Dua Remaja di Tangsel Ditangkap Polisi Saat Hendak Tawuran Bawa Air Keras

Sabtu, 8 November 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, remaja tawuran.  (Ist)

Ilustrasi, remaja tawuran. (Ist)

TANGSEL, POSNEWS.CO.ID –  Aksi tawuran pelajar saat ini semakin brutal, selain menggunakan senjata tajam mereka juga sudah membawa air keras yang sangat berbahaya.

Sekelompok remaja di Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang hendak tawuran berhasil digagalkan polisi. Dua pelajar berusia 14 dan 16 tahun ditangkap sebelum sempat bentrok.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengungkapkan, keberhasilan itu berkat kolaborasi Siskamling Terpadu dan Polsek Ciputat Timur.

“Siskamling bersama anggota kami bergerak cepat dan menggagalkan aksi tawuran pelajar di wilayah hukum Ciputat Timur,” tegas Bambang, Sabtu (8/11/2025).

Baca Juga :  Pembunuhan Sadis di Serang, Pembuat Keripik FH Tewas di Hujani 22 Tusukan

Peristiwa itu terjadi pada Jumat malam (7/11) sekitar pukul 21.30 WIB. Warga yang berjaga melaporkan adanya sekelompok remaja mencurigakan di sekitar lokasi.

Polisi langsung merespons laporan itu dan mengamankan dua pelajar di tempat kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam penggeledahan, petugas menemukan beragam senjata tajam dan bahan berbahaya.

“Barang bukti yang kami sita antara lain satu celurit, satu samurai, satu penggaris besi, dua botol air keras, dua sepeda motor, dan empat ponsel,” ujar Bambang.

Baca Juga :  Seni Email Sempurna: Cara Memulai Komunikasi Profesional di Awal Minggu

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan, kedua remaja itu berencana bergabung dengan sekitar 20 rekannya untuk melakukan tawuran. Namun, kelompok lainnya berhasil melarikan diri saat polisi tiba di lokasi.

Kini, kedua pelajar berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Ciputat Timur untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Para pelaku terancam dijerat Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam tanpa izin,” tandas Bambang. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular
Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Senin, 23 Maret 2026 - 16:30 WIB

Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari

Senin, 23 Maret 2026 - 16:21 WIB

Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:14 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB