Kakak Beradik di Banyuasin Dibunuh, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati

Selasa, 8 September 2026 - 06:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan terduga pelaku pembunuhan kakak beradik di Banyuasin. (Posnews/Polres Banyuasin)

Polisi mengamankan terduga pelaku pembunuhan kakak beradik di Banyuasin. (Posnews/Polres Banyuasin)

BANYUASIN, POSNEWS.CO.ID – Misteri hilangnya dua kakak beradik di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), selama hampir lima tahun akhirnya terbongkar.

RN (18) dan AY (14) ternyata menjadi korban pembunuhan setelah kerangka keduanya ditemukan di sebuah rumah kosong.

Lebih memilukan, polisi menduga kedua korban mengalami kekerasan seksual sebelum nyawa mereka dihabisi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini terungkap setelah warga menemukan tulang-belulang manusia di kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, pada Minggu (6/9/2026).

Tak butuh waktu lama, polisi bergerak cepat. Dua pria yang diduga terlibat, Rendi Saputra (28), warga Kenten Laut, dan Andika, warga Talang Kelapa, berhasil diamankan di lokasi berbeda sekitar tiga jam setelah penemuan kerangka.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino mengatakan, dari pemeriksaan awal, pembunuhan tersebut diduga dipicu rasa sakit hati pelaku terhadap orang tua korban.

“Dari pemeriksaan awal pengakuan pelaku karena sakit hati terhadap orang tua korban, sehingga korban nekat merencanakan pembunuhan tersebut dan memperkosa korban,” kata Risnan, Senin (7/9/2026).

Baca Juga :  Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Tertimbun Pasir Vulkanik, 2 Pendaki Masih Dicari

Hilang Sejak 2021, Berakhir di Rumah Kosong

Peristiwa tragis itu diduga terjadi pada Rabu, 27 Oktober 2021.

Saat itu, RN dan AY pergi dari rumah untuk bersekolah menggunakan sepeda motor. Setelah pulang sekolah, RN yang ketika itu berusia 18 tahun disebut berencana bertemu Rendi.

Keduanya kemudian pergi menuju kawasan Perumahan Amanah, Talang Kelapa. Lokasi tersebut diketahui memiliki sejumlah bangunan kosong dan relatif sepi.

Polisi menduga di lokasi itulah kedua korban mengalami kekerasan seksual sebelum akhirnya dibunuh.

Rendi diduga melakukan kekerasan seksual terhadap RN, sedangkan Andika diduga melakukan kekerasan seksual terhadap AY.

Hilangnya kedua bersaudara itu selama bertahun-tahun membuat keluarga terus menunggu kabar.

Namun, harapan untuk menemukan mereka hidup akhirnya pupus setelah polisi mengidentifikasi dua kerangka yang ditemukan di rumah kosong tersebut sebagai RN dan AY.

Polisi Bergerak Cepat, Satu Pelaku Melawan

Begitu identitas korban dan dugaan tindak pidana menguat, polisi langsung memburu orang-orang yang dicurigai terlibat.

Hasilnya, Rendi dan Andika ditangkap pada Minggu (6/9/2026) di dua lokasi berbeda. Salah satu pelaku bahkan mendapat tindakan tegas karena diduga melawan ketika hendak diamankan.

Baca Juga :  Pemotor Terobos Lampu Merah di Depok, Tewas Tabrak Innova di Jalan Raya Bogor

Kapolres Banyuasin menegaskan, penyidik Satreskrim Polres Banyuasin masih mengorek keterangan kedua pelaku. Polisi juga mengumpulkan bukti untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.

Artinya, motif “sakit hati terhadap orang tua korban” yang disampaikan polisi saat ini masih merupakan hasil pemeriksaan awal.

Penyidik masih harus membuktikan hubungan para pelaku dengan keluarga korban serta alasan yang melatarbelakangi tindakan keji tersebut.

Polisi Masih Bongkar Peran Masing-Masing

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi yang tidak terkendali dapat berubah menjadi kejahatan fatal.

Karena itu, aparat masih mendalami siapa yang merencanakan pembunuhan, bagaimana peristiwa tersebut terjadi, serta peran masing-masing pelaku.

Polisi juga perlu memastikan seluruh bukti forensik dan keterangan saksi sejalan dengan pengakuan para terduga pelaku.

Publik pun diminta tidak membuat kesimpulan sendiri sebelum seluruh proses penyidikan selesai.

Dalam perkara pidana, pengakuan awal tetap harus diuji dengan bukti lain agar fakta hukum terungkap secara terang. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama
Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga
Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau
Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 06:28 WIB

Kakak Beradik di Banyuasin Dibunuh, Polisi Ungkap Motif Sakit Hati

Minggu, 6 September 2026 - 20:38 WIB

Abu Krakatau Masuk Serang, Sekolah PAUD-SMP Beralih ke PJJ

Minggu, 6 September 2026 - 17:13 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Minggu, 6 September 2026 - 16:50 WIB

Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Polisi Bagikan Masker ke Warga

Minggu, 6 September 2026 - 16:39 WIB

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Berita Terbaru

Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan setelah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Humas PGS)

NASIONAL

Soetta Kembali Berdenyut, Penerbangan Dipulihkan Bertahap

Selasa, 8 Sep 2026 - 06:15 WIB

Microsoft memperkenalkan Project Zenith, versi Windows 11 khusus developer dengan fokus AI lokal dan syarat RAM 64GB. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Perkenalkan Project Zenith, Versi Windows 11 Khusus

Selasa, 8 Sep 2026 - 06:00 WIB

Ilustrasi, Prakiraan cuaca Jabodetabek Selasa 8 September 2026.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Cerah, Hujan Ringan Mengintai

Selasa, 8 Sep 2026 - 05:51 WIB