EL PASO, POSNEWS.CO.ID – Lembaga pengawas pemerintah Amerika Serikat merilis laporan mengejutkan mengenai pusat penahanan imigrasi di Texas. Laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) tersebut mengungkap berbagai pelanggaran berat di Camp East Montana.
Sebab, pengelola pangkalan secara nyata mengabaikan keselamatan imigran dan melakukan pemborosan anggaran negara secara masif. Pemerintah mendirikan fasilitas ini di dalam area militer Fort Bliss, El Paso, sejak Agustus tahun lalu.
Oleh karena itu, temuan buruk ini langsung memicu kritik keras dari kelompok pembela hak asasi manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenaikan Jumlah Tahanan dan Kontrak Kilat
Pemerintahan Presiden Donald Trump terus menggenjot deportasi massal imigran gelap di Amerika Serikat. Akibatnya, jumlah tahanan imigrasi melonjak drastis hingga mencapai sekitar 57.000 orang pada awal Juni ini.
Sebagai perbandingan, kuota penahanan pada awal masa jabatan Trump tahun lalu hanya berkisar 40.000 orang. Demi mempercepat pembangunan, Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menggunakan jalur kontrak militer kilat.
Dengan demikian, ICE menyerahkan kontrak awal senilai jutaan dolar kepada perusahaan kecil Acquisition Logistics. Padahal, perusahaan tersebut sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam mengelola fasilitas tahanan sebelumnya.
Kematian Tragis dan Pembiaran Medis
Laporan GAO menyoroti penanganan dua kasus kematian imigran pada Januari tahun ini secara serius. Kasus pertama melibatkan pembunuhan sesama tahanan di dalam pangkalan militer tersebut.
Namun, pengelola tidak pernah mengirimkan laporan penggunaan kekerasan atau laporan kematian kepada pihak ICE. Selain itu, petugas di lapangan juga menghilangkan atau menghancurkan barang bukti penting di lokasi kejadian.
Kasus kedua merupakan aksi bunuh diri seorang tahanan di dalam ruang sel isolasi. Petugas justru menaruh korban di ruang medis biasa tanpa adanya pengawasan ketat selama 15 menit.
Sektor perawatan kesehatan juga menghadapi borok pembiaran yang sangat fatal bagi para penderita penyakit kronis. Sebagai contoh, petugas medis tidak membuat rencana pengobatan bagi tahanan penderita diabetes dan HIV.
Transisi Kontrak dan Pembelaan Pemerintah
ICE akhirnya memindahkan kontrak pengelolaan pangkalan kepada Amentum Services pada Maret lalu secara mendadak. Sementara itu, juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri menegaskan komitmen perbaikan fasilitas tersebut.
Ia mengeklaim pemindahan operator merupakan langkah awal untuk meningkatkan standar kelayakan Camp East Montana. “Pusat penahanan tidak akan tutup, melainkan terus melakukan peningkatan kapasitas,” tegas juru bicara tersebut.
Pada akhirnya, publik menanti langkah tegas kongres untuk mengaudit total penggunaan uang pajak rakyat tersebut.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












