TNI Dalami Peran Kopda FH dalam Penculikan dan Pembunuhan KCP Bank BRI

Minggu, 14 September 2025 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Dok- Istimewa

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Dok- Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Seorang oknum TNI berpangkat Kopral Dua (Kopda) FH diduga kuat terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BRI di Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (MIP), 37.

TNI kini menelusuri siapa pemberi perintah sekaligus pemberi imbalan dalam kasus ini.

Kapuspen TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan, penyelidikan masih berlangsung di bawah Polisi Militer Kodam Jaya.

“Ditunggu ya, kasus ini sedang terus didalami Pomdam Jaya,” ujar Freddy kepada wartawan, Minggu (14/9/2025).

Ia menambahkan, TNI bersama Polda Metro Jaya akan segera menggelar konferensi pers terkait perkembangan kasus ini.

Baca Juga :  Taruhan $8 Miliar di Rawa Florida: Air Tawar Penyelamat

“Dalam waktu dekat kemungkinan ada rilis bersama Polda Metro Jaya,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus bermula dari penculikan MIP pada Rabu (20/8/2025) usai menghadiri rapat dengan rekan kerjanya di Pasar Rebo, Jakarta Timur. CCTV memperlihatkan detik-detik korban diculik di parkiran pusat perbelanjaan Ciracas.

Sehari kemudian, Kamis (21/8/2025), korban ditemukan tewas di kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Peran Kopda FH dalam Aksi

Danpomdam Jaya Kolonel CPM Donny Agus menjelaskan, Kopda FH berperan sebagai perantara yang mencari orang untuk menjemput paksa korban.

Baca Juga :  Irjen Asep Edi Suheri Pimpin Apel Perdana, Perkenalkan Program “Jaga Jakarta”

“Peran yang bersangkutan sebagai perantara untuk mencari orang guna menjemput paksa,” ungkap Donny, Jumat (12/9/2025).

Donny juga mengungkapkan bahwa saat peristiwa terjadi, Kopda FH berstatus dicari karena tidak hadir tanpa izin dinas.

“Pada waktu kejadian, statusnya sedang dicari oleh satuan karena tidak hadir tanpa izin dinas,” tambahnya.

Sementara itu, Polda Metro Jaya mengamankan 15 orang tersangka lain dalam kasus ini. Penyidik masih mendalami seluruh jaringan, termasuk aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan MIP. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Pemasok Senjata ke KKB Yalimo–Yahukimo Dibongkar Polisi, 8 Orang Ditangkap
Trump Tolak Tawaran Putin: AS Pertimbangkan Operasi Militer Rebut Uranium Iran
Arus Mudik Lebaran 2026 Dipantau Ketat, Wakapolri Tinjau Command Center KM 29
Sentimen Konsumen AS Terjun Bebas: Dampak Perang Iran Mulai Cekik Ekonomi Rumah Tangga
Prabowo Ingatkan Ancaman Konflik Timur Tengah, Pemerintah Diminta Hemat BBM dan Anggaran
Diplomasi Asia Tengah: Wang Yi Desak Rekonsiliasi Damai Afghanistan-Pakistan
Heboh! 25 Kg Kokain Diduga dari Kolombia Terdampar di Selayar, Nelayan Temukan di Pesisir
Masa Depan Orde Liberal: Tantangan Populisme dan Kembalinya Politik Identitas

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:41 WIB

Jaringan Pemasok Senjata ke KKB Yalimo–Yahukimo Dibongkar Polisi, 8 Orang Ditangkap

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:31 WIB

Trump Tolak Tawaran Putin: AS Pertimbangkan Operasi Militer Rebut Uranium Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:16 WIB

Arus Mudik Lebaran 2026 Dipantau Ketat, Wakapolri Tinjau Command Center KM 29

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:37 WIB

Sentimen Konsumen AS Terjun Bebas: Dampak Perang Iran Mulai Cekik Ekonomi Rumah Tangga

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:55 WIB

Prabowo Ingatkan Ancaman Konflik Timur Tengah, Pemerintah Diminta Hemat BBM dan Anggaran

Berita Terbaru