Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Melampaui batas imajinasi. Astronom Jepang menemukan bukti atmosfer pada batuan es selebar 500 km di Sabuk Kuiper, sebuah penemuan yang meruntuhkan asumsi bahwa dunia kecil di pinggiran Tata Surya bersifat pasif dan tak berubah. Dok: Istimewa.

Melampaui batas imajinasi. Astronom Jepang menemukan bukti atmosfer pada batuan es selebar 500 km di Sabuk Kuiper, sebuah penemuan yang meruntuhkan asumsi bahwa dunia kecil di pinggiran Tata Surya bersifat pasif dan tak berubah. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Sebuah dunia kecil yang selama ini terabaikan di tepian Tata Surya ternyata menyimpan rahasia besar. Para astronom Jepang mengumumkan bahwa objek es di luar orbit Pluto tampaknya memiliki atmosfer sendiri. Temuan ini menantang pemahaman sains mengenai batuan beku di lingkungan kosmik yang ekstrem.

Objek tersebut memiliki nama teknis (612533) 2002 XV93. Dengan lebar sekitar 500 kilometer, batuan ini menjadi dunia kedua di wilayah trans-Neptunus yang terkonfirmasi memiliki atmosfer setelah Pluto. Penemuan ini berpotensi mengubah peta klasifikasi benda langit di masa depan.

Teknik Okultasi: Mengintip Cahaya di Balik Kegelapan

Tim peneliti Jepang bersama seorang astronom amatir mengarahkan teleskop mereka ke objek 2002 XV93 pada Januari 2024. Objek es ini berada sangat jauh, yakni sekitar enam miliar kilometer atau 40 kali lebih jauh dari jarak Bumi ke Matahari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena kondisinya yang sangat gelap, astronom hanya bisa mengamati objek tersebut saat ia melintas di depan bintang yang jauh. Fenomena ini menyebabkan cahaya bintang meredup secara bertahap, bukan hilang seketika. Pola ini menunjukkan adanya lapisan atmosfer tipis yang menyaring cahaya. Para ilmuwan memperkirakan atmosfer tersebut 5 hingga 10 juta kali lebih tipis daripada atmosfer Bumi.

Baca Juga :  Arab Saudi dan Sekutu Desak Trump Batalkan Serangan ke Iran

Gunung Berapi Es atau Dampak Komet?

Pemimpin studi dari Observatorium Astronomi Nasional Jepang, Ko Arimatsu, menyatakan pentingnya temuan ini. “Penemuan ini menantang pandangan konvensional bahwa dunia es kecil di Tata Surya luar sebagian besar tidak aktif dan tidak berubah,” ujar Arimatsu kepada AFP.

Meskipun atmosfer tersebut terlalu tipis untuk mendukung kehidupan, peneliti menduga ada dua kemungkinan asal-usulnya:

  1. Gunung Berapi Es: Gas menyembur keluar dari bagian dalam dunia tersebut melalui erupsi kriovulkanik.
  2. Tabrakan Komet: Dampak komet yang baru terjadi melepaskan material ke angkasa, yang berarti atmosfer ini mungkin akan menghilang secara perlahan.

Skeptisisme dan Alternatif Cincin

Tidak semua pakar segera menyetujui temuan ini. José-Luis Ortiz, astronom asal Spanyol yang mendalami planet kerdil, mengimbau agar komunitas sains tetap berhati-hati. Ia meragukan keberadaan atmosfer tersebut dan meminta data tambahan.

Menurut Ortiz, ada penjelasan alternatif atas data pengamatan tersebut. “Objek itu mungkin memiliki sistem cincin di dekat tubuhnya,” jelas Ortiz. Namun, Arimatsu berargumen bahwa model cincin tidak konsisten dengan fitur utama hasil observasi mereka. Kedua pihak kini mendesak penggunaan Teleskop Luar Angkasa James Webb guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

Baca Juga :  Xi Jinping dan To Lam Sahkan Kemitraan Strategis Tingkat Tinggi

Kontroversi Status Pluto dan Anggaran NASA

Penemuan ini juga masuk ke dalam ranah politik luar angkasa. Baru-baru ini, Administrator NASA Jared Isaacman memberikan sinyal bahwa agensi tersebut mempertimbangkan untuk menjadikan Pluto sebagai planet penuh kembali. Rencana ini merupakan bagian dari visi administrasi Presiden Donald Trump untuk meninjau ulang kebijakan antariksa AS.

Namun, langkah ini menuai kritik tajam dari para ilmuwan karena dibarengi dengan usulan pemotongan anggaran sains NASA hingga 50 persen. Ilmuwan planet Adeene Denton mengeluhkan kontradiksi ini melalui media sosial Bluesky. “Sangat liar untuk ‘menjadikan Pluto planet lagi’ sambil memangkas karier kami yang mempelajarinya!” tulis Denton.

Benchmark Baru bagi Sabuk Kuiper

Penemuan atmosfer pada 2002 XV93 memberikan tolok ukur baru bagi eksplorasi Sabuk Kuiper. Jika batuan sekecil ini bisa memiliki atmosfer, maka keunikan Pluto sebagai satu-satunya dunia beratmosfer di pinggiran Tata Surya kini memudar.

Singkatnya, jagat raya terus membuktikan bahwa batasan antara planet, planet kerdil, dan objek es hanyalah label buatan manusia. Di tahun 2026 ini, data objektif dari teleskop canggih tetap menjadi kunci utama untuk memahami realitas alam semesta, terlepas dari perdebatan politik dan birokrasi di Bumi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani
Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas
Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan
Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran
Plt Jaksa Agung AS Batalkan Dana Ganti Rugi Trump Rp29 Triliun
Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal
Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot
Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Plt Jaksa Agung AS Batalkan Dana Ganti Rugi Trump Rp29 Triliun

Berita Terbaru

Tom Holland mengonfirmasi pengetahuan tentang jadwal debut Miles Morales di MCU saat mempromosikan film Spider-Man: Brand New Day yang mencetak rekor pendapatan box office. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Tom Holland Tahu Jadwal Debut Miles Morales di MCU

Selasa, 4 Agu 2026 - 10:00 WIB

Tabrakan dua helikopter pemadam kebakaran di Yunani menewaskan dua kru di tengah krisis kebakaran hutan hebat dan gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai negara Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dua Helikopter Pemadam Tabrakan di Yunani

Selasa, 4 Agu 2026 - 09:18 WIB

Jet tempur Israel melancarkan gelombang serangan udara di Gaza dan menewaskan sedikitnya 18 warga Palestina di saat AS mendorong rencana pelepasan senjata Hamas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Israel Gempur Gaza 2 Hari Berturut-turut, 18 Warga Tewas

Selasa, 4 Agu 2026 - 08:00 WIB

Pelaku bom bunuh diri menyerang unjuk rasa anti-militan di Lembah Swat hingga menewaskan 14 warga dan polisi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bom Bunuh Diri Guncang Unjuk Rasa Anti-Militan di Pakistan

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:34 WIB

Survei Reuters/Ipsos menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Donald Trump anjlok ke angka 35 persen akibat krisis harga energi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB