JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan malam pergantian Tahun Baru 2026 di Jakarta tetap digelar. Namun, Pemprov DKI menegaskan perayaan berlangsung sederhana tanpa kemewahan.
Meski begitu, hingga kini Pramono belum menetapkan konsep resmi acara tahun baru di Ibu Kota.
Namun demikian, Pramono menegaskan Jakarta sebagai ibu kota negara dan kota global tetap menjadi sorotan dunia saat pergantian tahun.
Karena itu, Pemprov DKI mempertimbangkan kondisi duka akibat banjir dan longsor di Pulau Sumatera.
Karena alasan tersebut, Pemprov DKI memastikan tidak ada pesta glamor. Sebaliknya, perayaan diarahkan ke kegiatan sederhana bernuansa doa dan refleksi.
Meski sederhana, Pramono menilai penyambutan tahun baru tetap perlu dilakukan karena Jakarta menjadi wajah Indonesia di mata dunia.
3.500 Gedung Diperiksa, 10 Kena SP1
Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta menggencarkan pengawasan gedung. Pramono menyebut sekitar 3.500 gedung telah diperiksa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasilnya, sebanyak 10 gedung dijatuhi sanksi peringatan pertama (SP1) karena perizinan tidak lengkap.
Namun, Pramono enggan membeberkan identitas gedung tersebut. Ia menegaskan pemeriksaan ini menjadi tindak lanjut kebakaran Gedung Terra Drone di Jakarta Pusat yang menewaskan 22 orang.
Dengan langkah ini, Pemprov DKI berharap kejadian serupa tidak terulang, khususnya di gedung-gedung yang tumbuh tanpa kelengkapan izin. (red)



















