Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km

Minggu, 6 September 2026 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi patroli laut mengawasi kawasan Gunung Anak Krakatau dan mengingatkan nelayan menjauh dari radius 3 kilometer. (Posnews/Ist)

Polisi patroli laut mengawasi kawasan Gunung Anak Krakatau dan mengingatkan nelayan menjauh dari radius 3 kilometer. (Posnews/Ist)

LAMPUNG, POSNEWS.CO.ID – Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga.

Di tengah aktivitas erupsi dan sebaran abu, polisi memperketat patroli laut untuk mencegah warga mendekati kawasan berbahaya.

Patroli gabungan dilakukan di perairan sekitar gugus Pulau Anak Krakatau. Petugas menyasar nelayan dan wisatawan yang nekat masuk radius 3 kilometer dari kawah aktif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan melibatkan BKSDA, Satpolair Polres Lampung Selatan, Ditpolair Polda Lampung, Sie Humas, dan Sie Dokkes Polres Lampung Selatan. Patroli berlangsung pada 29–30 Agustus 2026.

Nelayan Dipergoki Masuk Zona Terlarang

Saat menyisir perairan pada Minggu pagi, petugas menemukan sejumlah nelayan sedang menangkap ikan menggunakan jaring.

Masalahnya, posisi mereka berada di dalam radius larangan.

Petugas langsung mendekat dan meminta para nelayan meninggalkan kawasan tersebut. Personel Dokkes juga membagikan masker sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.

Baca Juga :  Pencuri Ayam Tewas Dikeroyok Warga, KemenHAM Soroti Trauma Anak Korban

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau,” kata Yuni.

Kapal Putih Mendekat, Langsung Putar Balik

Pengawasan kembali diperketat ketika petugas melihat sebuah speedboat fiber berwarna putih mendekati kawasan Anak Krakatau sekitar pukul 10.30 WIB.

Petugas langsung bergerak. Namun, kapal tersebut memilih berbalik arah dan meninggalkan kawasan menuju perairan Banten.

Polisi kemudian mengingatkan pengelola kapal wisata agar tidak membawa wisatawan ke zona terlarang.

Keinginan melihat erupsi dari dekat memang bisa memancing rasa penasaran. Namun, jarak aman bukan sekadar angka di papan peringatan.

Radius itu dibuat untuk mengurangi risiko ketika aktivitas gunung berubah sewaktu-waktu.

Untuk memperkuat pengawasan, petugas memasang banner larangan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Sosialisasi juga diberikan kepada masyarakat dan wisatawan di Pulau Sebesi.

Petugas tidak hanya melakukan penindakan. Mereka juga membagikan masker sekaligus menjelaskan bahaya aktivitas vulkanik kepada warga.

Anak Krakatau Masih Erupsi

Badan Geologi masih menetapkan Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).

Dalam laporan khusus 5 September, Badan Geologi mencatat fenomena erupsi menerus yang disertai suara gemuruh.

Baca Juga :  Pesawat Smart Air Ditembaki OTK di Boven Digoel Papua, Pilot dan Kopilot Tewas

Aktivitas tersebut juga menghasilkan semburan material pijar yang tampak seperti lava fountain.

Status Siaga tersebut disertai rekomendasi agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Anak Krakatau.

Ancaman yang perlu diwaspadai antara lain awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.

Jangan Jadikan Erupsi sebagai Tontonan

Aktivitas Anak Krakatau memang menarik perhatian. Namun, gunung api aktif bukan tempat untuk mencari tontonan dari jarak dekat.

Polisi meminta nelayan, pengelola kapal, wisatawan, dan masyarakat mematuhi zona larangan.

Sebab, kondisi gunung api dapat berubah tanpa banyak waktu untuk bereaksi. Lebih baik kehilangan kesempatan melihat erupsi dari dekat daripada kehilangan keselamatan.

Masyarakat di Lampung dan Banten juga diminta tetap tenang, mengikuti informasi resmi Badan Geologi dan tidak mempercayai kabar yang belum terverifikasi.

Patroli gabungan kemudian kembali ke PPI Kalianda sekitar pukul 15.00 WIB. Selama kegiatan, kondisi perairan Anak Krakatau dilaporkan aman dan terkendali.

Namun, pengawasan akan terus dilakukan. Anak Krakatau boleh dilihat dari zona aman. Jangan didekati hanya demi sebuah foto atau rasa penasaran. Keselamatan tetap nomor satu. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati
Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP
Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas
Anak Krakatau Erupsi, 28 Kapal Bakauheni-Merak Tetap Beroperasi
Pengakuan Pelaku Buka Tabir Kematian Mozza di Semarang
Sadis! Pegawai SPBU Bogor Dibacok Usai Pergoki Pelaku Ganjal ATM
Dentuman Gunung Anak Krakatau Terdengar hingga Banten dan Lampung
Jejak Instagram Bongkar Misteri Mozza, Teman Dekat Kini Jadi Tersangka

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:46 WIB

Dua Pesawat Garuda dari Jeddah dan Madinah Mendarat di Kertajati

Minggu, 6 September 2026 - 15:34 WIB

Nelayan Masuk Zona Bahaya Anak Krakatau, Polisi Perketat Patroli 3 Km

Minggu, 6 September 2026 - 08:08 WIB

Bocah 12 Tahun Tewas Dicekik Tetangga Gara-Gara HP

Minggu, 6 September 2026 - 05:49 WIB

Cemburu Liat Chat Berujung Maut! Mozza Dibekap 7 Menit hingga Tewas

Sabtu, 5 September 2026 - 13:52 WIB

Anak Krakatau Erupsi, 28 Kapal Bakauheni-Merak Tetap Beroperasi

Berita Terbaru

Steam Deck kini didukung lebih dari 30.000 game Verified atau Playable, memperkuat posisi handheld PC berbasis SteamOS di industri gaming. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Steam Deck Kini Didukung Lebih dari 30.000 Game Verified

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:30 WIB

Sony memperkenalkan controller DualSense GTA 6 Limited Edition dalam varian hitam dan putih bertema Vice City, seharga US$84,99. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:00 WIB

AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran usai rudal IRGC hantam kapal Angkatan Laut, memicu kenaikan harga minyak Brent global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 Sep 2026 - 14:45 WIB