Busa Putih Menumpuk di Kanal Banjir Timur, DLH DKI Kerahkan ‘Pasukan Mikroba’

Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas DLH DKI Jakarta menyemprot busa putih di Pintu Weir 3 Kanal Banjir Timur menggunakan mikroba pengurai pencemar, Rabu (13/8/2025). (Dok-Humas DKI Jakarta)

Petugas DLH DKI Jakarta menyemprot busa putih di Pintu Weir 3 Kanal Banjir Timur menggunakan mikroba pengurai pencemar, Rabu (13/8/2025). (Dok-Humas DKI Jakarta)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta bersama lintas perangkat daerah menggelar simulasi penanggulangan busa putih yang menumpuk di Pintu Weir 3 Kanal Banjir Timur (KBT), Jakarta Utara, Rabu (13/8/2025). Langkah ini sekaligus membuka jalan bagi penyusunan SOP penanganan busa di 13 sungai Jakarta.

Pada simulasi tersebut, petugas mengerahkan ‘pasukan mikroba’ dengan dua metode. Pertama, mereka melakukan penyemprotan bertekanan tinggi untuk memecah busa. Kedua, mereka melepas mikroba yang mampu mengurai pencemar organik penyebab busa secara biologis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menegaskan bahwa penanganan busa harus menjadi bagian dari program pemulihan kualitas air jangka panjang. Menurutnya, hasil simulasi ini akan menjadi acuan penyusunan SOP di seluruh sungai. “Penanganan harus terintegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Musim Dingin Mencekam di Gaza: Satu Juta Warga Tanpa Atap

Selanjutnya, Asep menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaku usaha skala kecil. Ia mengharuskan mereka memiliki Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) serta mengelola limbah cair sesuai aturan. “Pencegahan di sumber pencemar lebih efektif dibanding penanganan di hilir,” tegasnya.

Disisi lain, Analis Lingkungan DLH DKI Jakarta, Ria Triany, memaparkan bahwa busa terbentuk akibat tingginya kadar bahan organik (BOD, COD) dan surfaktan sintetis dari limbah rumah tangga maupun usaha yang belum diolah optimal. Ia menjelaskan bahwa turbulensi di pintu air memicu pembentukan busa.

Baca Juga :  Menguak Rahasia Budaya dan Kecerdasan Simpanse

“Mikroba yang digunakan diharapkan mampu melakukan biodegradasi polutan,” jelasnya.

Dari sisi teknis, Kepala Seksi Operasi Kebakaran Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, M Tasor, menyebut uji coba melibatkan 10 ribu liter air tawar untuk penyemprotan fisik dari darat dan air. Selain itu, tim juga mencampur empat liter mikroorganisme efektif ke dalam 2.500 liter air untuk mempercepat degradasi polutan. Ia menegaskan, Petugas menyemprot dengan variasi tipe pancaran, ukuran nozzle, dan lokasi berbeda.

Melalui simulasi ini, Pemprov DKI menargetkan penanganan busa putih di sungai-sungai ibu kota berlangsung lebih cepat, efektif, dan ramah lingkungan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam
Satgas Ungkap KKB Bakusip Diduga Dalang Pembakaran Pesawat PT AMA

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:56 WIB

Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang

Berita Terbaru

Peluncuran konsol retro NEOGEO AES+ ditunda hingga September 2027. Keterbatasan komponen dan tingginya pemesanan awal menjadi alasan utama penundaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Minggu, 13 Sep 2026 - 13:30 WIB

Ilustrasi, penganiayaan.(Posnews/Ist)

HUKRIM

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Minggu, 13 Sep 2026 - 13:12 WIB

Nintendo merilis pembaruan firmware 23.0.0 untuk Switch 2. Update ini mengaktifkan fitur VRR mode docked dan mempersiapkan rilis Zelda Ocarina of Time Remake. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Switch 2 Resmi Dapatkan Fitur VRR di Mode Docked

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:36 WIB

Retroid meluncurkan handheld retro Pocket Duo dan Pocket Duo Lite berlayar ganda. Konsol clamshell ini sanggup mengeksekusi emulasi 3DS mulai harga $149. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Retroid Pocket Duo Resmi Diperkenalkan, Hadirkan Dua Layar

Minggu, 13 Sep 2026 - 11:31 WIB