GOA, POSNEWS.CO.ID – Musik hentak berganti jeritan histeris. Surga pesta pantai di Goa, India, berubah menjadi neraka dunia pada Minggu (07/12/2025) dini hari. Sedikitnya 25 nyawa melayang sia-sia dalam kebakaran dahsyat di kelab malam populer, Birch by Romeo Lane.
Insiden ini mengguncang distrik Arpora yang terkenal dengan kehidupan malamnya. Nahasnya, beberapa wisatawan asing termasuk dalam daftar korban jiwa.
Menteri Utama Goa, Pramod Sawant, menyebut hari ini sebagai hari yang sangat menyedihkan. “Kami akan menindak tegas segala bentuk kelalaian dengan hukum paling berat,” janji Sawant di lokasi kejadian.
Jebakan Maut di Ruang Bawah Tanah
Petaka bermula sekitar pukul 23.45 waktu setempat. Saat itu, lantai satu gedung sedang penuh sesak oleh pengunjung yang menikmati set DJ. Tiba-tiba, api berkobar hebat dan dengan cepat melahap struktur bangunan.
Kepanikan massal pun pecah. Sebagian tamu berhasil lari menuju pintu keluar utama. Namun, nasib berbeda menimpa para staf dan beberapa pengunjung yang panik.
Mereka justru berlari menuju ruang bawah tanah (basement) untuk berlindung. Sayangnya, keputusan itu berujung fatal. Ruangan tersebut tidak memiliki jalan keluar darurat.
Akibatnya, mereka terjebak di dalam “oven” raksasa. Asap tebal memenuhi ruangan sempit itu dengan cepat. Akhirnya, sebagian besar korban tewas karena mati lemas kehabisan oksigen sebelum api menyentuh mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Investigasi Kelalaian Pengelola
Petugas pemadam kebakaran bertarung semalaman untuk menjinakkan si jago merah. Pagi harinya, pemandangan mengerikan tersaji. Gedung mewah itu kini hanya tinggal kerangka hitam yang hangus.
Investigasi awal polisi mengarah pada dugaan pelanggaran prosedur keselamatan. Pasalnya, India memang memiliki rekam jejak buruk terkait standar keselamatan bangunan.
Politisi lokal, Michael Lobo, mendesak audit keselamatan total. “Wisatawan menganggap Goa aman. Kejadian ini sangat mengganggu dan tidak boleh terulang,” tegasnya.
Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan rasa duka mendalam. Ia menyebut insiden ini sangat memilukan hati bangsa.
Kini, Goa berduka. Pusat pariwisata yang biasanya menyambut 5,5 juta turis setiap semester ini harus melakukan introspeksi besar-besaran. Pesta boleh saja berlanjut, tetapi keselamatan nyawa manusia harus tetap menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















