Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Iran, Konflik Ekonomi Berisiko

Selasa, 1 September 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Trump menjanjikan serangan lanjutan ke Iran usai baku serang pertama dalam sebulan, sementara sanksi ekonomi baru AS mulai menekan Teheran di tengah tawaran negosiasi Iran. Dok: Istimewa.

Trump menjanjikan serangan lanjutan ke Iran usai baku serang pertama dalam sebulan, sementara sanksi ekonomi baru AS mulai menekan Teheran di tengah tawaran negosiasi Iran. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Donald Trump menjanjikan serangan lanjutan terhadap Iran pada Senin. Ancaman ini muncul usai baku serang pertama dalam sebulan terakhir. Sementara itu, konflik yang belakangan mereda menjadi kebuntuan ekonomi kini berisiko kembali memanas menjadi perang terbuka.

Semalam, Iran meluncurkan rudal ke dua pangkalan udara AS di Yordania. Serangan ini menjadi balasan atas serangan AS terhadap Pulau Larak. Washington mengeklaim telah menyerang peluncur Iran yang menembakkan ranjau ke Selat Hormuz.

Trump Janjikan Balasan Keras

Seorang reporter Fox News mengutip pernyataan Trump. Menurut kutipan itu, Trump menegaskan pihaknya “akan menghantam mereka dengan keras” dan menyatakan akan ada respons lanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, seorang sumber senior Iran menyampaikan kepada Reuters bahwa baku tembak semalam merupakan “konfrontasi terbatas dan terkendali”. Baku tembak ini sendiri menjadi yang pertama sejak akhir Juli. Namun, sumber tersebut menegaskan Teheran akan memberikan respons keras jika kembali diserang.

Fox News melaporkan pernyataan lain dari Trump. Ia mengeklaim pertahanan udara AS berhasil menjatuhkan seluruh rudal Iran yang berpotensi menimbulkan kerusakan. Trump menambahkan bahwa sanksi ekonomi baru AS terhadap Iran mulai memberi dampak besar.

Video Ledakan Kilang Iran Ternyata Buatan AI

Sebelumnya, Trump mengunggah dua video di media sosial. Video itu memperlihatkan ledakan di terminal ekspor minyak utama Iran, Pulau Kharg. Trump menambahkan keterangan bahwa pulau tersebut “hancur berkeping-keping”.

Namun, kecerdasan buatan ternyata menghasilkan video tersebut, dan serangan semacam itu tidak pernah terjadi. Iran pun menyebut unggahan Trump “lucu”. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance menyampaikan kepada wartawan bahwa Trump “senang mengubah gaya” di media sosial dan sedang “mengirim pesan”.

Baca Juga :  Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Hingga kini, Washington masih menahan diri untuk tidak menyerang infrastruktur minyak dan gas utama Iran. Pasalnya, Iran memperingatkan bahwa pihaknya akan membalas langkah tersebut dengan serangan besar terhadap negara-negara tetangganya di Teluk.

Tekanan Ekonomi Terus Ditambah

Sejak akhir Juli, perang yang Trump lancarkan bersama Israel enam bulan lalu sebagian besar berubah menjadi kebuntuan ekonomi. Kedua pihak sama-sama bertaruh blokade pelayaran di Teluk akan memaksa lawan mereka mundur.

Belakangan, Washington meningkatkan upaya menghukum Teheran dan mitra dagangnya. Pemerintah AS menggunakan “sanksi sekunder” yang menyasar negara ketiga pembeli minyak Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan pada Senin bahwa Iran kini “menyerang membabi buta”. Menurutnya, sanksi baru mulai menggerus ekonomi Iran yang sudah lemah.

Di sela pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di North Carolina, Bessent menyampaikan kepada wartawan bahwa Iran “terguncang” dengan kondisi ekonominya. Menurutnya, Iran menyerang secara militer justru karena kalah secara ekonomi.

Sebelumnya pada Minggu, Bessent menyampaikan kepada Reuters soal rencana sanksi lanjutan. Pemerintah AS kemungkinan akan mengumumkan sanksi sekunder baru setiap pekan, dengan fokus awal menyasar sektor perbankan.

Tiga Orang Tewas dalam Serangan AS

Seorang pejabat AS menyatakan pasukan AS menyerang dua peluncur Iran di Pulau Larak pada Minggu. Sebelumnya, pasukan Korps Garda Revolusi terlihat bersiap meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz. AS pun melancarkan serangan tersebut sebagai responsnya.

Kantor berita Tasnim Iran melaporkan tiga orang tewas dalam serangan tersebut. Media yang berafiliasi dengan negara, Nournews, menyebut dua di antaranya merupakan anggota Angkatan Laut Garda Revolusi.

