Araqchi Tiba Saat Trump Kirim Jared Kushner guna Hidupkan Kembali Dialog

Minggu, 26 April 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pertaruhan di meja perundingan. Menlu Iran Abbas Araqchi tiba di Pakistan guna membawa proposal damai baru, sementara Gedung Putih mengerahkan tim khusus ke Islamabad di tengah lumpuhnya navigasi Selat Hormuz tahun 2026. Dok: Istimewa.

Pertaruhan di meja perundingan. Menlu Iran Abbas Araqchi tiba di Pakistan guna membawa proposal damai baru, sementara Gedung Putih mengerahkan tim khusus ke Islamabad di tengah lumpuhnya navigasi Selat Hormuz tahun 2026. Dok: Istimewa.

ISLAMABAD, POSNEWS.CO.ID – Harapan bagi de-eskalasi konflik Timur Tengah kini bergeser ke ibu kota Pakistan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, secara resmi mendarat di Islamabad pada Jumat malam guna menyerahkan proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang.

Dalam konteks ini, kunjungan tersebut merupakan bagian dari tur regional Araqchi ke Oman dan Rusia. Oleh karena itu, Pakistan kini menjadi pusat gravitasi diplomasi global yang berupaya menjembatani kebuntuan antara Teheran dan Washington pada tahun 2026.

Sinyal Positif Gedung Putih: Pengiriman Tim Kushner

Meskipun sumber internal Pakistan menyebut belum ada jadwal pertemuan langsung, Washington memberikan sinyal optimis. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan berangkat ke Pakistan pada Sabtu pagi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, Wakil Presiden JD Vance menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam negosiasi jika pembicaraan awal menunjukkan kemajuan nyata. “Kami melihat adanya perkembangan dari pihak Iran dalam beberapa hari terakhir,” ujar Leavitt. Amerika Serikat berupaya mendesak Iran agar menghentikan program senjata nuklirnya secara terverifikasi sebagai syarat mutlak pencabutan blokade.

Baca Juga :  Strategis di Asia-Pasifik: PM Sanae Takaichi Kunjungi Vietnam dan Australia

Krisis Selat Hormuz: Navigasi di Titik Nadir

Di medan tempur ekonomi, penutupan Selat Hormuz telah memicu guncangan minyak terburuk dalam sejarah. Data pelacakan kapal pada hari Jumat menunjukkan skala kelumpuhan yang sangat mengerikan. Hanya lima kapal yang melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir, berbanding rata-rata 130 kapal per hari sebelum perang.

Akibatnya, harga minyak mentah Brent tertahan di angka $105,11 per barel. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak terburu-buru mencapai kesepakatan. Namun, ia bersikeras bahwa Amerika Serikat memegang kendali penuh atas situasi di Teluk. “Kami menginginkan kesepakatan yang abadi,” tegas Trump di sela-sela pemantauan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran yang telah berjalan selama satu pekan.

Hezbollah Tolak Perpanjangan Gencatan Senjata Lebanon

Situasi kian rumit karena eskalasi di front Lebanon. Meskipun pemerintah Israel dan Lebanon menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama tiga pekan di Gedung Putih, kelompok Hezbollah secara tegas menolaknya.

Secara khusus, anggota parlemen Hezbollah, Ali Fayyad, melabeli gencatan senjata tersebut sebagai sesuatu yang “tidak bermakna”. Sebab, Israel dianggap terus melakukan tindakan agresif, termasuk penghancuran desa-desa di wilayah selatan. Militer Israel melaporkan telah menewaskan enam anggota bersenjata Hezbollah pada hari Jumat, sementara Hezbollah mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah drone milik Israel.

Baca Juga :  Rusia Peringatkan Tindakan Balasan Atas Rencana Finlandia Izinkan Senjata Nuklir

Peran Qatar dan Nasib Perundingan 15 Poin

Di balik layar, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani terus melakukan koordinasi intensif dengan Donald Trump. Qatar berkomitmen untuk mendukung penuh upaya mediasi yang dipimpin oleh Pakistan. Meskipun demikian, nasib “Proposal 15 Poin” milik Amerika Serikat masih belum mendapatkan jawaban pasti dari pihak Teheran.

Pada akhirnya, keberhasilan misi Araqchi di Islamabad akan menentukan apakah gencatan senjata dua pekan yang Trump berikan akan berlanjut menjadi perdamaian permanen. Dunia kini memantau apakah kehadiran tim keamanan AS di Islamabad mampu mencairkan ketegangan nuklir di tahun 2026. Tanpa adanya terobosan di meja makan malam ini, risiko pecahnya perang darat skala penuh kembali membayangi kawasan Timur Tengah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori
Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi
Laporan GAO Ungkap Borok Pangkalan Imigrasi Texas
Wabah Ebola: AS Desak Eropa Perketat Aturan Imigrasi
Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Dua Prajurit BAIS TNI Dipecat dari Dinas Militer

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:38 WIB

Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:35 WIB

Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:21 WIB

Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi

Berita Terbaru

Duka di Mindanao. Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan komersial di General Santos pasca-gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 yang menewaskan puluhan warga. Dok: REUTERS/Noel Celis

INTERNASIONAL

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:43 WIB

Persaingan ketat di Andes. Roberto Sánchez memimpin sangat tipis atas Keiko Fujimori dalam penghitungan suara pemilihan presiden Peru yang berjalan lambat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:35 WIB