Darurat Kebakaran Galuga! TPA Ditutup, Water Bombing Disiapkan

Selasa, 8 September 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Api Merembet ke TPA Galuga, Bupati Bogor Minta Maaf dan Kerahkan Tim Gabungan. (Posnews/Ist)

Api Merembet ke TPA Galuga, Bupati Bogor Minta Maaf dan Kerahkan Tim Gabungan. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Kobaran api di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, belum sepenuhnya jinak.

Untuk mempercepat pemadaman, Pemerintah Kabupaten Bogor akhirnya menutup sementara pelayanan TPA Galuga selama satu hari pada Selasa (8/9/2026).

Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin seluruh akses menuju lokasi dikosongkan dari aktivitas truk sampah agar kendaraan pemadam dan distribusi air bisa bergerak lebih leluasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta maaf kepada masyarakat, khususnya Pemerintah Kota Bogor dan warga yang terdampak penghentian sementara pelayanan TPA.

β€œKami meminta waktu satu hari kepada Pemerintah Kota Bogor dan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Pelayanan TPA Galuga hari ini, tanggal 8 September 2026, kami tutup selama satu hari,” kata Rudy.

Api Menjalar dari Lahan, TPA Galuga Ikut Terancam

Kebakaran mulai muncul pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Api awalnya berada di lahan pertanian atau lahan kosong yang bersebelahan dengan kawasan TPA.

Tiupan angin dan kondisi lahan membuat kobaran api kemudian merambat hingga menyentuh area TPA Galuga. Hingga Selasa pagi, sejumlah titik api masih terlihat dan petugas terus melakukan pemadaman.

Baca Juga :  Motif Asmara Terbongkar, Dosen Cantik di Bungo Dibunuh Brutal - Pelaku Polisi Muda

Namun, kondisi medan menjadi lawan berat bagi petugas.

Rudy menjelaskan, titik api berada di bagian belakang kawasan TPA, bukan di tengah timbunan sampah aktif. Lokasi tersebut sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Akibatnya, petugas harus menyambung selang hingga sekitar 400–500 meter untuk mengalirkan air menuju titik kebakaran. Semakin panjang selang, tekanan air yang tiba di lokasi api ikut menurun.

Truk Sampah Diminta Berhenti Sementara

Penutupan TPA Galuga selama sehari diharapkan menjadi langkah taktis agar pemadaman tidak semakin berlarut.

Tanpa lalu lintas truk pengangkut sampah, jalur menuju lokasi dapat dimaksimalkan untuk kendaraan pemadam dan distribusi air.

β€œKita optimalisasi seluruh akses jalan yang menuju TPA Galuga untuk distribusi air dan akses tim pemadam kebakaran. Mudah-mudahan hari ini bisa kita tuntaskan bersama-sama,” ujar Rudy.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan. Laporan terbaru menyebut bantuan water bombing dari TNI Angkatan Udara disiapkan untuk mendukung pemadaman.

Luas Lahan Terbakar Belum Diketahui

Besarnya kawasan yang terdampak membuat pemerintah belum dapat memastikan luas lahan yang terbakar.

Rudy mengatakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor sedang melakukan inventarisasi. Pemerintah bahkan menggunakan drone untuk membantu memetakan area yang terbakar.

Baca Juga :  Demo Hardiknas, Pengendara Hindari Kawasan Monas dan DPR, Polisi Kerahkan 3.545 Personel

β€œLuas area yang terbakar sedang kita hitung bersama-sama. Kita akan pastikan luasan lahan yang terbakar berapa,” katanya.

Langkah tersebut penting karena kebakaran tidak hanya menyangkut lahan di sekitar TPA, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas pengelolaan sampah masyarakat Bogor.

Penyebab Kebakaran Masih Misterius

Di tengah kepulan asap dan kobaran api, satu pertanyaan belum terjawab: apa penyebab kebakaran?

Rudy menegaskan pemerintah belum dapat menyimpulkan sumber api. Saat ini, prioritas utama masih mencegah kobaran meluas dan memastikan api benar-benar terkendali.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Yudi Santosa juga menyebut penyebab kebakaran belum diketahui.

Dugaan bahwa api berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah belum dapat dijadikan kesimpulan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi sebelum pemeriksaan di lokasi selesai.

Asap Jadi Ancaman Tambahan

Kebakaran di kawasan TPA bukan sekadar persoalan api. Kepulan asap juga dapat menjadi ancaman bagi warga di sekitar lokasi.

Laporan lapangan menyebut asap tebal sempat membuat mata warga terasa perih dan sebagian warga memilih menjauh dari lokasi.

Dalam kondisi seperti ini, warga sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika asap mengarah ke permukiman.

Gunakan masker yang sesuai dan segera mencari tempat dengan udara lebih bersih apabila mengalami sesak napas, batuk berat, atau iritasi mata. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Kebakaran Paniai: 11 Orang Tewas, 20 Luka dan 40 Rumah Ludes
Kakak Beradik di Banyuasin Dibunuh, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati
Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 07:51 WIB

Darurat Kebakaran Galuga! TPA Ditutup, Water Bombing Disiapkan

Selasa, 8 September 2026 - 07:14 WIB

Tragedi Kebakaran Paniai: 11 Orang Tewas, 20 Luka dan 40 Rumah Ludes

Minggu, 6 September 2026 - 20:38 WIB

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Berita Terbaru

WhatsApp menghentikan dukungan Android 5.0 dan 5.1 mulai 8 September 2026, menuntut pengguna beralih ke Android 6.0 Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

WhatsApp Naikkan Spesifikasi Minimal Android 6

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:30 WIB