BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Kecelakaan maut di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi, menyisakan duka mendalam.
Sebuah truk molen bernomor polisi B 9548 MV diduga mengalami rem blong, kehilangan kendali, kemudian menghantam kerumunan warga yang berada di tepi jalan.
Akibatnya, enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Tragisnya, sejumlah korban merupakan anak-anak yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi telah mengamankan sopir truk berinisial TM. Kendaraan berat tersebut juga disita sebagai barang bukti untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang merenggut enam nyawa itu.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan, penyidik akan mengusut perkara tersebut secara transparan dan berdasarkan bukti ilmiah.
“Musibah ini akan kami usut tuntas dan transparan melalui pendekatan scientific crime investigation. Setiap keputusan berpijak pada fakta yang terungkap, sebagai wujud tanggung jawab kami kepada keluarga korban dan masyarakat,” kata Putu Kholis dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Truk Molen Oleng, Kerumunan Warga Dihantam
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Joko Sembodo mengungkapkan, kecelakaan bermula ketika truk molen melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) menuju Rawapanjang.
Saat melintasi lokasi kejadian, truk diduga mengalami kerusakan pada sistem pengereman. Kendaraan berat tersebut kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kiri jalan.
“Setiba di lokasi kejadian kendaraan truk B-9548-MV mengalami rem blong (jember rem pecah),” kata Joko.
Sopir kemudian tidak mampu menguasai kemudi. Truk oleng ke kiri hingga menghantam warga yang sedang berkumpul di depan tembok bangunan di sisi kiri jalan.
“Sehingga tidak bisa menguasai kemudi dan oleng ke kiri hingga membentur kerumunan orang yang sedang berada di depan tembok bangunan kiri jalan,” sambungnya.
Benturan keras membuat sejumlah warga terpental dan terkapar. Petugas bersama warga segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat.
Enam Korban Meninggal, Anak-anak Turut Tewas
Data kepolisian mencatat 12 orang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Enam orang meninggal dunia, sedangkan enam lainnya mengalami luka-luka.
Berikut identitas korban berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan kepolisian:
Korban meninggal dunia:
1. Adisa (anak), RS Siloam Sepanjang Jaya.
2. Siti Habiah, RSUD Kota Bekasi.
3. Adiaha Raiqa Syafia (anak), RSUD Kota Bekasi.
4. Siti Nur Latifah, RSUD Kota Bekasi.
5. Muhamad Ferdiansa, RSUD Kota Bekasi.
6. Soemiyati, RSUD Kota Bekasi.
Korban luka-luka:
1. Sodik (anak), RS Siloam Sepanjang Jaya.
2. Dian, RS Siloam Sepanjang Jaya.
3. Muhammad Maulana, RS Juwita.
4. Nur Jamilah, RS Juwita.
5. Raihan (anak), RS Juwita.
6. Fatuh (anak), RS Juwita.
Kapolres Putu Kholis menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Dia mengatakan seluruh anggota langsung dikerahkan begitu menerima laporan kecelakaan.
“Kami berduka sedalam-dalamnya atas berpulangnya enam warga dalam kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia. Begitu laporan kami terima, seluruh anggota langsung dikerahkan agar pertolongan dapat diberikan secepat mungkin. Doa kami menyertai keluarga yang ditinggalkan, juga mereka yang terluka agar lekas pulih,” ujarnya.
Sopir Diamankan, Tim TAA Periksa Truk Maut
Polisi tidak hanya mengamankan pengemudi berinisial TM, tetapi juga truk molen B 9548 MV. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Selanjutnya, Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Ditlantas Polda Metro Jaya dijadwalkan melakukan analisis dan rekonstruksi kecelakaan pada Senin (2/11/2026).
Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan kondisi kendaraan, fungsi sistem pengereman, hingga faktor yang menyebabkan truk kehilangan kendali.
Sementara itu, petugas berkoordinasi dengan perusahaan pemilik kendaraan untuk mendatangkan mobil derek guna memindahkan truk dari badan jalan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi ditutup sementara selama proses penanganan.
Polisi Minta Video Korban Tidak Disebar
Di tengah suasana duka, Putu Kholis meminta masyarakat tidak menyebarluaskan foto maupun video korban kecelakaan.
Menurutnya, penyebaran gambar korban dapat menambah beban psikologis keluarga yang tengah kehilangan orang-orang tercinta.
“Kami mohon agar foto maupun video para korban tidak disebarluaskan, demi menghormati duka orang-orang terdekat mereka. Perkembangan informasi akan kami sampaikan melalui saluran resmi kepolisian,” pungkasnya.
Polisi memastikan penyelidikan terus berjalan. Hasil pemeriksaan teknis dan analisis TAA akan menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut di Jalan Cut Mutia tersebut. **
Editor : Hadwan













