JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau warga ibu kota tetap tenang menyikapi gejolak ekonomi global imbas eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Ia menegaskan, tekanan terhadap ekonomi dunia sulit dihindari jika konflik terus meluas, terlebih bila jalur distribusi energi terganggu.
“Tekanan ekonomi global pasti terjadi karena perang yang berlangsung saat ini,” ujar Pramono usai menghadiri JIS Ramadan Fest 2026 di Jakarta Utara, Minggu (2/3/2026).
Selat Hormuz Jadi Titik Paling Krusial
Namun demikian, Pramono menyoroti ancaman paling serius: potensi penutupan Selat Hormuz. Jalur strategis di Teluk Arab itu mengalirkan sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia.
“Kalau Selat Hormuz ditutup, dampaknya langsung ke rantai pasok dan harga-harga pasti naik,” tegasnya.
Laporan media internasional menyebut Iran mengancam membatasi akses selat tersebut setelah serangan rudal AS-Israel.
Kapal-kapal di kawasan Teluk bahkan menerima peringatan radio dari Garda Revolusi Iran. Jika benar ditutup, pasar energi global berpotensi terguncang dan harga minyak dunia melonjak tajam.
Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Idulfitri
Meski situasi global memanas, Pramono memastikan pasokan pangan Jakarta tetap aman menjelang Idulfitri 2026. Pemerintah Provinsi DKI memantau langsung stok dan harga di pasar utama.
“Cabai keriting, daging, beras, stoknya lebih dari cukup,” katanya.
Ia menambahkan, komoditas daging yang kerap jadi sorotan kini dalam kondisi stabil. Harga di pasar induk belum menunjukkan lonjakan signifikan.
“Alhamdulillah stok daging aman. Kenaikan harga juga belum terjadi,” ujarnya.
Selanjutnya, Pemprov DKI terus memonitor inflasi dan distribusi logistik. Pramono menegaskan koordinasi dilakukan dengan distributor dan BUMD pangan untuk mencegah spekulasi harga.
Ia kembali mengimbau warga tidak panic buying. Menurutnya, pasokan aman dan distribusi masih terkendali meski tensi geopolitik meningkat.
Dengan konflik Timur Tengah yang belum mereda, ancaman terhadap jalur energi global memang nyata. Namun untuk saat ini, Jakarta masih dalam kondisi stabil dan kebutuhan pokok terkendali. (red)
Editor : Hadwan





















