Korupsi Proyek Alat Konstruksi Rp37,35 Miliar, Polda Metro Tetapkan 6 Tersangka

Jumat, 18 September 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pelaku di borgol. (Posnews/Pixels)

Ilustrasi, pelaku di borgol. (Posnews/Pixels)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya membongkar dugaan korupsi proyek pekerjaan alat konstruksi yang melibatkan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra), PT Green Line Indonesia, dan PT Agro Wahana Bumi.

Dalam perkara yang berlangsung pada periode 2018–2019 tersebut, penyidik menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Berdasarkan hasil penghitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perkara itu diduga menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp37,35 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor Dean Mackbon mengatakan, enam tersangka masing-masing berinisial MSS, DAA, JW, PNS, AS, dan MDR.

Empat tersangka berasal dari PT Telkominfra, yakni MSS, DAA, JW, dan PNS. Sementara itu, AS berasal dari PT Green Line Indonesia dan MDR dari PT Agro Wahana Bumi.

“Penyidik telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, yakni MSS, DAA, JW, PNS, AS, dan MDR,” kata Victor, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga :  Teror KKB Papua Kembali Makan Korban, Anak Perempuan Tewas di Tembagapura

Polisi Geledah 9 Lokasi

Untuk memperkuat penyidikan, polisi menggeledah sembilan lokasi di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bogor pada Kamis (17/9/2026).

Penggeledahan menyasar kantor PT Agro Wahana Bumi di Bogor, kantor virtual PT Green Line Indonesia di Jakarta Selatan, serta sejumlah lokasi lain di Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Tangerang Selatan.

Menurut Victor, penyidik menggeledah sembilan lokasi untuk mencari dan mengamankan dokumen serta barang yang berkaitan dengan perkara.

“Penyidik menggeledah sembilan lokasi untuk mencari dan mengamankan dokumen maupun barang lain yang berkaitan dengan perkara,” ujar Victor.

Dari lokasi penggeledahan, penyidik menemukan sejumlah dokumen perjanjian, kuitansi, cek, buku tabungan bisnis, serta dokumen kendaraan roda dua dan roda empat.

Polisi selanjutnya akan memeriksa seluruh barang tersebut. Penyidik perlu memastikan keterkaitan setiap dokumen dan barang dengan dugaan tindak pidana yang sedang diusut.

Kerugian Negara Rp37,35 Miliar

Perkara ini menjadi perhatian karena hasil penghitungan BPKP menunjukkan dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp37,35 miliar.

Baca Juga :  Gubernur Jakarta Pramono Anung Luncurkan Sistem Penjaminan Digital dan Portal E-Guarantee

Namun, angka tersebut merupakan hasil penghitungan yang menjadi bagian dari proses penyidikan dan pembuktian perkara.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa, dokumen transaksi, serta pihak-pihak yang berkaitan.

Selain itu, penyidik juga mulai melakukan penelusuran aset atau asset tracing. Penyidik menelusuri aset terkait perkara tersebut untuk mengoptimalkan pemulihan kerugian negara.

Polisi Dalami Bukti

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan penyidik menangani kasus tersebut secara profesional dan transparan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Penyidik akan mendalami setiap dokumen dan barang berdasarkan alat bukti. Kami menyampaikan perkembangan kasus secara transparan sesuai tahapan penyidikan,” ujar Budi.

Dengan enam tersangka, penggeledahan sembilan lokasi, dan penelusuran aset, polisi terus mengumpulkan bukti untuk mengungkap dugaan korupsi tersebut.

Proses hukum berjalan sesuai ketentuan dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes
Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita
Petasan Sambut Ratusan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Hasilnya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 06:20 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta, 58 WNI Terjerat TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia

Senin, 2 November 2026 - 17:31 WIB

Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan, 3 Polisi Diperiksa Buntut Penggeledahan Ponpes

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Berita Terbaru

Pasar anime Jepang tembus rekor 4,45 triliun yen pada 2025 didorong lonjakan penjualan luar negeri dan tayangan streaming. Simak ulasan lengkapnya. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Pasar Anime Jepang Cetak 4,45 Triliun Yen, Luar Negeri Dominasi

Selasa, 3 Nov 2026 - 06:33 WIB