JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Generasi masa lalu berperang melawan rokok sebagai musuh kesehatan nomor satu. Namun, generasi modern menghadapi pembunuh senyap yang berbeda. Musuh itu adalah kursi kerja kita sendiri.
Frasa “Duduk adalah merokok baru” (Sitting is the new smoking) kini menggema di dunia medis. Faktanya, gaya hidup sedenter atau kurang gerak telah menjadi wabah global.
Kita menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan komputer, lalu duduk lagi di kendaraan saat macet, dan berakhir duduk di sofa sambil menonton TV. Tanpa sadar, kenyamanan ini sedang menggerogoti tubuh kita dari dalam, sama mematikannya dengan racun nikotin.
Metabolisme yang “Tidur”
Apa yang sebenarnya terjadi saat kita duduk terlalu lama? Secara biologis, tubuh kita langsung bereaksi negatif. Otot-otot besar di kaki yang tidak bergerak mengirimkan sinyal istirahat ke seluruh sistem.
Seketika, produksi enzim lipoprotein lipase berhenti total. Padahal, enzim ini bertugas memecah lemak dalam darah. Akibatnya, pembakaran lemak menurun drastis.
Gula darah pun menumpuk karena otot tidak menyerapnya sebagai energi. Oleh karena itu, risiko terkena diabetes tipe 2 melonjak tajam pada pekerja kantoran. Pankreas harus bekerja lembur memproduksi insulin, namun sel-sel tubuh menolaknya.
Tulang Belakang Menjerit
Dampak fisik juga terlihat nyata pada struktur tulang kita. Manusia berevolusi untuk bergerak, bukan untuk melipat tubuh di kursi selama 8 jam.
Duduk terlalu lama memberikan tekanan ekstrem pada piringan sendi tulang belakang. Lantas, muncullah keluhan nyeri punggung bawah (low back pain) yang kronis.
Selain itu, kebiasaan menatap layar komputer menciptakan fenomena “Tech Neck”. Leher kita terus menunduk ke depan. Imbasnya, otot leher tegang dan tulang leher kehilangan lengkungan alaminya. Postur tubuh pun berubah menjadi bungkuk permanen.
Konsep NEAT: Bergerak Tanpa Nge-Gym
Lalu, apakah kita harus pergi ke gym setiap hari? Tentu saja olahraga itu penting. Akan tetapi, para ahli mengenalkan konsep yang lebih sederhana namun vital, yaitu NEAT (Non-Exercise Activity Thermogenesis).
NEAT adalah energi yang kita keluarkan untuk segala aktivitas selain tidur, makan, atau olahraga terstruktur. Contohnya, berjalan ke mesin kopi, mengetuk-ngetukkan kaki, atau naik tangga.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki NEAT tinggi jauh lebih sehat. Sebaliknya, orang yang olahraga satu jam tapi duduk sisa harinya (disebut active couch potato) tetap berisiko tinggi terkena penyakit metabolik.
Aturan 20-20-20 dan Meja Berdiri
Pada akhirnya, kita harus mengubah cara kerja kita. Kita tidak perlu berhenti bekerja, tetapi kita wajib mengubah posisinya.
Mulailah menerapkan aturan sederhana. Gunakan teknik 20-20-20 untuk mata dan tubuh. Setiap 20 menit, alihkan pandangan sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Lebih baik lagi, berdiri dan regangkan badan sejenak.
Jika memungkinkan, gunakanlah meja berdiri (standing desk). Ingatlah, tubuh Anda adalah aset termahal. Jangan biarkan kursi nyaman di kantor menjadi peti mati perlahan bagi masa depan kesehatan Anda.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















