Update Merapi: Status Tetap Siaga, BPPTKG Amati Guguran Lava Sejauh 1,7 Km

Jumat, 7 November 2025 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Merapi masih Siaga (Level III) per 6 November 2025. BPPTKG mencatat 4 kali guguran lava (terjauh 1,7 km ke arah barat daya) dan 75 kali gempa guguran. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Merapi masih Siaga (Level III) per 6 November 2025. BPPTKG mencatat 4 kali guguran lava (terjauh 1,7 km ke arah barat daya) dan 75 kali gempa guguran. Dok: Istimewa.

YOGYAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi (2.968 mdpl) tetap berada pada Level III (Siaga) berdasarkan periode pengamatan 6 November 2025.

Dalam laporan aktivitas harian (MAGMA-VAR) yang BPPTKG rilis Jumat (7/11/2025), BPPTKG menyimpulkan bahwa suplai magma masih berlangsung signifikan. Aktivitas guguran lava dan kegempaan yang masih tergolong tinggi menandai hal ini.

Guguran Lava dan Gempa Masih Aktif

Selama periode pengamatan penuh (00:00 hingga 24:00 WIB) pada 6 November, BPPTKG mengamati empat kali guguran lava.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petugas mengamati guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter ke arah Barat Daya,” tulis petugas pengamat, Suratno dan Yulianto, dalam laporan tersebut. BPPTKG mencatat guguran ini mengarah ke hulu Sungai Krasak dan Sungai Bebeng, sesuai dengan sektor potensi bahaya yang telah BPPTKG tetapkan.

Baca Juga :  Gagal Salip Kiri, Pelajar 16 Tahun Tewas Terlindas Bus di Parangtritis

Gempa-gempa yang berkaitan dengan pergerakan material di dalam tubuh gunung mendominasi aktivitas kegempaan internal:

  • Gempa Guguran: Terjadi sebanyak 75 kali.
  • Gempa Hybrid/Fase Banyak (MP): BPPTKG mencatat 55 kali. Ini menandakan adanya pergerakan fluida (cairan/gas) magma di kedalaman dangkal.
  • Gempa Vulkanik Dangkal (VB): Terjadi 1 kali.

Secara visual, petugas memantau cuaca di sekitar Merapi cerah dan berawan. Petugas mengamati asap kawah bertekanan lemah, berwarna putih dengan intensitas tipis, setinggi 20-25 meter di atas puncak.

Baca Juga :  Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Rekomendasi Bahaya Tetap Berlaku

BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini masih berupa guguran lava dan awanpanas (APG) yang dapat terjadi sewaktu-waktu. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan apapun di area potensi bahaya.

Berikut adalah rincian radius bahaya yang masih berlaku:

  1. Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
  2. Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
  3. Potensi Letusan Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Selain itu, BPPTKG meminta masyarakat yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di Merapi untuk mewaspadai bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan deras di area puncak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua
Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak
Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas
Sadis, Fotografer di Lampung Timur Tewas Ditusuk, Mobil dan Emas Raib
Ditemukan Lemah di Hutan, Demerina Masih Syok Disandera KKB Mimika
20 Hari Disandera KKB, Nemerina Wamang Diselamatkan, Satu Korban Tewas
Karnaval Maulid Pekalongan Tampilkan Adegan Mencekam, MUI Soroti Unsur Satanik
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak, Sebby Klaim Ada Dugaan Intelijen

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:57 WIB

Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua

Rabu, 16 September 2026 - 08:29 WIB

Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

Usai Santap Hidangan Tahlilan, Puluhan Warga Muntah dan Diare, 1 Tewas

Selasa, 15 September 2026 - 12:47 WIB

Sadis, Fotografer di Lampung Timur Tewas Ditusuk, Mobil dan Emas Raib

Selasa, 15 September 2026 - 12:37 WIB

Ditemukan Lemah di Hutan, Demerina Masih Syok Disandera KKB Mimika

Berita Terbaru

Laporan CBO menunjukkan biaya perang AS melawan Iran tembus $38 miliar Dolar AS dan mendongkrak inflasi hingga 2027. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Biaya Perang AS Lawan Iran Tembus 38 Miliar Dolar AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 17:39 WIB

Donald Trump mengecam keputusan Mahkamah Agung AS yang memblokir aturan pembatasan surat suara via pos jelang pemilu paruh waktu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Kecam Mahkamah Agung AS

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:35 WIB

 Serangan udara Israel di Kfar Rumman, Lebanon Selatan menewaskan 13 orang termasuk 6 anak-anak. Simak rincian eskalasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 13 Orang

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:29 WIB

Korban hilang banjir bandang Himalaya capai 3.044 orang dengan 750 tewas, sementara bantuan internasional terus mengalir ke Nepal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ribuan Korban Hilang Banjir Bandang Perbatasan Nepal-Tiongkok

Rabu, 16 Sep 2026 - 15:44 WIB