JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026), menuai penolakan sejumlah elemen masyarakat.
Polemik tersebut bahkan membuat aparat mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi.
Sebanyak 2.411 personel dari unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah disiagakan di sekitar lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan peserta demonstrasi dapat menyampaikan aspirasi secara tertib.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Akhmadi membenarkan pengerahan personel tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang melintasi kawasan Kemayoran untuk memperhatikan kondisi lalu lintas dan mempertimbangkan jalur alternatif.
Massa Persaudaraan Muslim Tolak Konser Andrea Bocelli
Penolakan konser datang dari sejumlah kelompok, termasuk Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), dan elemen masyarakat lainnya.
Mereka mempersoalkan dugaan keberpihakan Andrea Bocelli terhadap Israel.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah penampilan sang penyanyi dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) di Los Angeles pada 2010 serta konsernya di Tel Aviv pada 2022.
Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Bachtiar Nasir turut menyuarakan penolakan. Ia menilai penyelenggaraan konser tersebut tidak sejalan dengan penderitaan rakyat Palestina akibat konflik berkepanjangan.
Meski demikian, tudingan mengenai keberpihakan sang penyanyi merupakan alasan yang disampaikan kelompok penolak dan perlu ditempatkan sebagai pernyataan mereka.
MUI dan PA 212 Sebelumnya Desak Konser Dibatalkan
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya telah meminta pemerintah membatalkan konser Andrea Bocelli di Indonesia. MUI menilai rekam jejak sang penyanyi terkait Israel bertentangan dengan sikap Indonesia yang menentang penjajahan.
MUI juga mengaitkan penolakannya dengan Fatwa Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.
Sementara itu, PA 212 menyampaikan sikap serupa. Ketua Umum PA 212 Ahmad Shobri Lubis menilai Indonesia tidak sepatutnya memberikan panggung kepada figur yang dianggap mendukung tindakan penjajahan dan genosida.
Promotor Sebut Konser Mengusung Pesan Perdamaian
Di tengah gelombang penolakan, promotor Shoemaker Live sebelumnya menyatakan konser bertajuk Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour tetap disiapkan sesuai agenda.
Pihak promotor menyebut pertunjukan tersebut membawa pesan perdamaian, persatuan, dan persaudaraan melalui musik. Mereka juga menyiapkan program sosial bagi anak-anak di wilayah terdampak konflik.
Adapun hingga laporan ini disusun, belum ada konfirmasi resmi yang dapat memastikan kabar pembakaran kerucut pembatas jalan (traffic cone), pelemparan petasan asap, maupun bentrokan fisik di area JIExpo.
Aparat gabungan tetap disiagakan untuk menjaga keamanan. Dengan demikian, penyampaian aspirasi diharapkan berlangsung tertib tanpa membahayakan peserta aksi, petugas, maupun masyarakat sekitar. **
Editor : Hadwan













