POSNEWS.CO.ID, BERLIN – Kanselir Jerman Friedrich Merz menghadapi krisis politik terbesar sepanjang kariernya pada Senin.
Kekalahan Mematikan Partai CDU dan Lonjakan Partai AfD
Partai Demokrat Kristen mengalami kekalahan terburuk dalam pemilu regional di Mecklenburg-Western Pomerania.
Partai CDU bahkan gagal memenuhi ambang batas minimum untuk masuk parlemen daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman merebut posisi pertama dalam pemungutan suara tersebut.
Sementara itu partai sayap kiri Die Linke memenangkan kursi terbanyak di wilayah Berlin.
Kekalahan beruntun ini mengancam kepemimpinan Merz serta stabilitas pemerintahan nasional Jerman.
Perpecahan Koalisi Pemerintah dan Agenda Reformasi
Hasil pemilu ini memicu ketegangan hebat di dalam koalisi pemerintahan pimpinan Merz.
Pemimpin Partai Sosial Demokrat Baerbel Bas mendesak pemerintah mengevaluasi ulang agenda reformasi.
Kebijakan reformasi pensiun dan pajak memicu kemarahan publik Jerman saat ini.
Meskipun demikian Merz berjanji terus melanjutkan agenda reformasi ekonomi nasional.
Direktur Utama Infineon Jochen Hanebeck mendukung Merz untuk mempertahankan arah kebijakan ekonomi.
Isu Imigrasi dan Ketegangan Hubungan Luar Negeri
Keberhasilan Partai AfD memicu kekhawatiran besar di kalangan komunitas imigran Jerman.
Pemimpin AfD Alice Weidel menolak tuduhan radikalisme dan menyebut organisasinya wadah sejati warga konservatif.
Perdana Menteri Daerah Manuela Schwesig menilai AfD memanfaatkan isu penolakan bantuan militer untuk Ukraina.
Sementara itu Kremlin memanfaatkan situasi politik Jerman untuk mengkritik kebijakan sanksi ekonomi Barat.
Warga Jerman mengkhawatirkan kebangkitan kelompok radikal kanan yang membahayakan masa depan negara.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













