POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Donald Trump menyampaikan pujian langka kepada Partai Demokrat atas kemenangan mereka pada pemilu sela.
Trump mengakui peran perang Iran dalam mempengaruhi kekalahan Partai Republik pada kontestasi politik tersebut.
Meskipun demikian, pria berusia delapan puluh tahun ini menolak bertanggung jawab secara pribadi atas hasil pemilu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengakuan Atas Perang Iran Dan Rencana Veto
Trump menegaskan kesiapannya untuk bekerja sama dengan kubu Demokrat yang kini menguasai Kongres Amerika Serikat.
Namun demikian, ia mengancam akan menggunakan hak veto terhadap seluruh rancangan undang-undang usulan oposisi.
Ia menilai lonjakan harga minyak akibat konflik Iran memicu kekecewaan besar para pemilih di berbagai wilayah.
Bahkan, Trump berjanji akan terus membatalkan regulasi usulan Demokrat demi mengamankan agenda politiknya.
Trump Menyalahkan Kandidat Dan Gubernur Texas
Trump melimpahkan kesalahan kekalahan politik ini kepada kualitas para kandidat dari Partai Republik sendiri.
Ia melancarkan kritik tajam kepada Gubernur Texas Greg Abbott yang kehilangan jabatannya dari kandidat Demokrat.
Sementara itu, pejabat Gedung Putih mengklaim Trump telah bekerja lebih keras mempromosikan para kandidat tersebut.
Oleh karena itu, Trump berencana mempublikasikan analisis pribadinya mengenai penyebab kegagalan Partai Republik.
Sikap Gedung Putih Dan Ancaman Retribusi
Para staf Gedung Putih menyaksikan hasil pemilu sambil menikmati hidangan dari restoran Cheesecake Factory.
Tindakan tersebut menjadi sindiran balasan terhadap pernyataan mantan Presiden Barack Obama mengenai renovasi Gedung Putih.
Dengan demikian, Gedung Putih memberi sinyal bahwa Trump akan meningkatkan ketegangan politik dengan kelompok kiri.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













