Wabah Ebola: AS Desak Eropa Perketat Aturan Imigrasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan imigrasi transatlantik. Pemerintah Amerika Serikat mendesak Uni Eropa memperketat aturan perjalanan dari negara terdampak Ebola guna melindungi perbatasan menjelang Piala Dunia. Dok: Istimewa.

Ketegangan imigrasi transatlantik. Pemerintah Amerika Serikat mendesak Uni Eropa memperketat aturan perjalanan dari negara terdampak Ebola guna melindungi perbatasan menjelang Piala Dunia. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat mendesak negara-negara Eropa untuk memperketat pembatasan perjalanan dari wilayah terdampak wabah Ebola.

Sebab, Washington memperingatkan bahwa kegagalan melakukan pembatasan tersebut akan memicu penerapan aturan perjalanan baru dari Eropa ke AS. Langkah tegas ini berpotensi mengganggu jadwal penerbangan internasional menjelang pembukaan turnamen sepak bola Piala Dunia.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menelepon Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, pada hari Selasa. Melalui telepon itu, Rubio menyampaikan keprihatinan mendalam serta membahas koordinasi penanganan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Prioritas tertinggi kementerian kami tetap menjaga kesehatan masyarakat Amerika,” tulis pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen mencegah penyebaran virus mematikan tersebut agar tidak mencapai wilayah daratan Amerika Serikat.

Baca Juga :  Trump Lirik Greenland, NATO di Ambang Perpecahan?

Sementara itu, seorang pejabat senior menjelaskan bahwa Amerika Serikat telah mengambil langkah nyata untuk menghadapi krisis ini. Akibatnya, ia mendesak Uni Eropa untuk segera meningkatkan kontribusi mereka dalam penanganan darurat kesehatan global tersebut.

Pejabat tersebut juga menambahkan bahwa penundaan aksi pencegahan ini akan mengganggu kelancaran penerbangan lintas samudra Atlantik. Padahal, turnamen Piala Dunia akan segera bergulir mulai hari Kamis ini dengan Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama.

Pemerintah AS sendiri telah melarang masuknya pelancong asing yang mengunjungi wilayah terdampak Ebola dalam tiga pekan terakhir. Selain itu, petugas juga telah menyiapkan prosedur karantina ketat bagi warga negara AS yang baru kembali dari sana.

Dengan demikian, pengawasan ketat pada jalur penerbangan dari Eropa menjadi sangat krusial bagi keamanan nasional AS. Sebab, saat ini terdapat lebih dari 300 jadwal penerbangan langsung setiap hari yang menghubungkan Eropa dan Amerika Serikat.

Baca Juga :  KKB Papua Dilumpuhkan, Pulan Wonda Ditembak Aparat - Terlibat Teror Sejak 2012

Amerika Serikat mengeklaim telah menyumbang lebih dari 200 juta dolar AS untuk mengatasi wabah di Kongo dan Uganda. Sebaliknya, Uni Eropa baru saja mengumumkan penambahan dana bantuan darurat sebesar 16,5 juta euro pada hari Selasa.

Langkah penambahan dana dari Eropa ini melengkapi bantuan awal senilai 15 juta euro dari bulan lalu. Namun, delegasi Uni Eropa di Washington masih enggan memberikan tanggapan resmi mengenai isi pembicaraan darurat bersama Rubio.

Di sisi lain, kubu Demokrat sempat mengkritik keras kebijakan Rubio terkait pembubaran badan bantuan internasional USAID pekan lalu. Meskipun begitu, Rubio tetap membela keputusannya dan menegaskan bahwa respons penanganan kesehatan AS berjalan sangat cepat.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori
Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi
Laporan GAO Ungkap Borok Pangkalan Imigrasi Texas
Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Dua Prajurit BAIS TNI Dipecat dari Dinas Militer
Kuba Tuding Dakwaan Raúl Castro Jadi Alat Trump
Kapolri Dorong Kompolnas Perkuat Pengawasan Kinerja Polri

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:38 WIB

Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:35 WIB

Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:21 WIB

Tak Mau Bayar Makan, 2 Pria Keroyok Pedagang Sate di Rawasari Diciduk Polisi

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:21 WIB

Laporan GAO Ungkap Borok Pangkalan Imigrasi Texas

Berita Terbaru

Persaingan ketat di Andes. Roberto Sánchez memimpin sangat tipis atas Keiko Fujimori dalam penghitungan suara pemilihan presiden Peru yang berjalan lambat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:35 WIB

Kelalaian di balik deportasi massal. Laporan investigasi GAO membongkar borok pangkalan imigrasi Camp East Montana di Texas, mulai dari kelalaian medis hingga pemborosan anggaran pajak negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Laporan GAO Ungkap Borok Pangkalan Imigrasi Texas

Rabu, 10 Jun 2026 - 16:21 WIB