Aktivis Lokataru Divonis Bebas, Delpedro Marhein Desak Pemerintah Pulihkan Nama Baik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hakim Bebaskan Direktur Lokataru Delpedro Marhaen Cs di Kasus Demo Ricuh 2025. (Posnews/Ist)

Hakim Bebaskan Direktur Lokataru Delpedro Marhaen Cs di Kasus Demo Ricuh 2025. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktur Eksekutif Lokataru Foundation, Delpedro Marhein, akhirnya menghirup udara bebas setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis dirinya tidak bersalah dalam perkara dugaan penghasutan terkait kericuhan aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025.

Usai sidang putusan, Delpedro yang akrab disapa Pedro langsung menyuarakan tuntutan kepada pemerintah.

Ia meminta negara melalui Yusril Ihza Mahendra selaku Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan untuk memulihkan nama baik serta mengganti kerugian yang mereka alami selama proses hukum berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami meminta kepada Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra sebagai perwakilan negara untuk memulihkan nama baik kami, memperbaiki harkat dan martabat kami, serta menggantikan seluruh kerugian materil yang kami alami,” tegas Pedro di PN Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2026).

Empat Terdakwa Langsung Dibebaskan

Selain Delpedro, majelis hakim juga membebaskan tiga terdakwa lain dalam perkara yang sama.

Baca Juga :  Arus Nataru Membludak, 46 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Naik Kereta Api

Mereka adalah Muzaffar Salim yang merupakan staf Lokataru, Syahdan Husein aktivis Gejayan Memanggil, serta Khariq Anhar, mahasiswa Universitas Riau.

Majelis hakim menyatakan keempat terdakwa tidak terbukti melakukan penghasutan sebagaimana yang didakwakan jaksa penuntut umum.

Dalam pertimbangannya, hakim menilai tidak ada bukti kuat yang menunjukkan para terdakwa mengetahui informasi yang mereka sampaikan sebagai informasi keliru.

Selain itu, hakim juga menegaskan tidak ada hubungan sebab-akibat langsung antara unggahan para terdakwa dengan kericuhan yang terjadi saat aksi demonstrasi.

“Kerusuhan yang terjadi lebih berkaitan dengan peristiwa faktual di lapangan yang berdiri sendiri,” ujar hakim saat membacakan putusan.

Mengaku Rugi dan Kehilangan Aktivitas

Pedro juga mengungkapkan selama proses hukum berlangsung dirinya bersama tiga terdakwa lain mengalami kerugian besar.

Ia mengaku tidak bisa bekerja, sementara sebagian terdakwa juga terpaksa menghentikan aktivitas kuliah selama menjalani proses hukum.

Baca Juga :  Ammar Zoni Jalani Sidang Perdana, Kasus Narkoba Lewat Zoom dari Nusakambangan

“Kami mendekam enam bulan di penjara. Selama itu kami kehilangan pekerjaan, aktivitas, dan harus menanggung berbagai biaya selama proses persidangan,” ungkapnya.

Karena itu, Pedro berharap putusan bebas tersebut menjadi preseden penting bagi perlindungan kebebasan berpendapat dan demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, banyak orang yang ditahan karena aktivitas politik atau demonstrasi yang sejatinya memperjuangkan hak demokrasi.

Hakim Perintahkan Terdakwa Dibebaskan

Dalam amar putusannya, majelis hakim juga memerintahkan agar seluruh terdakwa segera dibebaskan dari tahanan setelah putusan dibacakan.

“Memerintahkan para terdakwa dibebaskan dari tahanan seketika setelah putusan ini diucapkan,” tegas hakim.

Dengan putusan tersebut, Delpedro Marhein dan tiga rekannya resmi bebas setelah sebelumnya didakwa menghasut kericuhan dalam aksi demonstrasi yang terjadi pada akhir Agustus 2025. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu
Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Dipicu Asmara Tak Direstui
Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak
Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung
KP2MI Kawal Kasus TKW Dianiaya di Johor Bahru, Korban Kini di Rumah Aman
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Percobaan Penculikan Lansia di PIK, Pelaku Masih Diburu

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 18:36 WIB

Jaringan Narkoba Lintas Sumatera-Jawa Digulung, Pengendali Berinisial CA Diburu

Senin, 15 Juni 2026 - 18:11 WIB

Motif Percobaan Penculikan Lansia di PIK Terungkap, Dipicu Asmara Tak Direstui

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 09:38 WIB

Viral! Eks Ketua BEM UGM Klaim Mobilnya Dipasangi Alat Pelacak

Senin, 15 Juni 2026 - 09:26 WIB

Anggaran KemenHAM 2027 Fokus Kanwil dan Pelayanan HAM, Bukan Bangun Gedung

Berita Terbaru