Tragedi Warung Mi Ayam Babelan, K Tewas Bersama Bayi 7 Bulan

Rabu, 16 September 2026 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi memeriksa pelaku pembunuh wanita hamil tujuh bulan tewas di Babelan Bekasi. (Posnews/Ist)

Polisi memeriksa pelaku pembunuh wanita hamil tujuh bulan tewas di Babelan Bekasi. (Posnews/Ist)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Malam yang semula menjadi pertemuan biasa berubah menjadi tragedi di sebuah warung mi ayam di Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. K (18) tewas setelah mengalami penganiayaan di tempat tersebut.

Di balik kematian K, polisi menemukan fakta yang membuat kasus ini semakin memilukan. Korban ternyata sedang mengandung bayi berusia tujuh bulan.

Bayi perempuan yang berada dalam kandungan K juga meninggal dunia ketika ibunya tewas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fakta itu terungkap setelah dokter Rumah Sakit Ananda memeriksa korban. Jenazah K kemudian menjalani autopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

“Dari keterangan dokter di Rumah Sakit Ananda, korban dinyatakan hamil tujuh bulan. Setelah dilaksanakan autopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, di dalam rahim korban ditemukan anak yang berusia tujuh bulan,” kata Kanit Reskrim Polsek Babelan AKP Syafwardi, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga :  Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Tawuran Remaja di Bekasi, 3 Sajam Diamankan

Teriakan K Bikin Warga Berdatangan

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Lokasinya berada di sebuah warung mi ayam di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.

Warung tersebut merupakan tempat AK (23) berjualan. Menurut polisi, K dan AK sebelumnya berkomunikasi melalui aplikasi MiChat. Keduanya kemudian sepakat bertemu di warung tersebut.

Pertemuan itu berujung cekcok setelah muncul persoalan mengenai pembayaran yang telah disepakati.

Polisi menyebut nominal yang disepakati sebesar Rp250 ribu. Namun, AK hanya memberikan Rp50 ribu.

Perselisihan kemudian memanas. K sempat berteriak hingga membuat orang di sekitar lokasi menyadari adanya keributan. Teriakan tersebut akhirnya memicu warga bertindak.

Seseorang yang mengantar K mendobrak pintu belakang warung. Warga kemudian berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Babelan serta layanan darurat 110.

Leher Korban Dicekik

Polisi menyebut AK kemudian menganiaya K dengan cara mencekik bagian leher.

“Korban menolak kemudian terjadi cekcok dan korban sempat teriak sehingga pelaku panik dan mencekik korban di bagian leher, kemudian menyeret korban hingga korban mengeluarkan darah dari hidung,” kata Kasi Humas Polres Metro Bekasi AKP Aliyani.

Baca Juga :  BBM Nonsubsidi Naik, Gubernur DKI Siapkan Jurus Paksa Warga Beralih ke Transportasi Umum

K kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Polisi menyatakan korban meninggal akibat pencekikan. Pada saat yang sama, bayi perempuan dalam kandungan K juga dinyatakan meninggal dunia.

Tragedi tersebut membuat satu nyawa muda dan bayi yang belum sempat lahir sama-sama berakhir dalam satu kejadian.

Pelaku Sudah Ditahan

Setelah kejadian, polisi mengamankan AK. Pria berusia 23 tahun itu kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum.

Polisi menjerat AK dengan Pasal 458 Ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 466 Ayat (3) KUHP. Ancaman pidana maksimal yang dikenakan dapat mencapai 15 tahun penjara.

Polisi masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian berdasarkan keterangan saksi, hasil pemeriksaan medis, serta barang bukti yang diperoleh. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya
Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih
Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali
Uang Palsu Rp20 Juta Diduga Dipakai Beli Etomidate, Satu Pria Diburu
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:16 WIB

Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya

Rabu, 4 November 2026 - 08:10 WIB

Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih

Selasa, 3 November 2026 - 21:26 WIB

Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap

Selasa, 3 November 2026 - 18:47 WIB

Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali

Berita Terbaru

Corsair dan Embark Studios resmi meluncurkan lini periferal bertema ARC Raiders. Koleksi premium ini mencakup papan tik, tetikus, perangkat dengar, dan memberikan bonus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Corsair dan Embark Rilis Periferal ARC Raiders

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:53 WIB

Blaze Entertainment resmi merilis konsol genggam retro Evercade Nexus. Konsol ini menyajikan layar besar, stik analog ganda, dan dukungan ratusan kaset fisik. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Blaze Entertainment Rilis Konsol Retro Evercade Nexus

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:46 WIB

FromSoftware mendadak matikan peladen Dark Souls Dua dan Tiga akibat masalah teknis. Pemain kaitkan insiden ini dengan gangguan keamanan sebelumnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

FromSoftware Matikan Peladen Dark Souls Dua dan Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 10:35 WIB

Rumor ungkap alasan EA menutup studio BioWare dan membatalkan Mass Effect. Beban utang membuat EA pilih mendanai Star Wars Battlefront Tiga. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Rumor Ungkap Alasan EA Tutup Studio BioWare

Rabu, 4 Nov 2026 - 10:24 WIB