JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sebanyak 530 personel gabungan turun ke Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/11/2026).
Mereka menertibkan sekitar 30 bangunan semi permanen yang berdiri di sepanjang pinggir rel kereta api kawasan A.5 hingga A.9.
Penertiban yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB itu dipimpin Satpol PP Kota Jakarta Utara. Petugas PPSU dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) turut membantu proses penataan kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini menjadi perhatian penting karena lingkungan di sekitar rel kereta memiliki risiko keselamatan bagi masyarakat.
Warga yang beraktivitas terlalu dekat dengan jalur kereta dapat menghadapi bahaya, terutama ketika kereta melintas.
Karena itu, penataan kawasan sekitar rel perlu mengutamakan keselamatan publik sekaligus memperhatikan kondisi masyarakat yang terdampak.
Kapolres Jakarta Utara Pantau Kegiatan
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi, tiba di lokasi A.5 Kampung Bahari sekitar pukul 10.15 WIB bersama sejumlah pejabat utama Polres Metro Jakarta Utara.
Adhe memantau kegiatan tersebut hingga pukul 12.00 WIB. Sejumlah unsur pemerintah daerah, TNI, dan PT KAI juga hadir untuk mendukung penertiban.
Satpol PP Kota Jakarta Utara bertindak sebagai pelaksana kegiatan dengan penanggung jawab Kepala Satpol PP Budhi Novian.
Unsur TNI hadir melalui Dandim 0502 Jakarta Utara Kolonel Inf M. Syaifuddin Fanany, dan Danramil Tanjung Priok Kapten Arm Aprianto Mebdry, S.T.Han.
Sementara itu, pemerintah kota diwakili Asisten Pemerintahan M. Andri. PT KAI diwakili Kepala Daop 1 Jakarta Jaenuri.
530 Personel Dikerahkan
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, petugas mengerahkan 530 personel dari lima unsur.
Rinciannya, 100 personel Satbrimob Polda Metro Jaya, 30 personel Polres Metro Jakarta Utara, 150 personel Satpol PP, 200 personel PT KAI, dan 50 petugas PPSU.
Kolaborasi lintas instansi tersebut membantu proses penertiban berjalan terkoordinasi. Selain menjaga keamanan, keterlibatan PT KAI juga berkaitan dengan penataan lingkungan di sekitar prasarana perkeretaapian.
Setelah sekitar dua jam lebih, kegiatan berakhir pada pukul 12.15 WIB. Petugas melaporkan seluruh rangkaian penertiban berlangsung aman dan kondusif.
Ke depan, penataan kawasan pinggir rel perlu diikuti perhatian terhadap warga yang terdampak.
Dengan begitu, upaya menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman dapat berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat. **
Editor : Hadwan













