Dua Kerangka Hangus di Kwitang, Polisi Bongkar Misteri Kematian di Ruko Bekas Kerusuhan

Jumat, 31 Oktober 2025 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. (Ist)

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Dua kerangka manusia yang hangus terbakar di Kwitang, Jakarta Pusat masih misteri. Polisi wajib kembali mengungkap tabir kelam kerusuhan Kwitang dengan penemuan mayat tersebut.

Petugas menemukan dua kerangka manusia hangus yang tertimbun plafon bekas kebakaran di gedung ruko dan kantor ACC Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.

Penemuan ngeri itu terungkap ketika tim teknisi memeriksa kondisi bangunan yang luluh lantak akibat kerusuhan besar di sekitar Mako Brimob Kwitang pada 29 Agustus 2025.

Polisi Bergerak Cepat

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menegaskan pihaknya langsung menyisir lokasi, melakukan olah TKP, dan mengirim dua kerangka ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi serta pengambilan DNA.

Baca Juga :  Segera Tukar Undangan! Upacara HUT RI ke-80 di Istana Merdeka Sudah Dekat

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami menemukan dua kerangka dalam kondisi hangus dan sulit dikenali. Kerangka tertimbun plafon yang terbakar. Penyidikan forensik masih berjalan, dan perkembangan akan kami sampaikan,” kata Susatyo, Jumat (31/10/2025).

Penemuan itu terjadi Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Saksi Indra Dona Sakti mencium bau busuk menyengat saat mengecek bangunan yang gosong.

Saat menyisir lantai satu, ia melihat tulang-belulang terbakar—satu kerangka bahkan terjepit unit AC dan tertimbun puing plafon. Ia langsung memanggil rekannya, Suwardi, dan melapor ke Polsek Senen.

Polisi merespons cepat, memasang garis polisi, dan mengevakuasi kerangka ke RS Polri.

Penyidik menduga kedua korban terjebak dan tewas saat kerusuhan besar Kawasan Kwitang pada 29 Agustus 2025 lalu.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Hapus Tunggakan Peserta Tak Mampu, Berlaku Bagi Pindah Komponen

Gedung tersebut diketahui menjadi titik panas bentrokan brutal massa dan aparat.

Sampai kini, identitas korban masih misterius. Polisi membuka peluang bahwa para korban adalah warga yang hilang saat amuk massa.

“Kami menunggu hasil DNA. Jika ada keluarga yang kehilangan anggota sejak kerusuhan, silakan datang untuk identifikasi,” ujar Susatyo.

Polisi Kejar Jejak Kematian

Polisi kini menganalisis rekaman CCTV, memanggil saksi tambahan, dan memeriksa daftar orang hilang. Aparat menegaskan penyelidikan tidak akan berhenti sampai identitas korban dan penyebab kematian terungkap.

Warga sekitar mengaku merinding karena temuan ini kembali mengungkit memori horor kerusuhan yang membakar kawasan Senen.

Kasus ditangani Polsek Senen dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:07 WIB

Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB