Gunung Sinabung Makin Aktif, 615 Warga Kuta Tengah Mengungsi

Rabu, 2 September 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kuta Tengah mengungsi setelah aktivitas Gunung Sinabung meningkat dan statusnya naik menjadi Level III Siaga. (Posnews/BPBD)

Warga Kuta Tengah mengungsi setelah aktivitas Gunung Sinabung meningkat dan statusnya naik menjadi Level III Siaga. (Posnews/BPBD)

KARO, POSNEWS.CO.ID – Gunung Sinabung kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat.

Kondisi ini membuat ratusan warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, harus meninggalkan rumah demi keselamatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 615 warga dari 211 keluarga kini berada di Posko Penanganan Darurat Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Evakuasi dilakukan setelah aktivitas Gunung Sinabung meningkat dan statusnya naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Abu Membumbung 3.500 Meter

Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Senin (31/8) sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu, kolom abu vulkanik membumbung sekitar 3.500 meter di atas puncak atau mencapai sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Aktivitas tersebut belum sepenuhnya mereda. Pemantauan di lapangan masih menunjukkan keluarnya abu vulkanik dan rekaman gempa vulkanik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung juga mengingatkan adanya potensi awan panas. Karena itu, pemerintah memilih mempercepat evakuasi warga yang berada di jalur berbahaya.

Baca Juga :  Prediksi Cuaca Jabodetabek, 12 Juli 2026: Langit Berawan, Suhu 34 Derajat Celsius

Warga Pilih Tinggalkan Rumah

Bagi sebagian warga, mengungsi bukan pengalaman baru. Roy Sembiring, salah seorang warga Kuta Tengah, bahkan pernah mengungsi ketika Sinabung erupsi pada 2010.

Setelah kembali menetap di Kuta Tengah pada 2020, Roy kembali harus meninggalkan rumah bersama istri, ibu, dan dua anaknya.

Ia memilih mengungsi karena tidak ingin mengambil risiko menghadapi kemungkinan erupsi susulan.

Kisah tersebut menggambarkan betapa dekatnya ancaman gunung api dengan kehidupan warga di kaki Sinabung. Rumah bisa ditinggalkan sementara, tetapi keselamatan keluarga tidak bisa dipertaruhkan.

Zona Bahaya Diperluas

Seiring peningkatan aktivitas, pemerintah memperluas kawasan yang harus dihindari berdasarkan rekomendasi Kementerian ESDM.

Masyarakat dan pengunjung dilarang beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi.

Larangan juga berlaku dalam radius 3 kilometer dari puncak Sinabung serta radius sektoral hingga 6 kilometer ke arah selatan-tenggara.

Desa yang menjadi perhatian antara lain Kuta Tengah dan Ndokum Siroga di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung.

Warga Desa Payung sejauh ini masih bertahan di rumah masing-masing, tetapi diminta tetap siaga dan mengikuti perkembangan aktivitas gunung.

Baca Juga :  Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Pemerintah Bergerak, Dapur Lapangan Disiapkan

Penanganan tidak hanya berfokus pada evakuasi. BPBD Kabupaten Karo membagikan masker kepada warga yang terdampak abu vulkanik.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

Gubernur Sumut Bobby Nasution turun langsung meninjau lokasi pengungsian dan meminta keselamatan warga menjadi prioritas.

Selain itu, Brimob Polda Sumut menyiapkan dapur lapangan untuk mendukung kebutuhan warga terdampak di kawasan pengungsian.

Waspadai Abu dan Lahar

BNPB mengingatkan masyarakat tidak mendekati zona bahaya meski aktivitas gunung terlihat menurun.

Warga di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga harus mewaspadai potensi lahar, terutama ketika hujan turun di kawasan puncak.

Karena itu, masyarakat perlu menggunakan masker ketika abu vulkanik menyebar, membatasi aktivitas di luar rumah, dan mengikuti informasi resmi PVMBG serta pemerintah daerah.

Jangan menunggu erupsi membesar untuk menyelamatkan diri. Ketika pemerintah memerintahkan evakuasi, langkah paling aman adalah segera berpindah ke lokasi yang telah ditentukan.

Aktivitas Sinabung masih dipantau secara ketat. Pemerintah meminta warga tetap tenang, tetapi tidak lengah menghadapi kemungkinan perubahan aktivitas vulkanik. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wanita dalam Kardus di Bandung Dibunuh, Pelaku Ditangkap di Banten
Kejar-kejaran di Tol Tomang, Sindikat Pencuri 14 Pikap Dibongkar Polda Banten
Mayat Wanita dalam Kardus di Bandung, Polisi Periksa CCTV
WN Nigeria Sempat Kabur di Ubud, Ternyata Overstay 379 Hari
Misteri WN Inggris Tewas di Vila Bali, 50 Paket Serbuk Putih Disita
Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Warga Berjatuhan
Gedung Kolonial Ambruk di Bumiayu, 3 Warga Tewas Tertimbun
Update Gempa NTT 30 Agustus: 111 Tewas, 188.161 Warga Masih Mengungsi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 09:09 WIB

Gunung Sinabung Makin Aktif, 615 Warga Kuta Tengah Mengungsi

Rabu, 2 September 2026 - 08:56 WIB

Wanita dalam Kardus di Bandung Dibunuh, Pelaku Ditangkap di Banten

Selasa, 1 September 2026 - 16:22 WIB

Kejar-kejaran di Tol Tomang, Sindikat Pencuri 14 Pikap Dibongkar Polda Banten

Selasa, 1 September 2026 - 14:02 WIB

Mayat Wanita dalam Kardus di Bandung, Polisi Periksa CCTV

Selasa, 1 September 2026 - 09:33 WIB

WN Nigeria Sempat Kabur di Ubud, Ternyata Overstay 379 Hari

Berita Terbaru

Microsoft mengakui bug pada update Windows 11 KB5120998 yang mengubah tampilan kursor dan wallpaper, serta menyarankan pengguna menghapus update tersebut untuk sementara. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Akui Bug Kursor pada Update Windows 11 KB5120998

Rabu, 2 Sep 2026 - 07:34 WIB