Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, BERLIN – Kanselir Jerman Friedrich Merz menghadapi krisis politik terbesar sepanjang kariernya pada Senin.

Kekalahan Mematikan Partai CDU dan Lonjakan Partai AfD

Partai Demokrat Kristen mengalami kekalahan terburuk dalam pemilu regional di Mecklenburg-Western Pomerania.

Partai CDU bahkan gagal memenuhi ambang batas minimum untuk masuk parlemen daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Partai sayap kanan Alternatif untuk Jerman merebut posisi pertama dalam pemungutan suara tersebut.

Sementara itu partai sayap kiri Die Linke memenangkan kursi terbanyak di wilayah Berlin.

Baca Juga :  Teror Bom Guncang Moskow, Zelenskyy Desak Bertemu Trump

Kekalahan beruntun ini mengancam kepemimpinan Merz serta stabilitas pemerintahan nasional Jerman.

Perpecahan Koalisi Pemerintah dan Agenda Reformasi

Hasil pemilu ini memicu ketegangan hebat di dalam koalisi pemerintahan pimpinan Merz.

Pemimpin Partai Sosial Demokrat Baerbel Bas mendesak pemerintah mengevaluasi ulang agenda reformasi.

Kebijakan reformasi pensiun dan pajak memicu kemarahan publik Jerman saat ini.

Meskipun demikian Merz berjanji terus melanjutkan agenda reformasi ekonomi nasional.

Direktur Utama Infineon Jochen Hanebeck mendukung Merz untuk mempertahankan arah kebijakan ekonomi.

Baca Juga :  Uni Eropa Melunak: Target Nol Emisi 2035 Direvisi

Isu Imigrasi dan Ketegangan Hubungan Luar Negeri

Keberhasilan Partai AfD memicu kekhawatiran besar di kalangan komunitas imigran Jerman.

Pemimpin AfD Alice Weidel menolak tuduhan radikalisme dan menyebut organisasinya wadah sejati warga konservatif.

Perdana Menteri Daerah Manuela Schwesig menilai AfD memanfaatkan isu penolakan bantuan militer untuk Ukraina.

Sementara itu Kremlin memanfaatkan situasi politik Jerman untuk mengkritik kebijakan sanksi ekonomi Barat.

Warga Jerman mengkhawatirkan kebangkitan kelompok radikal kanan yang membahayakan masa depan negara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu
Pejabat Tinggi Houthi Peringatkan Sekutu Arab Saudi
Donald Trump Bentuk AI Force dan Tolak Pembatasan AI

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Selasa, 22 September 2026 - 09:18 WIB

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Berita Terbaru

Ilustrasi, Korea Utara menguji coba rudal hipersonik Hwasong-11Ma di bawah pantauan Kim Jong Un. Simak tanggapan Korea Selatan dan rencana diplomasi Trump.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:10 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz hadapi krisis politik usai kekalahan parah Partai CDU di pemilu regional. Simak rincian analisis perolehan suara AfD. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 Sep 2026 - 12:43 WIB