Ribuan Nelayan SNI Muara Baru Bergerak, Gelar Aksi Nasional di Istana dan KKP

Kamis, 18 Desember 2025 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan nelayan dan pelaku usaha perikanan memadati Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, membawa spanduk berisi tuntutan pro-nelayan pada aksi nasional, Kamis (18/12/2025). (Posnews/MR)

Ribuan nelayan dan pelaku usaha perikanan memadati Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, membawa spanduk berisi tuntutan pro-nelayan pada aksi nasional, Kamis (18/12/2025). (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ribuan nelayan dan pelaku usaha perikanan memadati pintu masuk Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (18/12/2025) pagi.

Mereka turun ke lapangan untuk mendesak Presiden Prabowo Subianto segera melakukan reformasi kebijakan perikanan di Indonesia.

Pantauan Posnews di lokasi menunjukkan bahwa kapal-kapal nelayan membawa spanduk yang berisi aspirasi mereka. Spanduk tersebut menuntut pemerintah untuk:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Tolak Naturalisasi Kapal Asing
  • Tolak Diskriminasi Kapal Angkut
  • Hapus PBB Laut
  • Tolak Kuota Penangkapan Ikan
  • Turunkan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) menjadi 3 persen
  • Serta beberapa tuntutan lain yang mewakili jeritan hati nelayan

1.250 Massa Dikerahkan untuk Aksi Nasional

Pihak penyelenggara menurunkan 1.250 nelayan dan pelaku usaha perikanan untuk mengikuti aksi nasional di kawasan Istana Presiden dan Kementerian Kelautan & Perikanan (KKP).

Baca Juga :  Pemerintah Belum Terbitkan Surat Pemberhentian Noel, Tunggu Penjelasan KPK

James Then, Sekjen Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI), menjelaskan bahwa para nelayan menuntut keterlibatan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam merumuskan dan mereformasi kebijakan perikanan.

“Kondisi saat ini sangat memberatkan nelayan, terutama kebijakan KKP yang tidak berpihak pada pelaku usaha perikanan. Saat ini, 40 persen kapal nelayan mangkrak akibat kebijakan tersebut.

Jika kondisi ini diteruskan, sekitar 17 ribu kepala keluarga di Muara Baru berpotensi kehilangan mata pencaharian,” tegas James Then.

Desakan Melibatkan Nelayan dalam Kebijakan

Selain itu, James menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto perlu memastikan KKP melibatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan saat merumuskan dan menerapkan kebijakan.

Hal ini bertujuan agar program pemerintah tepat sasaran dan mengutamakan kesejahteraan nelayan.

Baca Juga :  Rembuk Nelayan Nasional 2025, SNI Desak Pemerintah Dengar Suara Nelayan Indonesia

“Kami, nelayan Indonesia, merupakan bagian dari dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2024. Kami berharap aspirasi kami direalisasikan, termasuk Tolak Naturalisasi Kapal Asing, Tolak Diskriminasi Kapal Angkut, Hapus PBB Laut, Tolak Kuota Penangkapan Ikan, dan Turunkan PNBP menjadi 3 persen,” tambah James.

SNI Gelar Aksi Nasional, Belasan Ribu Nelayan Terlibat

Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) menggelar aksi nasional di Istana dan KKP dengan belasan aspirasi yang menekankan reformasi kebijakan perikanan pro-nelayan.

Belasan ribu nelayan ikut aksi menuntut kebijakan KKP yang adil bagi kesejahteraan mereka.

Polisi Ditpolairud Polda Metro Jaya, Polsek Muara Baru, dan Koramil Penjaringan mengamankan dan mendata massa agar tertib. Petugas memastikan demonstrasi menuju Istana dan KKP berlangsung aman dan tertib. (MR)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjakarta Blok M–Bandara Soetta Rp15.000
Bea Cukai Bongkar Fakta Baru Pilot Malaysia Kurir Narkoba 25 Kg, Diupah Rp220 Juta
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Monas
SUTET Priok–Muara Tawar Dipercepat, PLN Salurkan Kompensasi Warga di Cilincing
Cuaca Jabodetabek Jumat Ini, Jakarta Cerah dan Bekasi-Bogor Hujan Ringan
Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:48 WIB

Pemprov DKI Tetapkan Tarif Transjakarta Blok M–Bandara Soetta Rp15.000

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:27 WIB

Bea Cukai Bongkar Fakta Baru Pilot Malaysia Kurir Narkoba 25 Kg, Diupah Rp220 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:21 WIB

Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Polisi Imbau Warga Hindari Kawasan Monas

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:05 WIB

SUTET Priok–Muara Tawar Dipercepat, PLN Salurkan Kompensasi Warga di Cilincing

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:26 WIB

Cuaca Jabodetabek Jumat Ini, Jakarta Cerah dan Bekasi-Bogor Hujan Ringan

Berita Terbaru

Putusan panggung hukum Buffalo. Juri federal menyatakan Hadi Matar bersalah atas aksi terorisme internasional terkait penikaman novelis Salman Rushdie. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis

Jumat, 31 Jul 2026 - 16:21 WIB

Tragedi kematian massal satwa liar. Otoritas Kenya mencurigai racun sianida pada buah tomat di perbatasan Taman Nasional Amboseli sebagai pemicu kematian 15 gajah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:14 WIB