Ancaman Penutupan Selat Hormuz, Gubernur DKI Pastikan Stok Pangan Aman

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan terkait dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Jakarta. (Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan terkait dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Jakarta. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau warga ibu kota tetap tenang menyikapi gejolak ekonomi global imbas eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Ia menegaskan, tekanan terhadap ekonomi dunia sulit dihindari jika konflik terus meluas, terlebih bila jalur distribusi energi terganggu.

“Tekanan ekonomi global pasti terjadi karena perang yang berlangsung saat ini,” ujar Pramono usai menghadiri JIS Ramadan Fest 2026 di Jakarta Utara, Minggu (2/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selat Hormuz Jadi Titik Paling Krusial

Namun demikian, Pramono menyoroti ancaman paling serius: potensi penutupan Selat Hormuz. Jalur strategis di Teluk Arab itu mengalirkan sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia.

Baca Juga :  SBY Pasang Badan Dukung Prabowo, Serukan Persatuan Nasional Hadapi Ekonomi Global

“Kalau Selat Hormuz ditutup, dampaknya langsung ke rantai pasok dan harga-harga pasti naik,” tegasnya.

Laporan media internasional menyebut Iran mengancam membatasi akses selat tersebut setelah serangan rudal AS-Israel.

Kapal-kapal di kawasan Teluk bahkan menerima peringatan radio dari Garda Revolusi Iran. Jika benar ditutup, pasar energi global berpotensi terguncang dan harga minyak dunia melonjak tajam.

Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Idulfitri

Meski situasi global memanas, Pramono memastikan pasokan pangan Jakarta tetap aman menjelang Idulfitri 2026. Pemerintah Provinsi DKI memantau langsung stok dan harga di pasar utama.

“Cabai keriting, daging, beras, stoknya lebih dari cukup,” katanya.

Baca Juga :  Wakasad Letjen TNI Tandyo Budi Revita Siap Dilantik Jadi Wakil Panglima TNI

Ia menambahkan, komoditas daging yang kerap jadi sorotan kini dalam kondisi stabil. Harga di pasar induk belum menunjukkan lonjakan signifikan.

“Alhamdulillah stok daging aman. Kenaikan harga juga belum terjadi,” ujarnya.

Selanjutnya, Pemprov DKI terus memonitor inflasi dan distribusi logistik. Pramono menegaskan koordinasi dilakukan dengan distributor dan BUMD pangan untuk mencegah spekulasi harga.

Ia kembali mengimbau warga tidak panic buying. Menurutnya, pasokan aman dan distribusi masih terkendali meski tensi geopolitik meningkat.

Dengan konflik Timur Tengah yang belum mereda, ancaman terhadap jalur energi global memang nyata. Namun untuk saat ini, Jakarta masih dalam kondisi stabil dan kebutuhan pokok terkendali. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan di Sudirman, Pemotor Terlindas Bus hingga Kaki Luka Parah
Serunya Hari Anak Nasional 2026 di Ancol, 400 Anak Diajak Main Gratis di Dufan
September Mulai Dibangun, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Rampung 10 Bulan
Langit Cerah Menyapa Jabodetabek, Suhu Panas Capai 34°C Hari Ini
Pakai Visa Kunjungan tapi Jadi Buruh Bangunan, 10 WNA China Dideportasi
Kedok Warung Kopi Terbongkar, Polisi Sita 2.708 Obat Keras di Kalideres
Empat Demo Digelar di Jakarta Pusat, 687 Polisi Disiagakan
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah, Suhu Panas Tembus 34 Derajat Celsius

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:01 WIB

Kecelakaan di Sudirman, Pemotor Terlindas Bus hingga Kaki Luka Parah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:32 WIB

Serunya Hari Anak Nasional 2026 di Ancol, 400 Anak Diajak Main Gratis di Dufan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:23 WIB

September Mulai Dibangun, SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Rampung 10 Bulan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:13 WIB

Langit Cerah Menyapa Jabodetabek, Suhu Panas Capai 34°C Hari Ini

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:39 WIB

Pakai Visa Kunjungan tapi Jadi Buruh Bangunan, 10 WNA China Dideportasi

Berita Terbaru