Ambisi Perdamaian Trump: BOP Himpun $7 Miliar dan Libatkan 8.000 Pasukan Indonesia

Jumat, 20 Februari 2026 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah awal diplomasi baru. Gedung Putih merencanakan pertemuan perdana

Langkah awal diplomasi baru. Gedung Putih merencanakan pertemuan perdana "Board of Peace" untuk rekonstruksi Gaza, di tengah kekhawatiran global mengenai efektivitas dan struktur dewan tersebut. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi meluncurkan operasional dewan perdamaiannya, Board of Peace, melalui pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri delegasi dari 47 negara. Inisiatif ini menandai upaya Trump untuk membangun reputasi sebagai juru damai di tengah bayang-bayang ancaman perang terhadap Iran.

Dalam pidatonya, Trump mengumumkan bahwa sejumlah negara telah mengumpulkan dana sebesar $7 miliar sebagai uang muka awal bagi pembangunan kembali wilayah Gaza. Negara-negara kontributor utama meliputi Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Maroko, Bahrain, Kazakhstan, Azerbaijan, Uzbekistan, dan Kuwait.

Indonesia Kirim 8.000 Pasukan Stabilisasi

Salah satu pengumuman paling signifikan dalam pertemuan tersebut datang dari Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Indonesia menyatakan komitmennya untuk mengirimkan hingga 8.000 personel militer guna bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF).

Selanjutnya, pasukan ini akan berada di bawah komando seorang Jenderal AS dengan wakil komandan dari Indonesia. Rencana strategis ISF mencakup pengerahan total 20.000 tentara dan pelatihan 12.000 personel polisi Palestina. Misi awal akan fokus pada wilayah Rafah yang kini berada di bawah kendali militer Israel. Dengan demikian, kehadiran pasukan Indonesia dipandang sebagai penyeimbang kredibilitas dalam upaya perdamaian yang didominasi oleh Washington.

Baca Juga :  Masa Depan CNN di Ujung Tanduk, Mainan Politik Trump atau Anak Tiri Netflix?

Dilema Pelucutan Senjata Hamas

Meskipun dana dan pasukan mulai terhimpun, keberhasilan rencana ini sangat bergantung pada pelucutan senjata kelompok Hamas. Trump mengakui bahwa proses ini tidaklah mudah. “Hamas telah berjanji untuk melucuti senjata, dan tampaknya mereka akan melakukannya, namun kita harus memastikannya terlebih dahulu,” ujar Trump.

Namun demikian, juru bicara Hamas di Gaza, Hazem Qassem, menegaskan bahwa ujian sesungguhnya bagi Board of Peace adalah kemampuan mereka untuk memaksa Israel menghentikan pelanggaran gencatan senjata. PM Israel Benjamin Netanyahu secara tegas memperingatkan bahwa Hamas akan menghadapi dilema: melucuti senjata secara damai atau dipaksa melalui kekuatan militer. Oleh karena itu, ketidakpastian di lapangan tetap menjadi hambatan terbesar bagi realisasi dana rekonstruksi yang diestimasi membutuhkan total $70 miliar.

Baca Juga :  Dosen Cantik Untag Tewas Tanpa Busana, AKBP M Ditangkap Propam Polda Jateng

Kritik terhadap Struktur dan Otoritas PBB

Pertemuan di Washington ini juga memicu kecemasan diplomatik global. Board of Peace memasukkan Israel sebagai anggota namun tidak menyertakan perwakilan resmi dari Palestina. Selain itu, langkah Trump yang ingin memperluas mandat dewan ini untuk menangani “titik panas” konflik lain di seluruh dunia petugas nilai dapat merusak otoritas PBB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, membela inisiatif ini sebagai satu-satunya jalan keluar yang realistis. “Kita harus melakukan ini dengan benar. Tidak ada rencana B untuk Gaza. Rencana B adalah kembali berperang, dan tidak ada seorang pun di sini yang menginginkannya,” tegas Rubio. Meskipun gaya pertemuan menyerupai kampanye politik Trump lengkap dengan atribut topi merah, administrasi AS bersikeras bahwa dewan ini bertujuan untuk memperkuat, bukan melemahkan, peran diplomasi global di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Tegaskan ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Berhak Ajukan Pleidoi di PN Batam
Ibu ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Menangis, Minta Prabowo Hentikan Hukuman Mati
Cuaca Jabodetabek 21 Februari 2026, Berawan Tebal Hingga Hujan Ringan
Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka
Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran
Kronologi KA Bandara Soetta Tabrak Truk Trailer di Tangerang Terekam CCTV
Pemerintah Wacanakan Komnas HAM Punya Kewenangan Penyidikan Kasus HAM Berat
Begal Modus Pura-pura Diludahi di Cempaka Putih, Motor Pemuda Sukabumi Raib

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:51 WIB

Kejagung Tegaskan ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Berhak Ajukan Pleidoi di PN Batam

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:19 WIB

Ibu ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Menangis, Minta Prabowo Hentikan Hukuman Mati

Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:53 WIB

Cuaca Jabodetabek 21 Februari 2026, Berawan Tebal Hingga Hujan Ringan

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:55 WIB

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:45 WIB

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Berita Terbaru

Minuman hangat seperti wedang jahe, susu kunyit, dan teh jahe lemon yang meningkatkan imun tubuh saat musim hujan. (Posnews/Bluebird Provisions on Unsplash)

NETIZEN

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:55 WIB

Otonomi vs Federasi. Premier Alberta Danielle Smith mengumumkan referendum untuk membatasi jumlah imigran guna mengurangi beban berat pada layanan publik dan infrastruktur provinsi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:45 WIB