Musim Hujan 2025/2026 Diprediksi Lebih Cepat, BMKG Minta Waspada Banjir

Minggu, 14 September 2025 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, BMKG memprediksi cuaca Jabodetabek pada Kamis (21/5/2026) pagi didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, BMKG memprediksi cuaca Jabodetabek pada Kamis (21/5/2026) pagi didominasi kondisi berawan hingga berawan tebal. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2025/2026 datang lebih cepat dibanding kondisi normal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah wilayah sudah diguyur hujan sejak Agustus 2025, lalu secara bertahap meluas pada September hingga November 2025.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan awal musim hujan tahun ini lebih maju dibanding rerata klimatologis 1991–2020.

“Musim hujan diperkirakan berlangsung Agustus 2025–April 2026. Puncak hujan terjadi pada November–Desember 2025 di Sumatera dan Kalimantan, serta Januari–Februari 2026 di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujarnya, Minggu (14/9/2025).

Sebaran Zona Musim (ZOM)

Selanjutnya, Dwikorita merinci:

  • 79 ZOM (11,3%) mulai hujan pada September 2025, meliputi Sumatera Utara, Riau, Sumbar utara, Jambi barat, Bengkulu utara, Bangka Belitung selatan, Sumsel, sebagian Jawa, Kalsel, dan Papua selatan.
  • 149 ZOM (21,3%) memasuki musim hujan Oktober 2025, mencakup Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, Sulawesi selatan, dan Papua tengah.
  • 105 ZOM (15%) mengalami hujan pada November 2025, mencakup NTB, NTT, Sulawesi tengah dan tenggara, Maluku, Papua Barat, serta sebagian Papua.
Baca Juga :  Polisi Ungkap 58 Kasus Narkoba di Tanjung Priok, 67 Tersangka Diamankan

Ia menjelaskan, dibandingkan rerata 1991–2020, sebanyak 294 ZOM (42,1%) mengalami awal hujan lebih cepat, 50 ZOM (7,2%) tetap normal, dan 56 ZOM (8,0%) justru mundur.

Curah Hujan dan Potensi Bencana

Secara umum, BMKG memprediksi 69,5% wilayah mengalami curah hujan normal. Namun, 193 ZOM (27,6%) berpotensi hujan di atas normal, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua. 

Baca Juga :  Heroik! Damkar Berjibaku 3 Jam Selamatkan Bocah dari Lubang Proyek di Jaksel

Di sisi lain, 20 ZOM (2,9%) justru akan mengalami hujan di bawah normal. Oleh karena itu, Dwikorita menegaskan, masyarakat harus mewaspadai potensi banjir, banjir bandang, longsor, dan angin kencang, khususnya di daerah dengan curah hujan tinggi. 

Imbauan BMKG 

Sebagai langkah antisipasi, BMKG meminta pemerintah daerah, kementerian, hingga masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. 

Langkah mitigasi yang perlu dilakukan meliputi:

  • Penyesuaian kalender tanam pertanian.
  • Pengelolaan waduk dan irigasi.
  • Perbaikan drainase.
  • Pengendalian hama di perkebunan.

“Mitigasi sejak dini akan menekan dampak ancaman bencana hidrometeorologi,” pungkas Dwikorita. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa, Anak Krakatau, Karhutla Mengancam, Prabowo Perintahkan Mitigasi Diperkuat
Selat Sunda Dipantau Ketat, BMKG Pastikan Penyeberangan Tetap Aman
PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop
Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:34 WIB

Gempa, Anak Krakatau, Karhutla Mengancam, Prabowo Perintahkan Mitigasi Diperkuat

Senin, 7 September 2026 - 14:16 WIB

Selat Sunda Dipantau Ketat, BMKG Pastikan Penyeberangan Tetap Aman

Senin, 7 September 2026 - 07:48 WIB

PJJ Mulai 7 September, MBG di Sekolah Terdampak Anak Krakatau Disetop

Senin, 7 September 2026 - 07:34 WIB

Jangan ke Bandara Dulu, 8 Bandara Ditutup akibat Abu Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Berita Terbaru