Polri Pastikan Reno dan Farhan Tewas Karena Terbakar, Bukan Korban Kekerasan

Jumat, 7 November 2025 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Karo Labdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti. (Facebook)

Karo Labdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti. (Facebook)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID β€” Misteri kematian Reno Syahputrodewo dan Muhammad Farhan Hamid yang selama ini tidak diketahui akhirnya terungkap.

Polri memastikan dua pria yang sebelumnya dilaporkan hilang dan ditemukan tewas di gedung terbakar kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, meninggal karena terbakar, bukan akibat tindak kekerasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karo Labdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti menegaskan, hasil pemeriksaan forensik menunjukkan tidak ada tanda kekerasan pada sisa kerangka kedua korban.

β€œDari hasil pemeriksaan tulang tengkorak, tulang panjang, hingga tulang panggul, tidak ditemukan adanya benturan benda tumpul maupun tanda jatuh. Semua menunjukkan korban meninggal akibat terbakar,” jelas Brigjen Sumy di RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga :  Matinya Diplomasi Rahasia? Dampak Kebocoran Data Intelijen terhadap Hubungan Bilateral

Lebih lanjut, Sumy menegaskan penyebab kematian Reno dan Farhan murni akibat terbakar hebat. Ia mengatakan, sisa organ dan struktur tulang yang tersisa memperkuat kesimpulan tersebut.

β€œKami memastikan penyebab kematiannya karena terbakar. Beberapa organ dalam sudah tidak utuh sehingga tidak ada indikasi kekerasan fisik,” tambahnya.

Teridentifikasi Lewat Tes DNA

Sebelumnya, dua kerangka manusia ditemukan di gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, yang terbakar pada 29 Agustus 2025. Temuan itu menggemparkan warga setelah kerangka baru ditemukan pada Kamis (30/10/2025).

Polisi segera mengambil sampel DNA dari keluarga dua orang yang dilaporkan hilang sejak kebakaran tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan, dua kerangka itu cocok dengan DNA milik keluarga Reno dan Farhan.

Baca Juga :  Demo Ojol di Kedubes AS Dijaga Polisi, Polda Metro Jaya Bagi Logistik ke Massa

β€œNomor postmortem 0080 cocok dengan antemortem 002, teridentifikasi sebagai Reno Syahputrodewo, anak dari Muhammad Yasin,” ujar Sumy.

β€œNomor postmortem 0081 cocok dengan antemortem 001, teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid, anak dari Hamidi,” sambungnya.

Dengan hasil ini, Polri menegaskan tidak ada unsur kekerasan atau tindak pidana dalam kematian kedua korban. Kesimpulan akhir menyatakan Reno dan Farhan tewas akibat terjebak dan terbakar dalam gedung yang dilalap api.

β€œKami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Semua hasil uji menunjukkan korban meninggal karena terbakar,” pungkas Brigjen Sumy Hastry. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini
Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput
1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor
Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme
Hati-hati di Jalan, Ini Wilayah Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Petir
Demo Jakarta Berakhir, Polisi Apresiasi Massa dan Minta Maaf kepada Pengguna Jalan
Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:59 WIB

BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan Hari Ini

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Hati-hati di Jalan, Ini Wilayah Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan Petir

Berita Terbaru

PM Jepang Sanae Takaichi dan Kanselir Jerman Friedrich Merz sepakat bekerja sama amankan pasokan mineral kritis. Simak detail strategi de-risking kedua negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:32 WIB