AS Serang Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz, Pecah Kebuntuan

Selasa, 1 September 2026 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Selat Hormuz, memecah kebuntuan sebulan terakhir di tengah pergeseran strategi AS. Dok: Istimewa.

Pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Selat Hormuz, memecah kebuntuan sebulan terakhir di tengah pergeseran strategi AS. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Pasukan Amerika Serikat menyerang peluncur roket Iran di Selat Hormuz pada Minggu, menurut seorang pejabat AS. Serangan ini menjadi aksi militer pertama dalam sebulan terakhir. Aksi ini sekaligus memecah kebuntuan dalam perang intermiten yang telah berlangsung lebih dari enam bulan.

Pejabat tersebut enggan membuka identitasnya karena membahas pergerakan militer yang sensitif. Menurutnya, pasukan Korps Garda Revolusi bersiap meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke selat itu. Sebelumnya, militer AS baru saja menuntaskan pembersihan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di selat tersebut pekan lalu.

Iran Laporkan Ledakan dan Korban Jiwa

Media semiresmi Iran melaporkan suara ledakan di dekat Pulau Larak. Sementara itu, penyiar negara Iran menyiarkan pernyataan Garda Revolusi yang mencatat adanya sejumlah pejuang dan warga sipil yang gugur maupun terluka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu juga menegaskan serangan tersebut akan berujung pada hukuman bagi pihak agresor.

Pergeseran Strategi AS ke Tekanan Ekonomi

Pertempuran ini terjadi hanya beberapa hari setelah pemerintahan Trump mengumumkan perubahan strategi. Alih-alih menempuh aksi militer, pemerintahan Trump kini mengutamakan tekanan ekonomi untuk mengakhiri perangnya dengan Iran. Strategi baru ini berpusat pada ancaman hukuman terhadap negara maupun entitas yang tetap berbisnis dengan Teheran.

Baca Juga :  Serangan Siber Teheran: Peretas Iran Bobol Email Pribadi Direktur FBI Kash Patel

Pemerintahan AS mengalihkan andalannya ke sanksi seiring menipisnya stok amunisi setelah berbulan-bulan berperang. Akibatnya, kekhawatiran pun muncul bahwa konflik berkepanjangan bisa mengganggu kesiapan militer AS di kawasan lain di dunia.

Trump Tak Terburu-buru Akhiri Perang

Seiring konflik yang terus berlanjut, wacana Trump untuk segera mengakhiri perang tampak mulai memudar. Pekan lalu, ia menegaskan dirinya “tidak terburu-buru” mengajak Iran kembali ke meja perundingan. Ia juga terus menilai kepemimpinan Republik Islam itu sedang terdesak.

Trump secara konsisten menekankan bahwa kampanye militer AS dan Israel telah menghancurkan angkatan laut dan udara Iran. Di sisi lain, pejabat Iran menyebut negaranya menderita kerugian langsung dan tidak langsung senilai USD 270 miliar. Serangan militer Israel pada pekan-pekan awal perang bahkan melumpuhkan sebagian besar struktur kepemimpinan pemerintahan teokratis itu.

Iran Kuasai Lalu Lintas di Selat Hormuz

Namun, Iran menemukan daya tawar lewat serangannya sendiri di Selat Hormuz. Hanya sedikit kapal pengangkut minyak dan gas alam cair yang berani melintasi jalur krusial tersebut. Iran masih memiliki cukup drone dan rudal untuk menembak kapal yang melintasi jalur energi vital ini.

Baca Juga :  Koordinasi Muscat: Iran dan Oman Matangkan Rencana

Sebanyak 20 persen pasokan minyak dunia biasanya melintasi jalur tersebut. Karena itu, Iran secara efektif mengendalikan sebagian besar lalu lintas di selat itu.

Trump berulang kali menyatakan “Selat Hormuz tetap terbuka” dan mengeklaim 24 kapal melintasinya pekan lalu. Meski begitu, angka tersebut hanya sebagian kecil dari sekitar 130 kapal yang biasa melintasi jalur vital itu setiap hari. Jumlah itu tercatat sebelum perang pecah.

Lalu Lintas Kapal Masih Berkurang

Sebelumnya pada Minggu, sebuah koalisi multinasional menyatakan lalu lintas komersial di selat tersebut masih berada pada “tingkat yang berkurang”. Angkatan Laut AS mengawasi koalisi tersebut.

Sementara itu, sebuah lembaga pemantau militer Inggris melaporkan insiden lain. Sebuah proyektil tak dikenal menghantam kapal tanker pada Sabtu di utara Khasab, Oman, yang juga berada di kawasan selat itu.

Badan Organisasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan kapal tersebut sedang bergerak masuk saat insiden terjadi. Badan itu mencatat insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun dampak lingkungan.

UKMTO mengutip keterangan otoritas militer tanpa menyebut namanya. Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Iran, Konflik Ekonomi Berisiko
Google Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America di Peta AS
Spesifikasi Minimum Overwatch Rush Ramah Pengguna Ponsel
Pencarian Korban Banjir Himalaya Berlanjut, 3.000 Orang Hilang
Premier Ontario Balas Dekrit Lake America Trump
Iran Akui Dampak Ekonomi Perang, Tegaskan Tetap Kuasai
Puluhan Pemukim Israel Serang Rumah Warga di Desa Qusra
Hakim Federal Nyatakan Kebijakan Deportasi Trump

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 07:53 WIB

Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Iran, Konflik Ekonomi Berisiko

Selasa, 1 September 2026 - 07:52 WIB

Google Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America di Peta AS

Selasa, 1 September 2026 - 06:24 WIB

AS Serang Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz, Pecah Kebuntuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Spesifikasi Minimum Overwatch Rush Ramah Pengguna Ponsel

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Pencarian Korban Banjir Himalaya Berlanjut, 3.000 Orang Hilang

Berita Terbaru

Trump menjanjikan serangan lanjutan ke Iran usai baku serang pertama dalam sebulan, sementara sanksi ekonomi baru AS mulai menekan Teheran di tengah tawaran negosiasi Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Iran, Konflik Ekonomi Berisiko

Selasa, 1 Sep 2026 - 07:53 WIB

Google mengganti nama Danau Ontario menjadi

INTERNASIONAL

Google Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America di Peta AS

Selasa, 1 Sep 2026 - 07:52 WIB

Pasukan AS menyerang peluncur roket Iran di Selat Hormuz, memecah kebuntuan sebulan terakhir di tengah pergeseran strategi AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Serang Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz, Pecah Kebuntuan

Selasa, 1 Sep 2026 - 06:24 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

KJMU Bermasalah, 6 Mahasiswa Terancam Tak Bisa Lanjut Kuliah

Selasa, 1 Sep 2026 - 06:22 WIB