JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kondisi Andrie Yunus semakin memprihatinkan setelah menjadi korban penyiraman air keras.
Wakil Koordinator KontraS itu kini harus menjalani operasi terpadu untuk menyelamatkan fungsi mata kanannya yang mengalami kerusakan serius.
Tim dokter di RSCM menemukan gangguan aliran darah (iskemia) pada bagian sklera mata kanan korban.
Kondisi ini bahkan mencapai sekitar 40 persen di area bawah mata, sehingga memicu penipisan jaringan yang sangat berisiko.
Akibat temuan tersebut, tim medis langsung mengambil keputusan cepat untuk melakukan tindakan lanjutan demi mencegah kerusakan permanen dan menjaga peluang pemulihan.
Operasi Darurat: Jaringan Mata Dipindahkan
Dalam operasi yang berlangsung intensif, dokter melakukan pemindahan jaringan dari bagian dalam mata untuk menutup area terbuka akibat luka bakar kimia.
Selain itu, tim medis juga memasang membran amnion serta kembali menempatkan lensa pelindung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini bertujuan memperbaiki permukaan bola mata sekaligus mempercepat proses penyembuhan jaringan yang rusak.
Tak berhenti di situ, pemeriksaan lanjutan mengungkap penipisan jaringan kornea pada bagian atas hingga sisi luar mata kanan. Kondisi ini dipicu oleh inflamasi berat pasca serangan air keras.
Sebagai respons, dokter kembali melakukan tindakan tambahan berupa penempelan membran amnion serta penjahitan sementara kelopak mata kanan.
Upaya ini dilakukan untuk melindungi permukaan mata dan mencegah kerusakan lebih luas.
Luka Bakar Parah, Kulit Dicangkok
Dari sisi bedah plastik, tim medis juga melakukan pembersihan jaringan mati (debridement) dan cangkok kulit pada area mata, dada, serta pundak korban.
Prosedur ini menjadi langkah krusial untuk mempercepat pemulihan luka bakar akibat zat kimia berbahaya tersebut.
Fokus Penyelamatan Mata dan Kendalikan Peradangan
Saat ini, tim dokter memprioritaskan penyelamatan bola mata kanan agar tidak kehilangan fungsi secara permanen. Selain itu, pengendalian inflamasi menjadi fokus utama agar kondisi tidak semakin memburuk.
Kondisi Masih Kritis, Pemantauan Ketat Berlanjut
Hingga kini, kondisi Andrie Yunus masih berada dalam pemantauan ketat tim medis multidisiplin.
Perawatan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan guna memastikan setiap perkembangan dapat segera ditangani.
Kasus ini kembali menyoroti brutalnya aksi kekerasan terhadap aktivis, sekaligus menjadi alarm keras bagi penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia di Indonesia. (red)
Editor : Hadwan

















