Tragedi Kebakaran Paniai: 11 Orang Tewas, 20 Luka dan 40 Rumah Ludes

Selasa, 8 September 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas mengevakuasi korban kebakaran Pasar Bapouda Paniai yang menewaskan 11 orang. (Posnews/Ist)

Petugas mengevakuasi korban kebakaran Pasar Bapouda Paniai yang menewaskan 11 orang. (Posnews/Ist)

PANIAI, POSNEWS.CO.ID – Malam yang semestinya menjadi waktu warga beristirahat berubah menjadi tragedi mengerikan di Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Kebakaran hebat melanda kawasan pasar pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 00.25 WIT. Api membesar dalam hitungan menit dan melahap bangunan yang berdempetan.

Sedikitnya 11 orang meninggal dunia. Enam di antaranya merupakan anak-anak. Selain itu, 20 warga dilaporkan mengalami luka-luka, sementara sekitar 40 rumah dan kios ludes terbakar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tragedi itu membuat suasana Kampung Bapouda mendadak mencekam. Api bukan hanya menghancurkan tempat tinggal dan tempat warga mencari nafkah, tetapi juga merenggut nyawa dalam satu malam.

Api Cepat Menjalar, Warga Sulit Menyelamatkan Diri

Kasubbid Penmas Humas Polda Papua Tengah Kompol Henry J Manurung mengatakan kobaran api cepat merembet karena rumah dan kios di kawasan tersebut berdempetan.

Kondisi itu membuat proses pemadaman tidak mudah. Polisi kemudian mengerahkan satu kendaraan taktis atau Rantis Water Canon untuk membantu menjinakkan api.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT. Petugas kemudian menyisir bangunan yang terbakar.

Baca Juga :  Polda DIY Perkuat Peran Jaga Warga Hadapi Tantangan Sosial

Dari penyisiran tersebut, aparat menemukan 11 korban dalam kondisi meninggal dunia dengan luka bakar. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Paniai untuk penanganan lebih lanjut.

Enam Anak Jadi Korban

Tragedi ini semakin memilukan karena enam korban masih berusia anak-anak.

Korban meninggal terdiri atas Na (70), Wa (36), Ha (30), RF (28), dan He (30). Sementara enam korban anak masing-masing berinisial As (9), Ab (6), Ad (5), Ar (9), Ic (6), dan AY (2).

Data kepolisian yang dikutip ANTARA juga menyebut salah satu korban dewasa, Herlina (30), sedang hamil delapan bulan ketika peristiwa terjadi. Jenazahnya telah dimakamkan di Enarotali.

Dengan demikian, kebakaran tersebut bukan sekadar bencana yang menghancurkan puluhan bangunan. Di balik puing-puing itu terdapat keluarga yang kehilangan anggota sekaligus rumah dan sumber penghidupan.

Kebakaran Pasar Bapouda Paniai Tewaskan 11 Orang, Polisi Dalami Kesaksian Dua Orang.

Polisi Temukan Fakta yang Masih Misterius

Di tengah duka tersebut, polisi belum mau buru-buru menyimpulkan penyebab kebakaran.

Kapolres Paniai AKBP Royke Betaubun mengatakan penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa lokasi kejadian.

Namun, ada fakta yang kini menjadi perhatian penyidik. Berdasarkan keterangan sementara, seorang saksi mengaku melihat dua orang berada di depan rumah N sebelum api membakar rumah tersebut.

Keterangan itu masih didalami polisi. Karena itu, belum tepat menyimpulkan kedua orang tersebut berkaitan dengan kebakaran sebelum penyidik menemukan bukti pendukung.

Polisi juga masih menghitung dampak kerugian akibat kebakaran. Kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.

Baca Juga :  Lapas Cibinong Jadi Sorotan, 5 Pejabat Dinonaktifkan, Sanksi Pidana Membayangi

Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Setelah api padam, persoalan baru muncul. Puluhan keluarga kini harus menghadapi kehilangan rumah dan tempat usaha.

Warga yang rumahnya habis terbakar untuk sementara ditampung di sejumlah lokasi, termasuk Mapolsek dan Puskesmas Paniai Timur.

Jumlah pasti warga yang kehilangan tempat tinggal masih menunggu pendataan dari petugas di lapangan.

Kondisi ini menjadi pengingat keras bahwa kawasan permukiman yang bercampur dengan kios dan bangunan yang saling berhimpitan memiliki risiko kebakaran yang sangat tinggi.

Pelajaran dari Tragedi Bapouda

Kebakaran di kawasan padat dapat berubah menjadi bencana besar hanya dalam waktu singkat.

Karena itu, warga perlu memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang, memeriksa instalasi listrik secara berkala, serta tidak meninggalkan sumber api atau peralatan listrik dalam kondisi berbahaya.

Selain itu, keberadaan alat pemadam api ringan, akses kendaraan pemadam, dan jarak antarrumah menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko ketika kebakaran terjadi.

Kini, polisi masih bekerja mengungkap titik awal api dan penyebab sebenarnya kebakaran Pasar Bapouda. Apakah murni kecelakaan atau ada faktor lain, semuanya masih menunggu hasil penyelidikan.

Yang sudah pasti, dini hari itu meninggalkan luka mendalam. Sebelas nyawa melayang, enam di antaranya anak-anak, sementara puluhan keluarga kehilangan tempat berlindung dan sumber penghidupan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat
Speedboat Pemkab Fakfak Tenggelam, 10 Penumpang Termasuk Pejabat Daerah
Pengusaha Warteg Tewas di Brebes, Suami Diduga Terlibat Pembunuhan
Tergiur Janji Kerja di Lotte Chemical, 10 Pencari Kerja Diduga Rugi Rp223 Juta
Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang, Dugaan Motif Utang Rp25 Juta Diselidiki
Ayah di Ogan Ilir Tewas Ditusuk Anak Kandung Saat Menyelamatkan Kades
9 Wilayah di Sumut Digerebek, 36 Orang Diciduk dan 102,49 Gram Sabu Disita
Ibu dan Anak Terjebak Asap Karhutla, Ratusan Rumah di Bangka Selatan Terbakar

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Speedboat Pemkab Fakfak Tenggelam, 10 Penumpang Termasuk Pejabat Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Tergiur Janji Kerja di Lotte Chemical, 10 Pencari Kerja Diduga Rugi Rp223 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang, Dugaan Motif Utang Rp25 Juta Diselidiki

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Ayah di Ogan Ilir Tewas Ditusuk Anak Kandung Saat Menyelamatkan Kades

Berita Terbaru