JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kegembiraan dirasakan anak-anak Cilincing melihat hasil karya mereka di pajang. Ratusan foto itu merupakan hasil bidikan anak-anak pesisir menghiasi Tanggul Laut Pesisir Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (31/10/2025).
Pameran bertajuk Pameran Foto Karya Anak Pesisir ini memperingati 8 tahun perjalanan Kelas Jurnalis Cilik, program yang membina bakat fotografi dan jurnalistik anak-anak kawasan pesisir.
Sebanyak 107 foto tembakan kamera anak-anak sekolah dasar terpajang gagah di sepanjang tanggul laut Kali Baru.
Mayoritas foto menyorot kehidupan sosial di kampung nelayan—dari aktivitas melaut, bermain di dermaga, hingga potret kemiskinan yang nyata namun penuh semangat hidup.
Pameran ini berlangsung tiga hari, dari Kamis sampai Sabtu, dan langsung menyedot perhatian warga hingga komunitas fotografi.
Belajar Foto, Menulis, hingga Lawan Hoax Sejak Dini
Pendiri Kelas Jurnalis Cilik, Syamsudin Ilyas, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar belajar memotret.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama empat bulan, anak-anak belajar fotografi, penulisan berita, reportase, hingga edukasi anti-hoax. Mereka kami ajari sejak dini cara memilah informasi,” katanya.
Tujuannya jelas: membentuk generasi pesisir yang cerdas, kritis, dan punya kemampuan bercerita tentang lingkungannya sendiri.

Lurah Kasi Jempol: Anak Pesisir Jangan Minder
Lurah Kali Baru, Sutarto, ikut hadir dan angkat jempol terhadap gebrakan ini.
“Kami sangat apresiasi. Anak-anak pesisir harus punya ruang positif. Terima kasih kepada para jurnalis yang memberi wadah dan semangat bagi mereka,” tegasnya.
Sutarto menambahkan, program ini terbukti membawa dampak nyata.
Anak-anak Kelas Jurnalis Cilik tak main-main. Mereka sudah menembus berbagai panggung bergengsi, mulai Jakarta International Foto Festival hingga China International Photo Festival 2024, tempat dimana dua karya mereka ikut dipamerkan.
Pameran ini bukan hanya soal foto; ini tentang harapan, mimpi, dan bukti anak pesisir bisa bersuara lantang.
Lewat kamera, mereka menyuarakan kisah laut, kampung nelayan, dan dinamika hidup yang sering luput dari sorotan media arus utama.
Anak pesisir tidak lagi hanya penonton — mereka kini jadi pencerita. Dari pinggir laut Cilincing, lahir sudut pandang baru tentang Jakarta. (MR)





