Larak merupakan pulau kecil di selat tersebut, dekat pelabuhan strategis Bandar Abbas. Selat Hormuz sendiri biasanya menangani seperlima pasokan minyak dan gas mentah dunia. Namun, perang membuat jalur ini praktis tertutup sejak awal.

Komando Pusat AS menyatakan dalam pernyataan resmi bahwa pihaknya mengambil tindakan “terbatas dan presisi”. Sasarannya adalah pasukan penambang ranjau Garda Revolusi yang komando itu anggap mengancam secara mendesak di selat tersebut. Namun, komando itu tidak merinci lebih lanjut.

Baca Juga :  Trump Kritik Jaksa Jeanine Pirro Soal Kasus Kolam Lincoln

Di sisi lain, televisi negara Iran mengutip pernyataan Garda Revolusi. Menurut pernyataan itu, sebuah kapal tanker super sempat terbakar dan berhenti usai dua ranjau laut menghantamnya di selatan selat itu. Militer AS kemudian membantah klaim tersebut.

Trump Sebut Iran Masih Ingin Negosiasi

Trump sebelumnya menghentikan pengeboman intensif “Operation Epic Fury” pada April lewat gencatan senjata. Kedua pihak kemudian sepakat pada Juni untuk kerangka sementara demi melanjutkan perundingan. Namun, kesepakatan itu gagal bertahan. Baku tembak pun berulang, termasuk pengeboman AS selama dua pekan pada Juli.

Selama sebulan terakhir, Washington berharap blokade pelabuhan Iran dapat menimbulkan kerugian ekonomi besar. Harapannya, langkah ini memaksa Iran memenuhi tuntutan AS. Sementara itu, Teheran tetap bersikeras Selat Hormuz tertutup. Iran hanya akan membukanya kembali di bawah pengawasannya sendiri.

Sumber senior Iran yang memiliki akses langsung ke pengambilan keputusan Teheran menyampaikan kepada Reuters bahwa kondisi di selat tersebut akan “makin memburuk”. Kondisi ini berlaku bagi kapal yang melanggar aturan lintas yang Teheran tetapkan.

Adapun Presiden Iran Masoud Pezeshkian menunjukkan sikap lebih lunak pada Senin. Kepada Perdana Menteri India Narendra Modi di sela pertemuan keamanan regional di Kirgistan, ia menegaskan Iran masih menginginkan penyelesaian lewat jalur negosiasi.

Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, mengutip pernyataan Pezeshkian. Ia menyatakan pihaknya meyakini lanjutan perang tidak menguntungkan siapa pun, baik bagi Iran, kawasan, maupun kemanusiaan secara umum.

Meski begitu, Trump hingga kini belum mencapai tujuan awalnya. Ia menetapkan tiga sasaran sejak awal perang: melucuti program nuklir Iran, membatasi kemampuan Iran menyerang rival regionalnya, dan menciptakan kondisi bagi rakyat Iran untuk menggulingkan penguasa klerikal mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkeu Rusia Siluanov Hadir Langsung di G20
Google Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America di Peta AS
AS Serang Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz, Pecah Kebuntuan
Spesifikasi Minimum Overwatch Rush Ramah Pengguna Ponsel
Pencarian Korban Banjir Himalaya Berlanjut, 3.000 Orang Hilang
Premier Ontario Balas Dekrit Lake America Trump
Iran Akui Dampak Ekonomi Perang, Tegaskan Tetap Kuasai
Puluhan Pemukim Israel Serang Rumah Warga di Desa Qusra

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:56 WIB

Menkeu Rusia Siluanov Hadir Langsung di G20

Selasa, 1 September 2026 - 07:53 WIB

Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Iran, Konflik Ekonomi Berisiko

Selasa, 1 September 2026 - 07:52 WIB

Google Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America di Peta AS

Selasa, 1 September 2026 - 06:24 WIB

AS Serang Peluncur Roket Iran di Selat Hormuz, Pecah Kebuntuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Spesifikasi Minimum Overwatch Rush Ramah Pengguna Ponsel

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov hadir langsung di pertemuan G20 untuk pertama kalinya sejak 2022, memicu kecaman Jerman dan sorotan soal rencana damai Trump untuk Ukraina. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menkeu Rusia Siluanov Hadir Langsung di G20

Selasa, 1 Sep 2026 - 08:56 WIB

Trump menjanjikan serangan lanjutan ke Iran usai baku serang pertama dalam sebulan, sementara sanksi ekonomi baru AS mulai menekan Teheran di tengah tawaran negosiasi Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Ancam Serangan Lanjutan ke Iran, Konflik Ekonomi Berisiko

Selasa, 1 Sep 2026 - 07:53 WIB

Google mengganti nama Danau Ontario menjadi

INTERNASIONAL

Google Ganti Nama Danau Ontario Jadi Lake America di Peta AS

Selasa, 1 Sep 2026 - 07:52 WIB