JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menggelar demo besar-besaran serentak hari ini, Senin (24/11/2025)Â di seluruh Indonesia.
Mereka menolak keras kenaikan upah minimum (UP) 2026 versi pemerintah yang dinilai cuma naik Rp 90 ribu per bulan.
Presiden KSPI dan Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut aksi ini digelar serentak di seluruh kota industri. Di Jakarta, massa dipusatkan di DPR RI dan sekitar Istana Negara.
“Aksi ini gerakan nasional. Di Jakarta dipusatkan di Istana atau DPR, sesuai dinamika lapangan,” ujar Said, Senin (24/11).
Di ibu kota, 15 ribu buruh diprediksi memadati kawasan aksi.
Gerakan serupa berlangsung di Gedung Sate Bandung, Kantor Gubernur Banten di Serang, Kantor Gubernur Jateng di Semarang, hingga Kantor Gubernur Jatim di Surabaya yang diperkirakan diikuti lebih dari 10 ribu buruh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Said menegaskan buruh menolak formula pemerintah. “Rata-rata UM tidak lebih dari Rp 3 juta. Kenaikan Rp 90 ribu jelas tidak layak,” tegasnya.
Ia memaparkan tiga opsi yang dibawa buruh:
- Tuntutan awal 8,5–10,5 persen
- Opsi kedua 7,77 persen
- Opsi ketiga minimal 6,5 persen
Said menilai aksi ini peringatan keras kepada pemerintah.
“Buruh tidak minta berlebihan. Pemerintah jangan gegabah dan jangan tunduk pada oligarki pengusaha,” tandasnya. (red)





















