Warteg Tambora Meledak, Suherman Luka Bakar Saat Ganti Tabung LPG

Rabu, 9 September 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ledakan LPG 3 kg merusak warteg di Krendang, Tambora, Jakarta Barat. (Posnews/Ist)

Ledakan LPG 3 kg merusak warteg di Krendang, Tambora, Jakarta Barat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Suasana malam warga Krendang, Tambora, Jakarta Barat, mendadak berubah mencekam.

Dentuman keras mengguncang permukiman setelah gas LPG 3 kilogram diduga bocor dan memicu ledakan di sebuah warteg, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Ledakan itu melukai pemilik warteg, Suherman (44). Tubuhnya mengalami luka bakar dan hingga Rabu (9/9/2026) masih menjalani perawatan medis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat mengatakan kondisi korban sudah membaik. Namun, polisi belum dapat meminta keterangannya karena Suherman masih dirawat.

β€œKorban masih dirawat, belum kita mintai keterangan,” kata Sudrajat, Rabu (9/9/2026).

Ganti Tabung Gas Berujung Ledakan

Berdasarkan keterangan awal polisi, ledakan terjadi ketika korban sedang mengganti tabung LPG untuk kebutuhan memasak.

Gas diduga mengalami kebocoran. Dalam kondisi tertentu, gas yang terkumpul kemudian dapat tersulut dan menimbulkan ledakan.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tak Gentar Digugat Purnawirawan TNI, Siapkan Tim Hadapi Citizen Lawsuit

Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat mengatakan petugas langsung melakukan pengecekan dan pengamanan setelah menerima laporan warga.

Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

Warga Berhamburan Keluar Rumah

Suara ledakan yang keras sontak membuat warga sekitar panik.

Mereka berhamburan keluar rumah untuk memastikan apa yang terjadi. Dalam rekaman CCTV di sekitar lokasi, api terlihat menyambar bersamaan dengan suara ledakan.

Dampaknya cukup serius. Bagian pintu, atap, hingga lantai dua bangunan yang digunakan sebagai warteg sekaligus tempat tinggal mengalami kerusakan.

Beberapa rumah di sekitar lokasi juga disebut ikut terdampak.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Suherman menjadi satu-satunya korban yang dilaporkan mengalami luka bakar.

Ia sempat dievakuasi ke Puskesmas Tambora sebelum dirujuk ke RSUD Tarakan untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  98 Kasus Karhutla Masuk Penyidikan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Setelah kejadian, polisi mengamankan lokasi dan memasang garis polisi. Unit Identifikasi Polres Metro Jakarta Barat juga dilibatkan untuk mendukung pemeriksaan tempat kejadian perkara.

Polisi masih mendalami penyebab pasti ledakan. Karena itu, dugaan kebocoran LPG belum boleh dianggap sebagai kesimpulan akhir sebelum penyelidikan selesai.

Warga Diminta Waspada

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mengganti tabung LPG tidak boleh dilakukan sembarangan.

Masyarakat perlu memastikan regulator dan selang terpasang dengan benar. Jika tercium bau gas, jangan menyalakan api, menekan sakelar listrik, atau melakukan tindakan yang bisa memicu percikan.

Segera matikan sumber gas jika aman dilakukan, buka ventilasi, dan menjauh dari lokasi apabila kondisi berbahaya.

Satu kesalahan kecil saat menangani tabung gas bisa berujung fatal. Karena itu, kewaspadaan menjadi kunci untuk mencegah ledakan serupa kembali terjadi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang
Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli
Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk
Datang untuk Memijat, Malah Dianiaya: Terapis di Johar Baru Diperas Rp600 Ribu
Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi
Detik-Detik BYD Atto 1 Tabrak Beruntun di Blok M, Pengemudi Ojol Patah Kaki
Kampung Ambon Kembali Digerebek, Polisi Sita 10 Senjata Tajam dan Airsoft Gun
Terapis Pijat Panggilan Mengaku Dianiaya dan Diperas di Kamar Kontrakan Jakpus

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Datang untuk Memijat, Malah Dianiaya: Terapis di Johar Baru Diperas Rp600 Ribu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi

Berita Terbaru