Baku Tembak di Hutan Maybrat, 2 Anggota Kelompok Manfret Fatem Tewas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan gabungan TNI melakukan operasi pengamanan di wilayah Maybrat Papua Barat Daya

Pasukan gabungan TNI melakukan operasi pengamanan di wilayah Maybrat Papua Barat Daya

MAYBRAT, POSNEWS.CO.ID โ€“ Kontak tembak kembali terjadi antara pasukan gabungan TNI dan kelompok bersenjata pimpinan Manfret Fatem di wilayah hutan bagian utara Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Dalam kontak senjata tersebut, dua anggota kelompok itu dilaporkan tewas. Keduanya diidentifikasi sebagai Arso Aisnak dan Yohanes Ky.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto mengatakan pasukan gabungan sebelumnya telah meminta kelompok tersebut menyerahkan diri dan meletakkan senjata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, menurut Lucky, imbauan tersebut justru dibalas dengan tembakan.

โ€œSebelum kontak senjata terjadi, pasukan kita terlebih dahulu melakukan upaya persuasif, meminta mereka menyerah dan meletakkan senjata,โ€ kata Lucky, Minggu (4/10/2026).

Ia menyebut Manfret Fatem menjadi pihak yang lebih dahulu melepaskan tembakan. Setelah itu, anggota kelompok lainnya ikut melakukan perlawanan.

Dua Anggota Kelompok Manfret Tewas

Lucky mengatakan dua anggota kelompok yang tewas dalam kontak tembak tersebut adalah Arso Aisnak dan Yohanes Ky.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tegaskan Penertiban Pendemo, Kelompok Anarkis Dipisah dari Mahasiswa & Buruh

Keduanya disebut menjabat sebagai Komandan Komando Wilayah Pertahanan II Kodap IV Sorong Raya dan Komandan Batalyon Karef Hamit Kodap IV Sorong Raya.

Sementara itu, Manfret Fatem disebut berhasil melarikan diri bersama anggota kelompok lainnya ke dalam hutan.

Hingga perkembangan terakhir, aparat masih melakukan pengamanan dan penyisiran di sekitar lokasi kontak tembak.

Senjata dan Amunisi Diamankan

Dari lokasi kejadian, pasukan gabungan menemukan sejumlah barang yang disebut berkaitan dengan kelompok tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain satu pucuk revolver beserta pelurunya, puluhan amunisi senapan mesin otomatis, beberapa senjata tajam, alat komunikasi, serta dua lembar bendera Bintang Kejora.

Temuan tersebut kini menjadi bagian dari penanganan aparat setelah kontak senjata berlangsung.

Pasukan yang terlibat dalam operasi terdiri atas personel Satgas Rajawali V Koops Habema dan Satgas Yonif Marinir yang diperkuat Yonif 764-IB di bawah kendali Kogabwilhan III.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Timur Hari Ini, 26 RT Terendam usai Hujan Deras dan Air Kiriman

Situasi Maybrat Masih Menjadi Perhatian

Kontak senjata terbaru ini menambah panjang persoalan keamanan di wilayah Maybrat.

Di tengah operasi aparat, pemerintah dan sejumlah pihak juga terus mendorong pendekatan persuasif terhadap anggota kelompok bersenjata maupun keluarganya.

Sebelumnya, sepanjang September 2026, sejumlah keluarga anggota kelompok Kodap IV memilih turun dari hutan dan kembali ke tengah masyarakat.

Mereka kemudian mendapat pendampingan dari pemerintah daerah, aparat, tokoh adat dan tokoh gereja.

Komnas HAM Perwakilan Papua juga menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan serta meminta agar warga yang kembali tidak mendapatkan intimidasi atau diskriminasi.

Karena itu, perkembangan keamanan di Maybrat tidak hanya berkaitan dengan operasi bersenjata, tetapi juga dengan upaya membuka ruang bagi warga yang ingin meninggalkan konflik dan kembali menjalani kehidupan bersama masyarakat.

Sementara itu, aparat masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kontak tembak. Informasi mengenai jumlah personel kelompok yang terlibat serta kondisi anggota lainnya masih menunggu pendalaman lebih lanjut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat
Speedboat Pemkab Fakfak Tenggelam, 10 Penumpang Termasuk Pejabat Daerah
Pengusaha Warteg Tewas di Brebes, Suami Diduga Terlibat Pembunuhan
Tergiur Janji Kerja di Lotte Chemical, 10 Pencari Kerja Diduga Rugi Rp223 Juta
Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang, Dugaan Motif Utang Rp25 Juta Diselidiki
Ayah di Ogan Ilir Tewas Ditusuk Anak Kandung Saat Menyelamatkan Kades
9 Wilayah di Sumut Digerebek, 36 Orang Diciduk dan 102,49 Gram Sabu Disita
Ibu dan Anak Terjebak Asap Karhutla, Ratusan Rumah di Bangka Selatan Terbakar

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Speedboat Pemkab Fakfak Tenggelam, 10 Penumpang Termasuk Pejabat Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Tergiur Janji Kerja di Lotte Chemical, 10 Pencari Kerja Diduga Rugi Rp223 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang, Dugaan Motif Utang Rp25 Juta Diselidiki

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Ayah di Ogan Ilir Tewas Ditusuk Anak Kandung Saat Menyelamatkan Kades

Berita Terbaru