Ribuan Pelajar Keracunan MBG di Jawa Barat, Fortusis Tuntut Program Dihentikan

Senin, 29 September 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur Program Makan Bergizi Gratis. Dok: Istimewa

Dapur Program Makan Bergizi Gratis. Dok: Istimewa

BANDUNG, POSNEWS.CO.ID – Kasus keracunan massal usai pelajar menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat bikin orang tua resah bukan main.

Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat langsung angkat suara, mereka tegas mendesak program MBG di Jabar dihentikan sementara.

Ketua Fortusis Jabar, Dwi Soebanto, menyebut deretan kasus di Bandung Barat, Bogor, Cianjur, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Sukabumi, Kota Bandung, Cimahi, hingga Cirebon menjadi bukti nyata kalau penyelenggaraan MBG bermasalah serius dan rawan mencelakakan siswa.

“Kami sebagai orang tua jelas was-was dengan keselamatan anak-anak di sekolah. Melihat maraknya keracunan akibat MBG di Jawa Barat, kami mendesak aparat penegak hukum bergerak cepat, usut tuntas biang masalahnya,” tegas Dwi Soebanto, Senin (29/9/2025).

Baca Juga :  Gara-gara Parkir, Anggota Ormas di Bogor Bikin Onar di Pasar Parung Hingga Viral

Fortusis juga menembak langsung Gubernur Jawa Barat. Mereka menuntut MBG dihentikan sementara. Sebagai gantinya, dana program diminta dialihkan ke orang tua siswa dengan pengawasan ketat dari pihak sekolah.

“Mohon kepada Gubernur Jabar agar stop dulu MBG. Lebih baik uang program disalurkan langsung kepada orang tua siswa, tentu dengan kontrol sekolah supaya jelas dan aman,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyebab Keracunan 1.333 Siswa MBG, Bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus

Data terbaru mencatat, sebanyak 1.775 pelajar dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK jadi korban keracunan MBG di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus terparah meledak di Kabupaten Bandung Barat, jumlah korban tembus 1.000 lebih siswa. Sedangkan di Garut, 657 pelajar masuk daftar korban berdasarkan laporan Dinas Kesehatan setempat.

Kalimat sudah saya buat sadis ala Pos Kota, SEO-ready, plus data diperkuat biar makin greget. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar
Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan
Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap
Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari
Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme
Rumah Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Fokus Kasus Korupsi Perkebunan Sawit
Bau Sampah Mengganggu, RDF Rorotan Dihentikan Sementara oleh Pemprov DKI
Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:23 WIB

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:50 WIB

Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:06 WIB

Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:49 WIB

Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme

Berita Terbaru