menelusuri dan menganalisis basis data transaksi tersebut. Hasilnya, lembaga ini menyerahkan temuan kepada aparat penegak hukum.

PPATK juga mendeteksi lonjakan transaksi mencurigakan sektor SDA, lingkungan, dan kehutanan secara nasional sejak 2021 hingga semester I 2024.

Tak hanya itu, PPATK mencatat total perputaran dana kasus SDA mencapai Rp1.767 triliun. Dana tersebut berasal dari sawit, batu bara, emas, kehutanan, nikel, pertambangan, hingga timah yang terindikasi bermasalah.

Lebih lanjut, Ivan mengungkap modus pelaku yang memanfaatkan kredit perbankan sebagai modal eksplorasi. Dari satu bank saja, PPATK menemukan pinjaman mencapai Rp16 triliun.

Baca Juga :  Pesta Miras dan Karaoke Bising di Cilincing Dibubarkan, Pemuda Tantang Ditangkap

Namun, setelah eksplorasi berjalan, dana justru banyak mengalir ke luar negeri. Analisis PPATK mencatat capital outflow sekitar Rp300 triliun, sementara dana yang kembali masuk jauh lebih kecil.

Ivan menegaskan, derasnya aliran dana itu sejalan dengan kerusakan lingkungan. Karena itu, PPATK mendorong penindakan tegas terhadap praktik ilegal SDA demi melindungi keuangan negara dan kelestarian alam. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Bawa 3 Bom Molotov ke Demo Mahasiswa di DPR, Pria 24 Tahun Jadi Tersangka
Polisi Ungkap 58 Kasus Narkoba di Tanjung Priok, 67 Tersangka Diamankan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Judi Modus Tembak Ikan hingga Slot Digerebek di Jakut dan Jakbar, 60 Orang Diperiksa
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 17:15 WIB

Bawa 3 Bom Molotov ke Demo Mahasiswa di DPR, Pria 24 Tahun Jadi Tersangka

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:30 WIB

Polisi Ungkap 58 Kasus Narkoba di Tanjung Priok, 67 Tersangka Diamankan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:49 WIB

Judi Modus Tembak Ikan hingga Slot Digerebek di Jakut dan Jakbar, 60 Orang Diperiksa

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB